Senna meninggal beberapa jam setelah mengalami kecelakaan di lap ketujuh. Saat memimpin balapan atas Michael Schumacher, mobil Williams yang dikendarai pebalap asal Brasil itu menabrak dinding tikungan Tamburello, yang merupakan bagian sirkuit meliputi tikungan dua hingga empat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah laporan lain juga menyebut Senna mengalami brain-dead dari impact kedua, yakni ketika pecahan roda kanan bagian depan menembus helm dan mengakibatkan sejumlah bagian tengkorak rusak.
Ayrton Senna (kiri) ketika masih memperkuat McLaren bersama Alain Prost. (AFP PHOTO / PASCAL PAVANI) |
Kematian Senna merupakan puncak bencana pada balapan GP San Marino 1994. Pasalnya sebelum insiden kecelakaan yang melibatkan Senna, dua kecelakaan hebat lain terjadi sepanjang akhir pekan.
Senna yang melihat insiden tersebut memutuskan untuk keluar dari mobil dan berlari ke arah Barrichello. Setelah Barrichello sadar usai mendapat perawatan dari dokter FIA Sid Watkins, Senna kembali ke mobil dan melanjutkan latihan bebas.
[Gambas:Video CNN]
Satu hari kemudian peristiwa nahas kembali terjadi. Pebalap Simtek asal Austria, Roland Ratzenberger, menabrak dinding di tikungan Villeneuve dalam kecepatan 314 kilometer per jam di babak kualifikasi kedua. Ratzenberger dinyatakan meninggal di sirkuit dan kecelakaan diklaim karena kerusakan sayap depan.
Senna terpukul atas kematian Ratzenberger. Senna dikabarkan memasukkan bendera Austria di dalam mobil saat balapan dan berencana mengibarkan bendera tersebut usai meraih kemenangan untuk menghormati Ratzenberger.
Kematian Senna juga membuat F1 meningkatkan kualitas keselamatan sirkuit untuk melindungi pebalap. (har)
Ayrton Senna (kiri) ketika masih memperkuat McLaren bersama Alain Prost. (AFP PHOTO / PASCAL PAVANI)