Sejarah Hari Ini 1 Mei: Ayrton Senna Meninggal, F1 Berduka

CNN Indonesia | Jumat, 01/05/2020 12:50 WIB
Brazilian F1 driver Ayrton Senna adjusts his rear view mirror in the pits 01 May 1994 before the start of the San Marino Grand Prix. Senna died after crashing in the seventh lap. (Photo by JEAN-LOUP GAUTREAU / AFP) Ayrton Senna sebelum balapan F1 GP San Marino 1994. (AFP/JEAN-LOUP GAUTREAU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Legenda Formula One (F1) Ayrton Senna meninggal 26 tahun yang lalu, tepatnya 1 Mei 1994, setelah mengalami kecelakaan hebat pada balapan GP San Marino di Sirkuit Imola.

Senna meninggal beberapa jam setelah mengalami kecelakaan di lap ketujuh. Saat memimpin balapan atas Michael Schumacher, mobil Williams yang dikendarai pebalap asal Brasil itu menabrak dinding tikungan Tamburello, yang merupakan bagian sirkuit meliputi tikungan dua hingga empat.

Dikutip dari TalkSport, mobil yang dikendarai Senna menabrak dinding dalam kecepatan 217 kilometer per jam. Juara dunia F1 tiga kali itu dinyatakan meninggal pada pukul 18.40 waktu setempat di Rumah Sakit Maggiore.


Dokter Maria Teresa Fiandri yang menangani Senna di rumah sakit menyatakan mantan pebalap McLaren itu meninggal karena kehilangan banyak darah diakibatkan kerusakan di arteri temporal pada bagian kepala.

Sejumlah laporan lain juga menyebut Senna mengalami brain-dead dari impact kedua, yakni ketika pecahan roda kanan bagian depan menembus helm dan mengakibatkan sejumlah bagian tengkorak rusak.

Ayrton Senna (kiri) ketika masih memperkuat McLaren bersama Alain Prost. (AFP PHOTO / PASCAL PAVANI)Ayrton Senna (kiri) ketika masih memperkuat McLaren bersama Alain Prost. (AFP PHOTO / PASCAL PAVANI)
Kematian Senna membuat penggemar F1 dan masyarakat Brasil berduka. Pasalnya, Senna sosok yang sangat dicintai publik Brasil dan F1. Kematian Senna juga menandai kecelakaan terburuk pertama dalam 12 tahun di balapan F1 sejak Riccardo Paletti meninggal di GP Kanada 1982.

Kematian Senna merupakan puncak bencana pada balapan GP San Marino 1994. Pasalnya sebelum insiden kecelakaan yang melibatkan Senna, dua kecelakaan hebat lain terjadi sepanjang akhir pekan.

GIF Banner Promo Testimoni
Rubens Barrichello, yang merupakan junior Senna, mengalami kecelakaan hebat saat menjalani latihan bebas dalam kecepatan 230 kilometer per jam di jalur Variante Bassa sebelum garis start. Mobil Barrichello yang saat itu memperkuat Jordan terpental ke udara dan mantan pebalap Ferrari itu sempat tak sadarkan diri.

Senna yang melihat insiden tersebut memutuskan untuk keluar dari mobil dan berlari ke arah Barrichello. Setelah Barrichello sadar usai mendapat perawatan dari dokter FIA Sid Watkins, Senna kembali ke mobil dan melanjutkan latihan bebas.

[Gambas:Video CNN]
Satu hari kemudian peristiwa nahas kembali terjadi. Pebalap Simtek asal Austria, Roland Ratzenberger, menabrak dinding di tikungan Villeneuve dalam kecepatan 314 kilometer per jam di babak kualifikasi kedua. Ratzenberger dinyatakan meninggal di sirkuit dan kecelakaan diklaim karena kerusakan sayap depan.

Senna terpukul atas kematian Ratzenberger. Senna dikabarkan memasukkan bendera Austria di dalam mobil saat balapan dan berencana mengibarkan bendera tersebut usai meraih kemenangan untuk menghormati Ratzenberger.

Namun, Senna tidak pernah berhasil melewati garis finis. Senna mengalami kecelakaan di lap ketujuh dan kemudian meninggal. Pengadilan Italia menyebut kematian Senna karena kegagalan mesin mobil Williams, meski hingga kini penyebab pasti kecelakaan masih menjadi misteri.

Kematian Senna juga membuat F1 meningkatkan kualitas keselamatan sirkuit untuk melindungi pebalap. (har/har)