Catatan kemenangan beruntun Ferguson terhenti di angka 12 pertarungan. Gaethje berhasil menaklukkan Ferguson lewat kemenangan TKO di ronde kelima.
Berikut tiga kesalahan yang dilakukan Ferguson di laga lawan Gaethje:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tony Ferguson punya satu keunggulan atas Justin Gaethje, yaitu keunggulan jangkauan. Ferguson punya jangkauan 193 cm berbanding 177,8 cm milik Gaethje.
Alhasil, gaya bertarung itu membuat Gaethje tak kesulitan mendaratkan pukulan ke pertahanan Ferguson.
Tony Ferguson tidak memanfaatkan keunggulan jangkauan yang dimilikinya. (AP/John Raoux) |
2. Berani Tukar Pukulan
Sejak ronde pertama, Ferguson sudah merasakan kedahsyatan pukulan Gaethje, namun ia masih tetap yakin untuk melanjutkan aksi tukar pukulan.
Salah satu keyakinan Ferguson mungkin berdasar pada keberhasilannya membuat Gaethje sempat berlutut akibat uppercut yang dilepaskan olehnya.
Keputusan ini merugikan Ferguson. Dampak pukulan Gaethje lebih terlihat di wajah Ferguson dibandingkan dampak pukulan Ferguson yang tak terlalu 'merusak' wajah Gaethje.
3. Tak Mencoba Ground Fighting
Setelah terlihat kalah dalam adu pukulan, Tony Ferguson tidak tergerak untuk coba melakukan duel lewat ground fighting dan terus bertahan pada posisi tukar pukulan. Ferguson tidak berupaya melakukan takedown pada Gaethje di sisa pertarungan.
Hal itu akhirnya menuntun Ferguson pada kekalahan pertama sejak tahun 2012. Gaethje sukses memaksa wasit menghentikan pertarungan di ronde kelima setelah dua pukulan telak mendarat di wajah Ferguson. (ptr)
Tony Ferguson tidak memanfaatkan keunggulan jangkauan yang dimilikinya. (AP/John Raoux)