Sejarah Hari Ini: Man City Juara Liga Inggris, MU Menangis
CNN Indonesia
Rabu, 13 Mei 2020 18:12 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Tanggal 13 Mei 2012 jadi momen tak terlupakan bagi duo klub Manchester. Manchester City juara Liga Inggris secara dramatis sementara Manchester United hanya bisa menangis.
Sebelum laga pamungkas digelar, kedua tim memiliki poin yang sama namun, Man City unggul selisih gol. Kedua tim bisa tersandung di menit-menit terakhir.
Laga terakhir menjadi paling mendebarkan karena berlangsung penuh drama. MU berhasil unggul lebih dulu di menit ke-20 atas tim tuan rumah Sunderland.
Gol tersebut membuat City tertekan. Namun, Pablo Zabaleta membuat suporter tuan rumah lega berkat gol yang dicetaknya pada menit ke-39.
Situasi mendadak mendebarkan setelah QPR justru mampu berbalik unggul di menit ke-66 meski dalam keadaan bermain dengan 10 orang berkat gol Jamie Mackie dan sebelumnya torehan Djibril Cisse.
Keunggulan QPR ternyata mampu bertahan lama dan membuat suporter City gelisah. Apalagi di tempat terpisah MU sudah mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 1-0.
Seluruh skuat MU berdiam diri di tengah lapangan sambil menunggu hasil pertandingan tim rival mereka. Bisa dibilang, Red Devils dalam posisi siap merayakan pesta juara.
Suporter City mulai cemas bahkan ada beberapa yang menangis karena yakin tim idolanya gagal meraih trofi yang dinanti selama 44 tahun lamanya.
[Gambas:Video CNN]
Peluang City semakin menipis setelah waktu normal berakhir dan hanya menyisakan waktu tambahan lima menit. Serangan bertubi-tubi pun dilancarkan skuat arahan Roberto Mancini.
Perjuangan itu tidak sia-sia setelah Edin Dzeko berhasil menyamakan kedudukan di menit 92. Dua menit berselang, Sergio Aguero membuat keajaiban dan membawa City berbalik unggul 3-2.
Stadion Etihad pun meledak sejadi-jadinya. Gol yang dinanti-nanti hadir di masa-masa krisis sekaligus memastikan kemenangan tuan rumah.
Publik Etihad pesta pora dengan nuansa biru langit nan cerah. Sebaliknya, pendukung MU hanya bisa menangis karena gelar juara di depan mata sirna seketika. (jun/jal)
Sebelum laga pamungkas digelar, kedua tim memiliki poin yang sama namun, Man City unggul selisih gol. Kedua tim bisa tersandung di menit-menit terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi mendadak mendebarkan setelah QPR justru mampu berbalik unggul di menit ke-66 meski dalam keadaan bermain dengan 10 orang berkat gol Jamie Mackie dan sebelumnya torehan Djibril Cisse.
Seluruh skuat MU berdiam diri di tengah lapangan sambil menunggu hasil pertandingan tim rival mereka. Bisa dibilang, Red Devils dalam posisi siap merayakan pesta juara.
Suporter City mulai cemas bahkan ada beberapa yang menangis karena yakin tim idolanya gagal meraih trofi yang dinanti selama 44 tahun lamanya.
[Gambas:Video CNN]
Peluang City semakin menipis setelah waktu normal berakhir dan hanya menyisakan waktu tambahan lima menit. Serangan bertubi-tubi pun dilancarkan skuat arahan Roberto Mancini.
Perjuangan itu tidak sia-sia setelah Edin Dzeko berhasil menyamakan kedudukan di menit 92. Dua menit berselang, Sergio Aguero membuat keajaiban dan membawa City berbalik unggul 3-2.
Publik Etihad pesta pora dengan nuansa biru langit nan cerah. Sebaliknya, pendukung MU hanya bisa menangis karena gelar juara di depan mata sirna seketika. (jun/jal)
