Tontowi mencapai puncak prestasi saat berduet dengan Liliyana Natsir. Berikut tiga final terbaik yang pernah dijalani oleh Tontowi versi CNNIndonesia.com:
Lihat juga:Tontowi Ahmad Resmi Pensiun dari Badminton |
1. Final Kejuaraan Dunia 2013
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertarungan di gim penentuan berlangsung sengit seiring skor ketat hingga pengujung pertandingan. Dalam posisi Tontowi/Liliyana tertinggal 18-19, serangan Xu/Ma berhasil menembus pertahanan Owi/Butet sehingga ganda China tersebut meraih match point pada angka 20-18.
Tontowi/Liliyana memenangkan banyak gelar dalam kariernya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Pada kesempatan berikutnya, Tontowi/Liliyana terus tertekan dengan Liliyana terus dipaksa bermain di baseline. Namun kegagalan serangan Xu/Ma mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Tontowi. Smes Tontowi gagal dikembalikan Xu Chen hingga skor menjadi 19-20.
Berikutnya, Tontowi dengan jeli melepaskan tembakan ke sisi kanan di baseline sehingga Ma Jin tak bisa berkutik. Pengembalian Ma Jin gagal dan Tontowi/Liliyana berbalik unggul 21-20.
Stadion yang sempat riuh mendadak terdiam oleh aksi Tontowi/Liliyana. Segelintir pendukung Indonesia yang gantian bergemuruh. Tontowi/Liliyana akhirnya menang 22-20 setelah pukulan Xu Chen terlalu kuat dan keluar lapangan.
2. Final Olimpiade 2016
Final Olimpiade 2016 adalah pelengkap kesempurnaan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat tampil di pesta olahraga terbesar dunia tersebut.
Meski penampilan Tontowi/Liliyana mulai menurun dalam persiapan menuju Olimpiade tersebut, Tontowi/Liliyana justru mampu menampilkan performa terbaik sepanjang Olimpiade.
Penampilan bagus tersebut ditutup lewat performa apik di babak final melawan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Tontowi/Liliyana benar-benar tak bisa diimbangi oleh Chan/Goh sepanjang pertandingan.
Tontowi dan Liiyana sudah berpasangan sejak 2010. (Dok. PBSI) |
Fokus Tontowi/Liliyana benar-benar terjaga hingga pertandingan berakhir. Tidak ada selebrasi berlebihan di antara Tontowi dan Liliyana hingga kedudukan 19-12.
Ketika Tontowi melompat merayakan kegembiraan mendapat match point, Liliyana dan Richard Mainaky mengingatkan Tontowi untuk tenang dan menjaga fokus.
Pertandingan berakhir dengan skor 21-14, 21-12 sekaligus membuat Tontowi/Liliyana tak kehilangan satu gim pun sepanjang Olimpiade.
3. Final All England 2012
Final All England 2012 merupakan final turnamen besar pertama bagi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Lawan yang mereka hadapi di partai final tergolong berat, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl.
Dalam final tersebut, Tontowi/Liliyana berhasil mengendalikan ritme permainan dengan sangat baik. Alur serangan Tontowi/Liliyana membuat mereka unggul 18-12.
Meski Laybourn/Juhl coba mengejar, Tontowi/Liliyana sukses memenangkan gim pertama dengan skor 21-17 setelah Juhl salah dalam melakukan servis.
Pertarungan lebih ketat terjadi di gim kedua. Tontowi/Liliyana yang sempat memimpin 12-6 berhasil dikejar hingga angka 14-13.
Dalam situasi sulit, smes-smes Tontowi beberapa kali merobohkan pertahanan Laybourn/Juhl. Namun ganda Denmark itu bisa menyamakan kedudukan hingga 19-19 di saat penentuan.
Pukulan Juhl yang out membuat Tontowi/Liliyana meraih match point di angka 20-19. Pertandingan berakhir dengan skor 21-19 setelah kombinasi serangan Tontowi/Liliyana tidak bisa dibendung lawan. Gelar ini jadi salah satu modal awal kepercayaan diri Tontowi/Liliyana sebagai pasangan. (ptr/har)
Tontowi/Liliyana memenangkan banyak gelar dalam kariernya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Tontowi dan Liiyana sudah berpasangan sejak 2010. (Dok. PBSI)