Pindah ke Petronas Dianggap Tak Ideal untuk Rossi

XXX, CNN Indonesia | Rabu, 27/05/2020 09:50 WIB
Italian rider Valentino Rossi of the Monster Energy Yamaha MotoGP walks in the pit lane during a warm up session for the MotoGP race at the Czech Republic motorcycle Grand Prix at the Automotodrom Brno, in Brno, Czech Republic, Sunday, Aug. 4, 2019. (AP Photo/Petr David Josek) Valentino Rossi belum melakukan negosiasi dengan tim Petronas SRT. (AP Photo/Petr David Josek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pebalap sekaligus pemilik tim LCR, Lucio Cecchinello, menganggap langkah Valentino Rossi ke Petronas bukan pilihan yang diinginkan pebalap.

Rossi dan Monster Energy bakal berpisah pada akhir musim MotoGP 2020. Posisi The Doctor di tim pabrikan Yamaha itu digantikan Fabio Quartararo.

Rossi lantas disebut-sebut bakal bergabung ke tim Petronas SRT yang hanya berstatus tim satelit.


"Seorang pebalap tidak ingin mengakhiri karier seperti itu," kata Cecchinello mengenai kemungkinan Rossi bergabung ke tim Petronas pada musim balap mendatang dikutip dari Tuttomotoriweb.

Italian rider Valentino Rossi of the Monster Energy Yamaha MotoGP steers his motorcycle during the MotoGP race at the Austrian motorcycle Grand Prix at the Red Bull Ring in Spielberg, Austria, Sunday, Aug. 11, 2019. (AP Photo/Kerstin Joensson)Valentino Rossi bakal mengakhiri kebersamaan dengan tim Monster Energy pada akhir musim MotoGP 2020. (AP Photo/Kerstin Joensson)
Sejak tampil di kelas utama pada 20 tahun lalu, Rossi selalu menjadi bagian tim pabrikan. Baik ketika membela Honda, Yamaha, dan Ducati.

Meski kerap dikabarkan bakal bergabung dengan Petronas, kedua pihak belum melakukan pembicaraan negosiasi.

GIF Banner Promo Testimoni

Pengamat sekaligus mantan manajer Rossi, Carlo Pernat, bahkan sempat memprediksi negosiasi antara Rossi dan Petronas bakal berlangsung alot. Bukan karena masalah gaji melainkan lantaran orang-orang yang akan dibawa Rossi.

Sementara gaji Rossi diprediksi bakal mengalami penurunan signifikan jika bergabung ke Petronas. Rossi yang saat ini diperkirakan mendapat Rp147 miliar per tahun, bisa jadi hanya mendapat setengahnya ketika membela Petronas.

[Gambas:Video CNN] (nva/jun)