PBSI Dorong Hafiz/Gloria Lolos Olimpiade

CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 17:11 WIB
Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja di BWF World Tour Finals (dok. PBSI) Hafiz/Gloria masih harus berjuang raih tiket ke Olimpiade 2020. (dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja masih harus berjuang untuk mempertahankan ranking demi lolos Olimpiade 2020 Tokyo.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Susi Susanty, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (28/5).

Indonesia sudah memastikan tujuh wakil ke Olimpiade 2020. Dua di antaranya dari tunggal putra (Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting), satu tunggal putri (Gregoria Mariska Tunjung), dua ganda putra (Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo), satu ganda putri (Greysia Polii/Apriyani Rahayu) serta satu dari ganda campuran (Praveen Jordan/Melati Daeva).


"Sampai di All England kemarin, ranking teratas kemungkinan masih tetap lolos. Untuk Hafiz/Glo meskipun sekarang sudah di delapan besar tapi belum aman. Mereka masih harus mempertahankan ranking sampai ke Olimpiade karena masih ada 3-4 turnamen lagi. Harus konsisten," kata Susi.


Pasangan Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mengungguli Pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di Final kejuaran Daihatsu Indonesia Masters 2020. Jakarta, Minggu (19/1/2020). CNN Indonesia/Andry NovelinoKevin/Marcus sudah dipastikan lolos ke Olimpiade 2020. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Sementara itu, BWF menyebut langkah-langkah yang diambil dalam sistem kualifikasi sudah dibuat secara adil dan telah disetujui International Olympic Comittee (IOC).

Sekretaris Jenderal BWF, Thomas Lund, mengatakan penyelenggaraan turnamen-turnamen ini yang merupakan bagian dari penyesuaian kondisi bulutangkis setelah Covid-19 mulai mereda.

Salah satu ketentuan yang dibuat yakni pemberian poin buat pemain China dan Hong Kong yang batal tampil di kejuaraan Badminton Asia Team Championships 2020 (BATC) di Manila, Filipina, pada Februari lalu akibat peraturan pembatasan perjalanan akibat Covid-19 dari pemerintah tuan rumah.

[Gambas:Video CNN]
Jika tim Tiongkok dan Hong Kong mendapatkan poin dari BAMTC 2021, mereka juga akan mendapat poin untuk pemain ganda campuran. Sedangkan mereka yang bertanding di BATC 2020 tidak mendapat poin ini karena nomor ganda campuran tidak dimainkan di BATC 2020 mengingat format yang berlaku adalah format Piala Thomas dan Uber.

"Kalau pemberian poin untuk tim Tiongkok dan Hong Kong karena tidak ikut BATC 2020 itu tidak masalah, yang jadi perhatian adalah mereka akan dapat poin dari BAMTC 2021 yang ada nomor ganda campurannya. Ini menjadi tidak fair untuk negara-negara lain," kata Bambang Roedyanto, Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI.

"Kami telah minta penjelasan dari BWF mengenai hal ini, dari keterangan BWF tidak dijelaskan apakah poin ganda campurannya dihitung atau tidak, hanya ada statement akan mendapat poin dari BAMTC 2021 yang di dalamnya ada nomor ganda campuran. Makanya kami tidak mau ada salah pengertian dan masih menunggu jawaban dari BWF," tutur Rudy.

Hal ini menjadi perhatian PBSI karena penambahan poin di BAMTC 2021 akan berpengaruh dengan poin Race to Tokyo bagi pemain ganda campuran kedua negara tersebut. Terutama Hong Kong yang memiliki wakil di peringkat sembilan Race to Tokyo yaitu Tang Chun Man/Tse Ying Suet.

Posisi Tang/Tse berada satu tingkat di bawah wakil Indonesia, Hafiz/Gloria yang harus mempertahankan posisinya setidaknya di delapan besar agar bisa merebut tiket Olimpiade.

Hingga kini PBSI bersifat proaktif untuk memastikan jadwal baru dan ketentuan kualifikasi Olimpiade 2020 dari BWF (Badminton World Federation). Sedikitnya ada dua poin yang belum rinci dijelaskan BWF.

Sebagai contoh, Turnamen India yang dijadwalkan digelar 11-16 Agustus mendatang. Sementara kasus Covid-19 di India belum selesai hingga saat ini.

"Apakah ada jaminan kesehatan dan keamanan buat peserta yang datang jangan sampai terjadi apa-apa. Siap tidak tuan rumah, jangan sampai nanti di menit-menit akhir dibatalkan, jadi kacau balau. Banyak yang harus dipertimbangkan," ucapnya.
GIF Banner Promo Testimoni

Pembatalan di menit akhir bakal merugikan semua pihak terutama kontestan yang sudah mempersiapkan diri dari jauh hari. Pembuatan visa, akomodasi penginapan, tiket pesawat, dan lainnya bakal jadi beban.

"Kalau dibatalkan mendadak, maka tiket dan lainnya tidak bisa di-refund dan hangus. Siapa yang akan bertanggung jawab? Diyakinkan dulu, tuan rumah penyelenggara, siap tidak? Apalagi kita [Indonesia] tidak bisa masuk ke 63 negara yang tidak menerima kita, harus fair juga. Banyak hal yang harus didiskusikan, makanya kami pro aktif," jelasnya. (TTF/jun)