Adopsi Liga Jepang, Liga 1 2020 Mungkin Tanpa Degradasi

CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 19:16 WIB
Pemain Persija Jakarta Riko Simanjuntak (kanan) berebut bola dengan pemain Borneo FC Muriddin Davronov dalam pertandingan pekan pertama Shopee Liga 1 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (1/3/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption *** Liga 1 2020 mungkin adopsi Liga Jepang tanpa promosi dan degradasi. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kompetisi Liga 1 2020 kemungkinan bakal dilanjutkan dengan mengadopsi format baru Liga Jepang di masa new normal Covid-19.

Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi kepada CNNIndonesia.com mengakui adanya usulan untuk mengikuti Liga 1 Jepang dengan menghilangkan degradasi tapi tetap membuka promosi untuk musim ini.

"Opsi menarik seperti yang dilakukan Jepang. Opsi ini pasti juga akan menjadi pembahasan di rapat Exco yang masih menunggu jadwal dari Ketua Umum [PSSI]," kata Yunus, Kamis (28/5).


Direktur Bisnis Liga Indonesia Baru (LIB) Rudy Kangdra juga memungkinkan jika kelanjutan nasib Liga 1 2020 bisa mengikuti Jepang. Namun tetap dilakukan beberapa penyesuaian terlebih dahulu terkait situasi dan kondisi di Indonesia.

GIF Banner Promo Testimoni
"Mungkin juga seperti di Jepang. Kalau mau dibuat seperti itu, kita harus mendengarkan suara dari klub-klub Liga 2. Umpamanya nanti di Liga 2 yang jadi juara, peringkat kedua dan ketiga tidak dapat promosi juga pasti kecewa. Ini masih akan dibahas," imbuh Rudy.

Rencananya, PSSI dan LIB baru bakal berbicara dan berdiskusi dengan 18 klub peserta Liga 2 2020 pada Selasa (2/6) mendatang. Atau setelah pemerintah mengambil sikap terkait status darurat tanggap Covid-19 pada Jumat (29/5).

Setelah mendapat masukan dari Liga 2, PSSI bakal merangkum keseluruhan saran dari berbagai pihak, termasuk Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI), Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), 18 klub Liga 1 serta Menpora.

[Gambas:Video CNN]
Jika resmi dilanjutkan, pertandingan bakal menggunakan protokol kesehatan ketat dari pemerintah. Ia yakin, masyarakat membutuhkan hiburan dari sepak bola. Kompetisi juga dipercaya dapat membantu mengangkat perekonomian di tengah masa pandemi.

"Dalam pandemi ekonomi kurang bagus, tapi ada juga beberapa sektor yang bagus, salah satunya e-commerce. Kedua TV rights, value akan meningkat karena yang biasanya menonton di stadion sekarang akan menonton lewat televisi."

"Apapun kondisinya, imbasnya tidak serta merta merata pasti ada yang naik dan menonjol. Nanti semua usulan akan dikumpulkan dan dirangkum sebelum diputuskan," terang Rudy. (TTF/jun)