Bintang di UFC 250, Amanda Nunes Sempat Jalani Debut Buruk

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 13:34 WIB
LAS VEGAS, NV - DECEMBER 30: Amanda Nunes of Brazil exits the Octagon after her victory over Ronda Rousey in their UFC women's bantamweight championship bout during the UFC 207 event on December 30, 2016 in Las Vegas, Nevada.   Christian Petersen/Getty Images/AFP Amanda Nunes salah satu bintang besar di UFC saat ini. ( Christian Petersen/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amanda Nunes adalah bintang paling disorot di UFC 250. Namun ia menjalani debut mixed martial arts (MMA) dengan hasil buruk.

Awal yang buruk tak selalu jadi pertanda perjalanan karier menjadi buruk. Hal ini telah dibuktikan oleh Nunes, yang memulai debut sebagai petarung MMA dengan hasil mengecewakan.

Nunes turun bertarung melawan Ana Maria India di tahun 2008. Laga debut yang dijalani Nunes tak berakhir seperti harapannya.


Nunes hanya bisa bertahan selama 35 detik di arena pertarungan. Coba bertarung agresif dengan melakukan tukar pukulan, Nunes terjebak oleh kuncian Maria. Nunes pun menyerah ketika lengannya dikunci Maria.

LAS VEGAS, NEVADA - JULY 06: Amanda Nunes of Brazil reacts after defeating Holly Holm of the United States during their UFC Womens Bantamweight Title bout at T-Mobile Arena on July 06, 2019 in Las Vegas, Nevada.   Sean M. Haffey/Getty Images/AFPAmanda Nunes sempat kalah di debutnya di MMA. (Sean M. Haffey/Getty Images/AFP)
Setelah kalah di laga debut, Nunes mampu membuktikan ketangguhan dengan catatan enam kemenangan beruntun. Namun dari sepuluh laga awal, Nunes takluk tiga kali, yaitu ketika menghadapi Alexis Davis dan Sarah D'Alelio.

Tiga kekalahan itu tak menghalangi UFC untuk merekrut Nunes dan membuatnya bertarung di bawah bendera UFC.

Dua pertarungan awal Nunes di UFC berlangsung mulus lantaran ia menang TKO lawan Sheila Gaff dan Germaine de Randamie.

Namun Nunes membuang peluang mendapatkan tiket melawan Ronda Rousey yang saat itu jadi juara kelas bantam. Petarung 32 tahun itu kalah dari Cat Zingano sehingga Zingano yang berhak melawan Rousey.

Nunes kembali memulai perjalanan menuju duel perebutan gelar juara dari awal. Nunes menghantam Shayna Baszler, Sara McMann, dan Valentina Shevchenko. Rentetan kemenangan itu mengantar Nunes bertemu Miesha Tate, juara baru kelas bantam UFC.

Nunes menaklukkan Tate lewat kuncian rear-naked choke dan akhirnya jadi juara UFC. Perjalanan panjang Nunes terbayar lunas. Namun Nunes sadar bahwa jadi juara UFC tak cukup.

Ia harus membuktikan sebagai yang terbaik di sepanjang sejarah UFC. Nunes lalu sukses membungkam Rousey yang datang sebagai penantang, disusul kemenangan atas Shevchenko, Raquel Pennington, Holly Holm, dan De Randamie. Kemenangan-kemenangan itu memastikan sabuk kelas bantam masih melekat di pinggangnya hingga kini.

Tak hanya itu, Nunes juga menjadi pemenang kelas bulu UFC saat menumbangkan Cris Cyborg.

GIF Banner Promo Testimoni

Dua gelar juara kini melingkar di pinggang Nunes. Di UFC 250, Nunes punya kesempatan sebagai petarung pertama yang mampu mempertahankan gelar di dua kelas berbeda dengan status sebagai juara bertahan.

Penampilan apik yang tak tersentuh kekalahan sejak 2015 telah membuat Nunes jadi salah satu petarung terbaik dalam sejarah UFC. Karier Nunes tersebut bisa jadi gambaran bahwa debut buruk tak lantas menentukan perjalanan karier seorang atlet.

Nunes dijadwalkan menghadapi Felicia Spencer pada ajang UFC 250, Minggu (7/6) pagi WIB. (ptr/har)

[Gambas:Video CNN]