Awal yang buruk tak selalu jadi pertanda perjalanan karier menjadi buruk. Hal ini telah dibuktikan oleh Nunes, yang memulai debut sebagai petarung MMA dengan hasil mengecewakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amanda Nunes sempat kalah di debutnya di MMA. (Sean M. Haffey/Getty Images/AFP) |
Dua pertarungan awal Nunes di UFC berlangsung mulus lantaran ia menang TKO lawan Sheila Gaff dan Germaine de Randamie.
Namun Nunes membuang peluang mendapatkan tiket melawan Ronda Rousey yang saat itu jadi juara kelas bantam. Petarung 32 tahun itu kalah dari Cat Zingano sehingga Zingano yang berhak melawan Rousey.
Nunes kembali memulai perjalanan menuju duel perebutan gelar juara dari awal. Nunes menghantam Shayna Baszler, Sara McMann, dan Valentina Shevchenko. Rentetan kemenangan itu mengantar Nunes bertemu Miesha Tate, juara baru kelas bantam UFC.
Nunes menaklukkan Tate lewat kuncian rear-naked choke dan akhirnya jadi juara UFC. Perjalanan panjang Nunes terbayar lunas. Namun Nunes sadar bahwa jadi juara UFC tak cukup.
Ia harus membuktikan sebagai yang terbaik di sepanjang sejarah UFC. Nunes lalu sukses membungkam Rousey yang datang sebagai penantang, disusul kemenangan atas Shevchenko, Raquel Pennington, Holly Holm, dan De Randamie. Kemenangan-kemenangan itu memastikan sabuk kelas bantam masih melekat di pinggangnya hingga kini.
Tak hanya itu, Nunes juga menjadi pemenang kelas bulu UFC saat menumbangkan Cris Cyborg.
Lihat juga:Amanda Nunes, Ratu Baru UFC |
Penampilan apik yang tak tersentuh kekalahan sejak 2015 telah membuat Nunes jadi salah satu petarung terbaik dalam sejarah UFC. Karier Nunes tersebut bisa jadi gambaran bahwa debut buruk tak lantas menentukan perjalanan karier seorang atlet.
Nunes dijadwalkan menghadapi Felicia Spencer pada ajang UFC 250, Minggu (7/6) pagi WIB. (ptr/har)
Amanda Nunes sempat kalah di debutnya di MMA. (Sean M. Haffey/Getty Images/AFP)