FIFA Larang Bundesliga Hukum Pemain yang Dukung George Floyd

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 13:00 WIB
Dortmund's English midfielder Jadon Sancho shows a Jadon Sancho jadi salah satu pemain yang melakukan aksi solidaritas untuk George Floyd. (AFP/LARS BARON)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden FIFA Gianni Infantino melarang Bundesliga menghukum empat pemain yang memberi dukungan untuk mendiang George Floyd pada pertandingan Liga Jerman akhir pekan lalu.

Kematian pria kulit hitam George Floyd di Minneapolis, Minnesota, mendapat respons luar biasa di luar Amerika Serikat. Pada pekan ke-29 Bundesliga, ada empat pemain muda yang ikut protes terhadap kematian Floyd.

Winger Borussia Dortmund Jadon Sancho, bek kanan Dortmund Achraf Hakimi, striker Borussia Monchengladbach Marcus Thuram, dan gelandang asal Amerika Serikat Schalke 04 Weston McKennie memberi dukungan untuk George Floyd.


Berdasarkan Law of The Game FIFA, setiap pemain dilarang mengungkapkan semboyan, pernyataan dan gambar politik, agama, atau pernyataan pribadi apapun dalam peralatan pertandingan. Namun, Infantino memastikan keempat pemain Bundesliga itu tidak akan mendapat hukuman.

GIF Banner Promo Testimoni
"Untuk menghindari keraguan, dalam kompetisi FIFA, demonstrasi pemain baru-baru ini di pertandingan Bundesliga akan mendapat tepuk tangan dan bukan hukuman," ujar Infantino dikutip dari AP.

Dalam pernyataan resmi yang dikirim FIFA ke-211 negara anggota, Infantino juga meminta para anggota untuk menerapkan, "akal sehat dan mempertimbangkan konteks seputar peristiwa [kematian George Floyd] tersebut."

[Gambas:Video CNN]
Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) juga tidak akan menghukum pemain yang memberi dukungan terkait kematian George Floyd.

"Sepak bola adalah olahraga yang mendorong toleransi, inklusi, dan keadilan. Nilai-nilai sama dianut mereka yang menunjukkan solidaritas kepada George Floyd," ujar Presiden UEFA Aleksander Ceferin.

"Jika pemain di kompetisi kami menampilkan pesan atau bertindak secara simbolis meminta kesetaraan hidup manusia, tindakan tersebut harus dianggap sejalan dengan sikap UEFA yang tidak menoleransi aksi rasialisme," sambung Ceferin. (har/ptr)