Sefolosha yang kini bermain untuk Houston Rockets tahu betul betapa kejamnya polisi terhadap orang kulit hitam.
Peristiwa nahas itu terjadi pada 2015, ketika masih bermain untuk Atlanta Hawks. Karena itu, saat melihat apa yang dialami Floyd, pebasket asal Swiss ini teringat pernah merasakan hal yang serupa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi mengatakan Sefolosha dan Antic tidak terlibat dalam penikaman itu. Tetapi mereka dituduh melakukan pelanggaran ringan, termasuk perilaku tidak tertib dan menghalangi administrasi pemerintah.
Lihat juga:Cara Spencer Kalahkan Nunes di UFC 250 |
Seorang petugas dari kelompok itu mengeluarkan tongkat dan menjulurkannya di dekat Seflosha. Namun belum jelas apakah tongkat itu yang membuatnya cedera. Yang pasti, pebasket 36 tahun itu harus berjalan dengan tertatih-tatih ketika petugas membawanya pergi.
Sefolosha mengalami patah tulang fibula dan kerusakan ligamen ketika ditangkap. Ia mengatakan, cedera itu disebabkan oleh perilaku polisi. Karena cedera tersebut, ia melewatkan sisa musim reguler 2015 dan seluruh postseason.
"Semuanya terjadi begitu cepat, sehingga sulit meski hanya untuk melihat ke belakang, hanya bisa duduk di sel dan berkata, 'Oke, saya tidak melakukan kesalahan apa pun," tutur Sefolosha.
Setelah melihat video Floyd, Sefolosha mengaku marah. Ia menyebut petugas polisi dari Minneapolis itu sengaja membunuh Floyd.
Lihat juga:Marquez Tak Pernah Liburan Demi Punya Motor |
"Bagaimana manusia bisa melakukan itu kepada orang lain, dan hanya duduk di lehernya selama sembilan menit? Sengaja di siang hari membunuh seseorang seperti ini," kata Sefolosha.
"Dan kemarahan itu meluas ke petugas lain yang hanya menonton di sekitarnya," ujar mantan pemain Chicago Bulls itu menambahkan. (sry/nva)
