Lorenzo Kenang Keberhasilan Duel Lawan Rossi di MotoGP 2015

CNN Indonesia | Minggu, 07/06/2020 05:36 WIB
Yamaha's rider Jorge Lorenzo (L) of Spain and teammate Valentino Rossi of Italy celebrate on the podium in the Portugal Grand Prix in Estoril on October 31, 2010. Lorenzo won the race, Rossi placed second and Andrea Dovizioso of Italy third. AFP PHOTO/ FRANCISCO LEONG (Photo by FRANCISCO LEONG / AFP) Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi sempat menjadi rekan satu tim di Yamaha. (FRANCISCO LEONG / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jorge Lorenzo menyebut gelar MotoGP 2015 merupakan yang paling sulit diraih karena persaingan melawan Valentino Rossi yang begitu alot.

Titel juara dunia 2015 merupakan yang terakhir diraih Lorenzo. Sebelumnya mantan pembalap Yamaha itu menjadi juara dunia MotoGP pada 2010 dan 2012.

Ketika menjadi kampiun pada MotoGP 2010 dan 2012, Lorenzo sudah menampilkan performa yang meyakinkan sejak awal. Sementara pada 2015, justru Rossi yang memimpin klasemen meninggalkan pembalap lain termasuk Lorenzo.


"Kemenangan yang paling rumit adalah pada 2015. Valentino memenangi balapan pertama di Qatar dan saya berada di peringkat keempat dan sejak itu saya tertinggal di klasemen," ucap Lorenzo.

"Dalam 17 balapan saya berada di belakangnya dan saya berusaha mengejarnya dan terkadang saya menganggap gelar juara dunia mustahil," sambungnya ketika berbincang dengan mantan pembalap MotoGP, Ben Spies.

GIF Banner Promo Testimoni

Selain sempat tertinggal dari Rossi, pada musim tersebut Lorenzo pun mengalami kecelakaan ketika sedang berlatih di rumah yang membuat ligamennya rusak.

"Saya sedang tidak berada dalam kondisi bagus di Motegi. Di sana, di bawah guyuran hujan, saya di peringkat ketiga, Valentino mengalahkan saya, dan saya jauh di belakang."

"Saya pikir saya kehilangan segalanya, tetapi kemudian balapan di Malaysia dan kesempatan meraih gelar juara di Valencia datang dan saya tidak menyia-nyiakannya. Satu-satunya momen saya menjadi pemimpin klasemen adalah setelah balapan itu," terang Lorenzo dilansir dari Tuttomotoriweb.

Setelah keberhasilan tersebut, performa Lorenzo menurun. Pada MotoGP 2016, mantan juara dunia kelas 250cc itu menempati peringkat ketiga. Lorenzo kemudian bergabung bersama Ducati pada 2017 dan 2018 yang hanya menghasilkan peringkat ketujuh dan kesembilan. Musim lalu Lorenzo finis di peringkat ke-19 sebelum menyatakan pensiun. (nva/nva)

[Gambas:Video CNN]