MGPA Bantah MotoGP Indonesia Terancam Batal karena Corona

CNN Indonesia | Kamis, 25/06/2020 20:29 WIB
Progres pembangunan Sirkuit Mandalika untuk MotoGP Indonesia. MotoGP Indonesia 2021 akan tetap digelar di Sirkuit Mandalika. (MGPA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Chief Strategic Communication Officer Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Happy Harinto menyatakan tidak ada rencana pembatalan MotoGP Indonesia pada 2021 sebagai imbas pandemi virus corona.

Menurut Happy Harinto, Indonesia tetap akan menjadi tuan rumah MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika.

Happy kepada CNNIndonesia.com mengatakan sejauh ini semua persiapan MotoGP 2021 tetap berjalan lancar dan tidak ada perubahan.


"Kondisinya baik-baik saja. Semua berjalan sesuai rencana. Tidak ada rencana pembatalan sama sekali. Indonesia tetap akan dan tetap menjadi tuan rumah MotoGP di 2021," kata Happy melalui sambungan telepon, Kamis (25/6).

Sebelumnya, dalam rapat kerja denga Komisi VI DPR RI, Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer menyebut penyelenggaraan MotoGP Indonesia pada 2021 akan dikembalikan ke Dorna Sports jika pandemi virus corona belum juga mereda.

Bagi Happy, saat ini penyelenggara sedang semangat-semangatnya mengerjakan hal detail terkait teknis pelaksanaan. Happy optimistis Dorna Sports tidak akan membuat perubahan sehingga balapan MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika tetap berjalan.

[Gambas:Video CNN]

Sampai dengan saat ini pihak MGPA belum mengetahui tanggal dan bulan MotoGP Indonesia pada 2021 mendatang. Dorna sendiri direncanakan mengumumkan jadwal MotoGP Indonesia pada Agustus 2020 mendatang.

"Kemungkinan besar Indonesia dapat jadwal di akhir musim. Kalau di awal tidak mungkin. MGPA sebagai penyelenggara berharap Oktober sudah bisa jalan, sehingga kami punya waktu untuk persiapan yang lebih matang," ungkap Happy.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Dijelaskan Happy, pembangunan sirkuit di Mandalika dengan luas 4,3 kilometer berjalan sesuai rencana. Namun, Happy tidak membantah persiapan infrastruktur sirkuit sempat dihentikan karena Covid-19.

"Sempat mundur sebulan antara Maret ke April karena terhambat pandemi Covid-19, dan kami berusaha melaksanakan protokol Covid-19 seketat mungkin. Jadi sekarang yang tertinggal itu harus dibayar, dilunasi supaya target akhir tahun ini sirkuit selesai," jelas Happy.

"Awal 2021 kami sudah mulai urus penyelenggaraan sambil menyelesaikan yang kurang-kurang," ucap Happy menambahkan.

(TTF/jun)