Man City Kalahkan UEFA, Prediksi Legenda MU Tepat

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 21:05 WIB
Referee Kevin Friend gestures to Manchester City players appealing for a penalty shot during the English League Cup semifinal second leg soccer match between Manchester City and Manchester United at Etihad stadium in Manchester, England, Wednesday, Jan. 29, 2020. (AP Photo/Dave Thompson) Manchester City mengalahkan hukuman dari UEFA. (AP Photo/Dave Thompson)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernyataan nyinyir mantan bek Manchester United, Gary Neville, kembali mencuat. Kali ini giliran sindiran dia pernah memprediksi Manchester City akan mengalahkan hukuman dari UEFA.

Media pemegang hak siar Liga Inggris, Sky Sports, kembali mengunggah komentar Neville yang tak yakin UEFA bakal menang lawan klub raksasa Man City.

Komentar Neville pun kembali jadi guyonan netizen usai The Citizens memenangkan banding atas sanksi dari UEFA di Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).


Sanksi dari UEFA berupa larangan dua tahun berlaga di kompetisi level Eropa pun dibatalkan CAS. Dengan demikian, skuad besutan Pep Guardiola masih bisa berlaga di Liga Champions.

Tak pelak, prediksi Neville tepat sekali setelah berkomentar sinis terkait ketidakpercayaanya terhadap Man City maupun UEFA.

"Saya pikir Man City akan mengalahkan UEFA. Saya sama sekali tidak percaya dengan mereka," demikian pernyataan Neville pada Februari ketika Man City mengajukan banding ke CAS.

Sebelumnya, UEFA menjatuhkan sanksi kepada The Citizens karena klub itu dianggap melakukan penggelapan laporan keuangan terkait sponsor untuk menghindari sanksi financial fair play (FFP).

Bukan hanya larangan bertanding di level Eropa, Man City saat itu didenda UEFA sebesar 30 juta euro atau setara Rp491 miliar.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Belakangan, denda itu juga dikurangi CAS menjadi 10 juta euro (Rp163 miliar). CAS menilai The Citizens tetap tidak kooperatif atas usaha investigasi yang dilakukan pihak UEFA sehingga denda hanya dikurangi.

Putusan CAS merupakan yang tertinggi dan final sehingga pihak UEFA tak bisa melakukan banding atas putusan itu.

(bac/bac)