Kejutan di PBSI Home Tournament

CNN Indonesia | Sabtu, 25/07/2020 14:46 WIB
PBSI Home Tournament telah berakhir, sejumlah kejutan terjadi pada ajang bulutangkis di tengah pandemi Covid-19. Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan meraih juara PBSI Home Tournament kategi ganda. (dok.PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah libur panjang tanpa turnamen karena pandemi virus corona (Covid-19), ketangkasan atlet pelatnas badminton Indonesia diuji dalam PBSI Home Tournament.

Ajang ini jadi percobaan sekaligus pembuktian kecepatan, kekuatan fisik, kematangan teknik dan strategi selama hampir empat bulan tanpa pertandingan dan fokus berlatih di Pelatnas. Turnamen ini menyita fokus dan juga kekuatan atlet lantaran dituntut bermain hingga dua kali sehari dalam tiga hari.

Banyak kejutan tercipta dalam turnamen yang mempertemukan seisi Pelatnas, senior vs junior ini. Apresiasi dan catatan patut diberikan melihat performa yang ditampilkan setiap atlet, mengingat turnamen ini jadi gambaran peta kekuatan pelatnas saat ini.


Ganda Putra

Pertarungan menarik terjadi di ganda putra yang mengalami perombakan pasangan. Tiga pasangan senior yang sudah meraih berbagai gelar juara dipasangkan dengan atlet junior. Mereka menjalani lima pertandingan saling berhadapan untuk memperebutkan posisi pertama.

Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan berhasil menjadi kampiun dengan meraih kemenangan sempurna. Tak butuh waktu lama bagi Fajar/Yere untuk bisa beradaptasi satu sama lain di lapangan. Langsung tampil kompak dan taktis sedari awal turnamen jadi kunci keberhasilan Fajar/Yere.

Kevin Sanjaya Sukamuljo, Reza Pahlevi di PBSI Home TournamentKevin Sanjaya Sukamuljo/Reza Pahlevi dipasangkan di PBSI Home Tournament. (Dok. PBSI)

Fajar dengan cepat mengontrol permainan di depan net, mengolah umpan matang untuk kemudian dismash keras oleh Yere di garis belakang. Fajar/Yere tak terkalahkan selama turnamen, termasuk dari Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang juga tampil baik dengan finis di posisi kedua. Kevin/Reza memperoleh tiga kali kemenangan, hanya unggul jumlah gim dari Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin yang juga meraih tiga kemenangan.

Tampil baik di awal laga, Kevin/Reza gagal menjaga momentum di dua pertandingan terakhir. Saat bertemu Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando, Kevin/Reza kalah 21-16, 21-23, dan 12-21. Di partai pamungkas, Kevin/Reza kembali kalah dari Fajar/Yere yang menang dua gim langsung 18-21 dan 18-21.

Sedangkan Rian/Daniel yang menempati peringkat ketiga, terlambat panas di turnamen ini. Rian/Daniel tampil tak padu di hari pertama sehingga menelan dua kekalahan mudah dan menempati klasemen terbawah.

Namun, mereka langsung memperbaiki penampilan dengan komunikasi dan mengubah strategi dengan lebih mengontrol permainan di depan net untuk mengatur serangan. Hasilnya, Rian/Daniel melesat ke tempat ketiga dengan menyapu bersih tiga pertandingan terakhir.

Sementara itu pengalaman The Daddies, Hendra Setiawan dan Ahsan belum mampu membawa junior mereka mengeluarkan permainan terbaik sehingga harus puas berada di dua peringkat terbawah.

Ganda Campuran

Di ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti terlalu perkasa. Pasangan yang baru saja menjuarai turnamen prestisius All England pada Maret lalu membuktikan diri sebagai ganda campuran terbaik Indonesia saat ini.

Tak ada kesulitan berarti bagi Praveen/Melati selain harus bermain rubber set di perempat final saat bertemu dengan unggulan kedua Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja 15-21, 21-19, dan 21-18. Laga final dini ini tercipta lantaran Hafiz/Gloria menempati posisi runner up grup setelah menelan kekalahan dari pasangan yang baru dipasangkan kembali Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow 20-22 dan 16-21.

Akbar/Winny sendiri melesat ke partai final setelah mengalahkan sejumlah ganda yang berperingkat jauh di atasnya, termasuk Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari di semifinal. Setelah sempat berpasangan dengan Tontowi Ahmad, Winny bermain lebih matang di depan net. Begitu pula dengan pola permainan Akbar yang sempat bermain di ganda putra beberapa waktu lalu.

Tempat ketiga di ganda campuran diduduki Adnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso. Mereka menang lewat pertarungan sengit di perebutan tempat ketiga atas Rinov/Pitha 21-15, 14-21, dan 22-20.

Tunggal Putra

Catatan tersendiri untuk tunggal putra setelah tiga pemain yakni Firman Abdul Khalik, Muh Asqar Harianto, dan Jonatan Christie mengalami masalah fisik. Mereka memutuskan mundur dari pertandingan. Jonatan mundur karena mengalami kram dan tak bisa bermain di semifinal melawan Shesar Hiren Rhustavito.

Praktis tak banyak kejutan terjadi di tunggal putra setelah empat tempat di semifinal ditempati empat unggulan teratas yakni Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Shesar, dan Chico Aura Dwi Wardoyo.

Di final, Shesar harus mengakui keunggulan Ginting yang merebut gelar juara. Sebagai tunggal putra terbaik, Ginting tampil konsisten sejak awal pertandingan.

[Gambas:Video CNN]

Ganda Putri

Sejumlah laga menarik tercipta di ganda putri. Adu ngotot dan adu kuat disajikan dalam pertarungan ganda senior dan pratama di Pelatnas PBSI.

Penampilan yang menjanjikan ditunjukan oleh sejumlah ganda putri junior, seperti Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari yang berhasil menembus semifinal setelah revans dari unggulan kedua Nita Violina Marwah/Putri Syaikah di perempat final. Sebelumnya Jesita/Lanny sempat kalah di babak penyisihan grup.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Pasangan dadakan Febby Valencia Dwijayanti/Greysia Polii juga tampil apik. Seperti biasa, Greysia yang sudah sering gonta-ganti pasangan mampu langsung klop dan membantu Febby mengeluarkan permainan terbaiknya. Mereka berhasil menempati peringkat ketiga. Di akhir pertandingan, Febby mengaku belajar banyak dari seniornya yang kaya pengalaman itu.

Pasangan dadakan lainnya, Apriani Rahayu yang memilih dipasangkan dengan Mychelle Chrystine Bandaso yang biasa bermain di ganda campuran juga tampil memukau. Meski kerap salah komunikasi, Apriani/Mychelle tetap mampu melenggang ke partai puncak.

Di final, smash-smash Apriyani ditambah sergapan cepat Michelle di depan net mampu merepotkan unggulan pertama Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Namun, pola permainan yang lebih padu dan pertahanan yang kuat dari Ribka/Fadia belum mampu dibendung. Ribka/Fadia keluar sebagai juara setelah menang 21-17 dan 25-23.

Ribka/Fadia yang pada tahun ini masih berusia 20 tahun mempertontonkan penampilan ganda putri yang menjanjikan, full power, penuh serangan, juga pertahanan yang kuat. Dalam wawancara pada akhir pertandingan, Ribka/Fadia menyatakan dengan tegas siap meneruskan estafet ganda putri Indonesia.

Tunggal Putri

Banyak kejutan di terjadi di pertarungan tunggal putri. Kabar baiknya, sejumlah tunggal putri pratama menunjukkan permainan yang mumpuni. Sebaliknya, beberapa tunggal putri senior yang saat ini menjadi tumpuan tak menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Hanya Gregoria Mariska Tunjung yang berhasil menjadi juara dan juga satu-satunya tunggal putri senior yang berada di podium tiga besar. Dua tempat lainnya berturut-turut diisi Putri Kusuma Wardani yang masih berusia 18 tahun dan Saifi Rizka Nur Hidayah yang masih 17 tahun. Putri dan Saifi sama-sama tampil ulet sejak pertandingan pertama.

Putri berhasil menjadi juara grup setelah menyapu bersih tiga kemenangan, termasuk atas Gregoria. Di babak delapan besar, Putri juga mengalahkan tunggal putri terbaik kedua Indonesia Fitriani. Sebelumnya, FItriani yang berstatus runner up grup kalah dari tunggal pratama lainnya, Komang Ayu Cahya Dewi 13-21 dan 19-21.

Sedangkan Saifi melangkah ke babak delapan besar dengan status runner up grup dan mampu mengalahkan Komang di delapan besar.

Sementara itu, setelah sempat kalah di pertandingan pertama, Gregoria berhasil mengevaluasi permainannya. Dia menang atas Ruselli Hartawan di delapan besar dan atas Saifi di semifinal. Di partai final, Gregoria tak lagi mau terbawa permainan Putri. Dia lebih mematangkan bola dan akurasi netting serta lebih banyak menyerang.

Hasil pertandingan di PBSI Home Tournament ini bisa menjadi catatan dan evaluasi untuk setiap atlet dan juga pelatih. Pasalnya, di masa pandemi yang sepi pertandingan, menjaga motivasi, teknik, serta fisik yang prima sangat diperlukan jika sewaktu-waktu pertandingan siap digelar dengan aman.

Hingga saat ini belum ada kejelasan pertandingan yang bakal digelar dalam waktu dekat. Namun, PBSI mengaku kini fokus pada mempersiapkan atletnya untuk merebut piala Thomas & Uber Cup 2020.

(ptj/bac)