ANALISIS

Dilema Gareth Bale: Gaji Besar, Tenaga Kurang

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 19:03 WIB
Gareth Bale tidak lagi diterima di Real Madrid. Namun Bale bakal kesulitan untuk mencari klub baru yang mau memenuhi kriterianya. Gareth Bale sedang mengalami masa sulit di Real Madrid. (GABRIEL BOUYS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gareth Bale tidak lagi diterima di Real Madrid. Namun Bale bakal kesulitan untuk mencari klub baru yang mau memenuhi kriterianya.

Bale tidak dibawa Zinedine Zidane ke laga lawan Manchester City di Liga Champions. Hal itu jadi isyarat kuat bahwa Bale tidak lagi memiliki tempat di Real Madrid pada era Zidane.

Bale dalam masa jaya adalah salah satu tulang punggung Real Madrid. Gol di final Liga Champions 2013/2014 dan 2017/2018 membuat ia punya tempat khusus dalam sejarah Real Madrid.


Namun Bale pada akhirnya tidak bisa diandalkan dalam momentum kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus. Bale tidak bisa bertindak sebagai tokoh utama karena lebih sering berkutat dengan cedera.

Kehadiran Eden Hazard meskipun belum tampil memuaskan plus sejumlah pemain muda macam Vinicius Jr semakin menegaskan Real Madrid mulai terbiasa bermain tanpa pengaruh Bale.

Real Madrid's Welsh forward Gareth Bale (R) celebrates with Real Madrid's Croatian midfielder Luka Modric after opening the scoring during the UEFA Champions League group G football match AS Rome vs Real Madrid on November 27, 2018 at the Olympic stadium in Rome. (Photo by Filippo MONTEFORTE / AFP)Gareth Bale punya peran besar di balik sukses Madrid namun kini perannya tak lagi krusial. (Filippo MONTEFORTE / AFP)

Keberhasilan Zidane membawa Real Madrid juara Liga Spanyol tanpa peran Bale adalah pembuktian bahwa Bale memang tak lagi diperlukan di Los Blancos.

Bale tak lagi krusial dan bisa jadi pemain yang mampu mengubah alur pertandingan. Meski pintu keluar telah terbuka, Bale tidak akan lantas dengan mudah melenggang keluar.

Faktor gaji besar adalah salah satu hal yang menggantung masa depan pemain asal Wales itu. Dengan kontrak Bale masih tersisa hingga 2022, Bale bisa terus menikmati gaji besar tanpa dimainkan di Real Madrid.

Gaji Bale mencapai 14,5 juta euro per musim alias Rp251 miliar. Jumlah tersebut sangat besar bahkan untuk ukuran di Real Madrid.

Permasalahan gaji ini yang kemudian menjadi pelik. Dengan usia Bale menginjak 31 tahun plus faktor cedera yang sering membelit dirinya, berat bagi klub-klub peminat untuk maju ke depan membicarakan transfer tanpa pemikiran panjang.

Spanish referee Alejandro Hernandez (L) talks to Real Madrid's Welsh forward Gareth Bale during the Gareth Bale sering cedera. (LLUIS GENE / AFP)

Usia 31 tahun tanpa kebugaran yang prima, tidak ada jaminan bahwa Bale bisa kuat diandalkan untuk bermain dalam satu musim penuh dengan jadwal yang padat.

Manchester United disebut sebagai klub yang punya minat pada Bale. Tetapi melihat proyek perburuan Jadon Sancho, MU jelas berpikir lebih realistis dengan tujuan jangka panjang.

Sancho bakal terus berkembang sedangkan Bale kemungkinan besar hanya tinggal memiliki sisa-sisa kejayaan.

Tottenham Hotspur juga memberikan jalan untuk pulang bagi Bale. Namun semua tentu mengerti Tottenham tak akan bakal mungkin menyetujui standar gaji Bale seperti halnya di Madrid.

Real Madrid's head coach Zinedine Zidane looks at the field during the Spanish La Liga soccer match between Real Madrid and Getafe at the Alfredo di Stefano stadium in Madrid, Spain, Thursday, July 2, 2020. (AP Photo/Bernat Armangue)Foto: AP/Bernat Armangue
Real Madrid's head coach Zinedine Zidane looks at the field during the Spanish La Liga soccer match between Real Madrid and Getafe at the Alfredo di Stefano stadium in Madrid, Spain, Thursday, July 2, 2020. (AP Photo/Bernat Armangue)

Menikmati Hidup atau Mengembalikan Reputasi

Dengan sisa kontrak dua musim lagi, Madrid mesti membayar kompensasi andai mereka ingin melakukan pemutusan kontrak.

Namun bisa pula ditempuh cara lain seperti kesepakatan bersama yang membolehkan Bale diboyong dengan status bebas transfer oleh klub yang berminat.

Tentu bakal lebih menguntungkan bagi Real Madrid bila ada yang mau membayar untuk transfer Bale. Tetapi melihat situasi pasar yang terdampak pandemi corona, sulit menemukan klub yang ingin membayar mahal demi pemain di atas 30 tahun. Belum lagi memikirkan gaji Bale yang harus mereka tanggung.

Bukan hanya Real Madrid yang harus dipusingkan oleh situasi saat ini. Sebagai mantan pemain termahal di dunia, Bale juga mesti ambil sikap dalam merumuskan pemecahan masalah.

Andai Bale memilih menikmati sisa karier dan tak lagi memprioritaskan prestasi, tentu Bale bisa dengan santai bertahan di Real Madrid.

Langkah lain yang bisa ditempuh adalah pindah ke Liga Super China yang sempat menawarkan bayaran besar, pun begitu halnya MLS.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Tetapi bila Bale adalah sosok yang mementingkan reputasi, Bale tentu rela menurunkan gaji demi menarik minat klub lain, terutama klub-klub di Liga Inggris.

Dengan menurunkan standar gaji, daya tarik Bale bakal lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Momen itulah yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh Bale untuk membuktikan bahwa levelnya masih tinggi.

Karena Bale harus sadar, standar gajinya saat ini tak lagi ideal dengan penampilan yang ia tunjukkan di lapangan.

(ptr)

[Gambas:Video CNN]