Diklaim Tak Bau Sampah, GBT Bakal Dicek FIFA

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 05:04 WIB
Menpora RI, Zainudin Amali, mengklaim Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya tak bau sampah dan akan dicek FIFA pada September. Foto ilustrasi. Suasana Stadion Gelora Bung Tomo saat renovasi. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengklaim Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya yang bakal jadi venue Piala Dunia U-20 2021 tidak lagi bau sampah. GBT juga sudah siap untuk menyambut kedatangan FIFA yang direncanakan September mendatang.

Hal itu diungkapkan Menpora saat menerima kunjungan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Kantor Kemenpora, Kamis (6/8). Seperti diketahui, lokasi Stadion GBT berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya.

"Saya perlu luruskan, GBT sangat layak dengan urusan lingkungan, sudah beres. Tidak ada masalah, karena saya pernah langsung hadir di situ dan tidak ada masalah," kata Menpora.


Lebih lanjut, Menpora menjelaskan bahwa terakhir kali datang ke Stadion GBT saat pembukaan Liga 1 2020 pada 29 Februari lalu, ia sama sekali tidak mencium aroma sampah. Bahkan, beberapa jam di GBT, Menpora menyebut tidak ada masalah sama sekali.

"Tadi kami dapat informasi dari Ibu Wali Kota kalau ada masalah bau sampah, warga pasti langsung protes," imbuhnya Menpora.

Wali Kota Surabaya, Risma juga memastikan tidak ada aroma sampah dari TPA Benowo yang sampai ke Stadion GBT. Bahkan Risma memuji TPA Benowo yang disebut sebagai satu-satunya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) pertama sekaligus terbesar di Indonesia.

Menpora menerima laporan kesiapan Stadion GBT untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 langsung dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Kamis (6/8).Menpora RI, Zainudin Amali, menerima kunjungan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. (Dok. Kemenpora)

"Saya bersyukur TPA Benowo satu-satunya dan yang pertama di Indonesia sebagai penghasil tenaga listrik. Saya juga akan menghadap Presiden untuk minta diresmikan," ujar Risma.

Risma mengakui keterlambatan dalam proses renovasi GBT dan lima lapangan pendukung yang digunakan untuk latihan sesuai arahan FIFA. Hal itu dikarenakan pandemi Covid-19 yang masuk ke Indonesia sejak Maret lalu.

Namun, Risma memastikan Stadion GBT bakal siap menyambut kedatangan FIFA September mendatang. Hanya saja, pada September diperkirakan baru dua lapangan latihan yang siap, sedangkan tiga lainnya masih dalam proses.

"Nanti ada kunjungan FIFA September, mungkin saat itu 90 persen sudah siap. Namun dari lima lapangan latihan, baru dua yang siap di September. Sebab tiga lapangan latihan lainnya baru kami buat dan tidak terpisah dari Stadion Utama," jelas Risma.

[Gambas:Video CNN]

Dua lapangan latihan yang diperkirakan siap menyambut kedatangan FIFA ke Surabaya, ungkap Risma yakni Stadion Gelora 10 November dan Lapangan Thor. Kedua lapangan latihan itu disebut sudah memasuki tahap final renovasi dan bakal selesai September mendatang.

"Tiga lapangan lain itu berada di utara Stadion GBT. Prosesnya pengurukan sudah, lapangan sudah tinggal fisik bangunan yang targetnya November selesai."

"Pandemi Covid-19 membuat proses sempat berhenti karena keuangan kami fokuskan ke penanganan Covid-19, jadi terhambat. Makanya kami ke sini untuk meminta bantuan dari PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) melalui Kemenpora," jelas Risma.

Selain itu, Risma menjelaskan akses jalan menuju Stadion GBT juga sudah diperbaiki. Termasuk pelebaran jalan dan membuka akses baru dari arah keluar tol.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

"Jalan yang sudah eksis kami lebarkan dan ini sudah hampir 90 persen. Tapi kami buat jalan baru dari arah tol sepanjang 400 meter, Januari selesai. Jalan ini bukan hanya untuk ke stadion, tapi juga buat ke pelabuhan. Akses ke GBT sekarang ada empat akses," ungkapnya.

Selain Stadion GBT, Presiden Jokowi Widodo juga sudah memerintahkan untuk merenovasi lima stadion lain yang bakal menjadi venue Piala Dunia U-20 2021; Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Stadion Jalak Harupat, Jawa Barat, Stadion Manahan Solo, Stadion Jakabaring, Palembang dan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

(TTF/bac)