Liga Champions

Usung Strategi Anti-Munchen, Setien Korbankan Griezmann

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 06:06 WIB
Antoine Griezmann jadi korban karena pelatih Barcelona ingin memakai strategi anti Bayern Munchen di perempat final Liga Champions. Antoine Griezmann jadi korban perubahan taktik Barcelona di perempat final Liga Champions. (AP Photo/Joan Monfort)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Barcelona Quique Setien berencana melakukan perubahan strategi saat menghadapi Bayern Munchen pada perempat final Liga Champions di Stadion Da Luz, Lisbon, Sabtu (15/8) dini hari waktu Indonesia. Perubahan ini memakan korban yakni Antoine Griezmann.

Dilansir Sport, Setien mengubah pendekatan taktik karena ingin lini tengah timnya lebih solid. Mantan pelatih Real Betis itu ingin mengganti formasi tim dari 4-3-3 ke 4-4-2 yang diyakini ampuh untuk menyingkirkan Munchen.

Perubahan ini dilakukan Setien karena mewaspadai kelebihan Munchen. Die Roten adalah tim yang unggul dari segi kekuatan fisik dan juga kecepatan.


Dengan formasi ini, Barcelona hanya akan mengandalkan Luis Suarez dan Lionel Messi di lini depan. Suarez diplot sebagai targetman sedangkan Messi bisa bermain lebih bebas di belakang striker.

Barcelona's Luis Suarez celebrates with teammates after scoring his side's third goal during the Champions League round of 16, second leg soccer match between Barcelona and Napoli at the Camp Nou Stadium in Barcelona, Spain, Saturday, Aug. 8, 2020. (AP Photo/Joan Monfort)Barcelona lolos ke perempat final Liga Champions setelah menyingkirkan Napoli. (AP/Joan Monfort)

Sementara itu, Griezmann harus jadi korban dari keputusan Setien. Ia harus rela duduk di bangku cadangan karena Setien butuh empat pemain yang bertugas di lini tengah.

Barcelona juga mendapat tambahan tenaga di lini tengah dengan kembalinya Ousmane Dembele, Sergio Busquets dan Arturo Vidal. Dua nama terakhir absen saat mengalahkan Napoli karena sanksi.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Kembalinya Busquets dan Vidal membuat persaingan di lini tengah bakal lebih sengit. Satu di antara Frenkie de Jong, Sergi Roberto, dan Ivan Rakitic harus duduk di bangku cadangan setelah dimainkan sejak menit pertama kontra Napoli.

Formasi 4-4-2 sendiri tidak asing dipakai Setien di Barcelona. Juru racik formasi asal Spanyol itu pernah memakai formasi serupa saat menghadapi Real Madrid dan Atletico Madrid.

Sialnya dalam dua laga itu, formasi 4-4-2 Barcelona tidak mampu menghadirkan kemenangan. Namun begitu, formasi 4-4-2 dianggap pas agar Blaugrana menguasai bola dan meminimalikan ancaman Munchen yang sangat berbahaya saat menyerang dari sektor sayap.

(ptr)

[Gambas:Video CNN]