PBSI Masih Bingung Soal Indonesia Open dan Asia Open

CNN Indonesia | Jumat, 28/08/2020 14:29 WIB
Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto bakal meminta penjelasan pada BWF soal pembatalan Indonesia Open dan rencana Asia Open. PBSI masih meminta kejelasan pada BWF soal Indonesia Open dan Asia Open. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Achmad Budiharto menyebut bakal meminta penjelasan ke Badminton World Federation (BWF) terkait pembatalan jadwal Indonesia Open 2020.

Sebelumnya, BWF memberikan jadwal kepada PBSI untuk menggelar Indonesia Open pada Juni 2020. Pandemi covid-19 membuat agenda itu bergeser ke 17-22 November 2020.

Dalam perkembangan terbaru, BWF membatalkan seluruh agenda tersisa dan menetapkan dua turnamen yang bertajuk Asia Open I dan Asia Open II yang belum ditentukan tempatnya. Waktu pelaksanaan Asia Open I mengambil slot yang sebelumnya milik Indonesia Open.

"Saya mau minta penjelasan dulu ke BWF soal Indonesia Open. Tadinya masih dibolehkan terus dibatalkan ini bagaimana?" ucap Budi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/8).


Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo bertanding melawan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 21 Juli 2019.Kevin/Marcus juara Indonesia Open 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Indonesia masih memungkinkan untuk menjadi tuan rumah Asia Open. Tuan rumah untuk gelaran turnamen tersebut belum ditentukan oleh BWF.

"Ya kami mau minta penjelasan BWF dulu. Penawarannya bagaimana. Karena dalam kondisi seperti ini kami harus bicara dulu dengan pemerintah, dengan yang punya Jakarta. Izinnya bagaimana? Itu yang pertama. Boleh enggak?" ujarnya.

Budi menjelaskan bayak konsekuensi dan risiko yang diambil untuk menggelar turnamen di masa pandemi seperti sekarang. Selain faktor kesiapan panitia, aspek lain yang harus dipikirkan juga meliputi biaya yang dikeluarkan, gedung yang akan digunakan dan waktu pertandingan.

Selain itu, BWF juga merilis revisi jadwal lanjutan kompetisi World Tour 2020. Piala Thomas dan Uber 2020 bakal tetap digelar Aarhus, Denmark, 3-11 Oktober, disusul Denmark Open I 2020 di Odense, Denmark, 13-18 Oktober dan Denmark Open II 2020 pada 20-25 Oktober mendatang.

Di wilayah Asia, BWF menjadwalkan turnamen Asia Open I 2020 yang lokasinya belum ditentukan pada 10-15 November. Dilanjutkan dengan Asia Open II 2020 pada 17-22 November.

Sedangkan BWF World Tour Finals 2020 rencananya digelar pada 25-28 November dengan lokasi yang juga belum ditentukan.

"Menyelenggarakan event tidak gampang dan tidak murah. Itu salah satu konsentrasi kami. Kita baca dulu fokus BWF apa. [Perubahan jadwal] ini kan salah satu usaha untuk memproteksi atlet dan ofisial dari risiko terpapar covid-19. Kalau pergi ke negara lain ada risiko tinggi yang jadi pertimbangan."

"Perubahan jadwal itu mempermudah traveling hanya di satu negara. Jadi lebih simpel, anggaran lebih sedikit," ungkap Budiharto.

GIF Banner Promo Testimoni

Jadwal lanjutan kompetisi BWF World Tour 2020:

Piala Thomas dan Uber 2020 (Aarhus, Denmark, 3-11 Oktober 2020)

Denmark Open I 2020 (Odense, Denmark, 13-18 Oktober)

Denmark Open II 2020 (Odense, Denmark, 20-25 Oktober)

Asia Open I 2020 (Lokasi belum ditentukan, 10-15 November)

Asia Open II 2020 (Lokasi belum ditentukan 17-22 November)

BWF World Tour Finals 2020 (Lokasi belum ditentukan, 25-28 November)

(TTF/ptr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK