Strategi LIB Cegah Klaster Covid-19 di Kompetisi Liga 1 2020

jun, CNN Indonesia | Selasa, 08/09/2020 23:43 WIB
PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah menyiapkan strategi untuk mencegah terjadinya klaster Covid-19 di Liga 1 2020 yang akan dimulai 1 Oktober mendatang. Operator kompetisi sudah siapkan strategi pencegahan Covid-19 Liga 1 2020. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah menyiapkan strategi untuk mencegah terjadinya klaster Covid-19 di Liga 1 2020 yang akan dimulai 1 Oktober mendatang.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengatakan LIB sebagai operator kompetisi sudah menyiapkan protokol Covid-19 di Liga 1 2020. Mulai dari audiensi dengan pemerintah daerah dan Kapolda setempat.

"Kedua, kompetisi tanpa penonton itu sudah jelas. Beberapa liga luar juga menerapkan itu. Kemudian Satgas juga akan memberikan bantuan tes swab kepada kami. Jadi seluruh pemain yang akan main di semua wilayah, kita lakukan itu [tes swab] dengan ketat. Makanya, ada zona 1,2,3," kata Iwan Bule di Kantor Kemenpora, Selasa (8/9).


"Jadi memang kesehatan itu hal utama. Nanti yang berkaitan dengan langkah-langkah penerapan protokol kesehatan harus dijalankan di kompetisi. Bukan hanya dokter PSSI saja, dokter pemerintah juga akan terlibat. Bahkan, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 sudah merekomendasikan, silakan untuk dilanjutkan dan protokol kesehatan nomor satu."

Banner gif video highlights MotoGP

Iwan Bule juga mengimbau kepada suporter klub peserta Liga 1 untuk menghormati aturan yang telah dikeluarkan PSSI maupun pemerintah. Di antaranya, tidak datang ke stadion, termasuk membuat kerumunan di area sekitar stadion dan menggelar nonton bareng (nobar).

"Kami imbau kepada suporter dan masyarakat tolong hormati aturan yang ada. Tanpa penonton, kerumunan tidak boleh, nobar juga tidak boleh. Kita nikmati saja pertandingan di rumah saja. Timnas main saja kalian bisa nonton di rumah," terangnya.

"[Kompetisi Liga 1] benar-benar jadi contoh kompetisi untuk cabor lainnya. Jadi kompetisi profesional harus dilakukan dengan profesional. Kami menaruh harapan besar kepada Ketua Umum PSSI karena saya yakin beliau pasti memfokuskan kesehatan dan keselamatan. Apalagi nanti di Stadion akan dibatasi hanya 270 orang itu sudah termasuk pemain, ofisial, panitia, keamanan dan sebagainya. Ini hal yang baik dan saya yakin tidak akan terjadi apa-apa," ujar Menpora.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali berharap apa yang dilakukan LIB dan PSSI untuk kembali melanjutkan gelaran kompetisi Liga 1 2020 di tengah pandemi Covid-19 bisa menjadi contoh kompetisi untuk cabang olahraga (cabor) lain.

(TTF/jun)

[Gambas:Video CNN]