Lima Juara di Enam Seri, MotoGP 2020 Paling Ketat

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 13:17 WIB
Balapan MotoGP 2020 jadi yang paling ketat sejak sistem 25 poin untuk juara seri diperkenalkan pada 1993 silam. Persaingan juara MotoGP 2020 berlangsung sengit dengan jarak antarpembalap yang cukup ketat. (AP/Antonio Calanni)
Jakarta, CNN Indonesia --

Balapan MotoGP 2020 jadi yang paling ketat sejak sistem 25 poin untuk juara seri diperkenalkan pada 1993 silam. Setidaknya pemandangan itu yang terlihat hingga enam seri yang telah berlangsung.

Dilansir AS, Andrea Dovizioso menempati puncak klasemen sementara dengan 76 poin. Pembalap Ducati itu unggul enam poin atas Fabio Quartararo dari enam seri yang sudah berlangsung.

Jarak dua pembalap teratas dengan para pembalap yang berada di posisi papan tengah juga tidak jauh. Dovizioso hanya unggul 28 poin atas Miguel Oliveira yang menempati posisi ke-10 klasemen pembalap.


Oliveira saat ini mengoleksi 48 poin. Koleksi poin pembalap asal Portugal itu melesat usai keluar sebagai juara MotoGP Styria.

Ducati's Italian rider Andrea Dovizioso rides during the fourth training of Moto GP Austrian Grand Prix at Red Bull Ring circuit in Spielberg, Austria on August 15, 2020. (Photo by JOE KLAMAR / AFP)Andrea Dovizioso menempati posisi teratas klasemen pembalap MotoGP 2020. (AFP/JOE KLAMAR)

Keberhasilan Oliveira jadi juara seri sama dengan yang ditorehkan Dovizioso. Pembalap berusia 32 itu keluar sebagai pemenang di MotoGP Austria.

Di luar itu, Dovizioso finis ketiga di MotoGP Spanyol, kelima di MotoGP Andalusia, kesebelas di MotoGP Republik Ceko, kelima di MotoGP Styria, dan hanya finis ketujuh di MotoGP San Marino. Sementara dua seri awal MotoGP 2020 jadi milik Quartararo yang belakangan performanya merosot drastis.

Quartararo jadi satu-satunya pembalap di musim ini yang bisa menjuarai dua seri. Sisanya bergantian dimenangi oleh Brad Binder, Dovizioso, Oliveira, dan yang paling anyar Franco Morbidelli.

Banner gif video highlights MotoGP

Persaingan ketat di klasemen pembalap ini membuat peta persaingan meraih gelar juara dunia MotoGP 2020 sulit ditebak. Hal ini lantaran tidak ada pembalap yang bisa tampil dominan di setiap seri seperti Marc Marquez.

"Tidak ada yang favorit untuk memenangi kejuaraan ini. Mungkin terlihat tidak ada satupun yang ingin memenanginya, tetapi faktanya semua pembalap ingin mendapatkannya," ujar Morbidelli.

"Tahun ini persaingan begitu kompetitif dan luar biasa dibandingkan tahun lalu. Ada banyak pilihan ban yang berbeda dan ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya," kata Francesco Bagnaia yang berada di posisi ke-14 klasemen pembalap menimpali.

Seri MotoGP selanjutnya akan berlangsung di Sirkuit Misano dengan tajuk MotoGP Emilia Romagna, Minggu (20/9). Live streaming MotoGP Emilia Romagna 2020 bisa disaksikan di CNNIndonesia.com, sementara siaran langsung bisa dilihat di Trans 7.

(jal/nva)

[Gambas:Video CNN]