ANALISIS

Nasib Sial Chelsea: Bek Kartu Merah, Kepa pun Blunder

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 10:26 WIB
Chelsea belum cukup kuat menghadapi Liverpool. Hal itu diperparah kartu merah dan blunder yang dilakukan Kepa Arrizabalaga. Frank Lampard punya tugas berat menyatukan pemain-pemain baru di awal musim. (AP/Matt Dunham)
Jakarta, CNN Indonesia --

Chelsea bertabur bintang di hadapan Liverpool. Namun persiapan yang minim plus sederet kesalahan termasuk blunder Kepa Arrizabalaga membuat Chelsea tumbang di hadapan The Reds dalam laga Liga Inggris di Anfield.

Duel Chelsea lawan Liverpool di babak pertama tidak menarik. Liverpool tidak mendaratkan tembakan tepat sasaran. Sementara itu Chelsea juga minim peluang dan hanya mendaratkan satu tembakan tepat sasaran yang tidak berbahaya.

Namun momen penting di laga ini terjadi di pengujung babak pertama. Kejelian Jordan Henderson melihat celah di antara Andreas Christensen dan Kurt Zouma berbuah manis.


Sadio Mane yang berlari mengejar bola dijatuhkan oleh Christensen. Setelah melihat VAR, wasit Paul Tierney memutuskan memberikan kartu merah langsung pada Christensen.

Chelsea's Andreas Christensen, center, tackles Liverpool's Sadio Mane during the English Premier League soccer match between Chelsea and Liverpool at Stamford Bridge Stadium, Sunday, Sept. 20, 2020. (AP Photo/Matt Dunham, Pool)Kartu merah Andreas Christensen jadi salah satu momen penting di laga Chelsea vs Liverpool. (AP/Matt Dunham)

Christensen mengambil keputusan terlalu terburu-buru. Dengan sistem permainan kini menerapkan VAR, risiko kartu merah tentu lebih besar dalam duel satu-lawan satu di mulut gawang lantaran wasit bisa mengambil waktu untuk memantau situasi lebih detail.

Keunggulan pemain yang kemudian coba dimaksimalkan Liverpool sejak awal babak kedua. Frank Lampard mencoba merespons keadaan itu dengan mengganti Kai Havertz demi memasukkan Fikayo Tomori. Hal itu dilakukan demi mengisi posisi bek tengah.

Jurgen Klopp juga merespons keadaan dengan memberikan debut pada Thiago Alcantara. Klopp seolah yakin bahwa keunggulan jumlah pemain membuat Liverpool bisa melakukan perjudian dengan menurunkan Thiago yang belum banyak berlatih bersama.

The Reds langsung mengeksplorasi keunggulan jumlah pemain lewat penguasaan bola dan tekanan yang lebih intens. Liverpool tak butuh waktu lama untuk unggul.

Di menit ke-50, Sadio Mane sukses menjebol gawang Kepa Arrizabalaga. Dalam proses gol pertama ini, Liverpool menunjukkan kerja sama Mohamed Salah-Roberto Firmino-Sadio Mane yang jadi kekuatan utama Liverpool dalam beberapa musim terakhir.

Umpan Salah ke Firmino diteruskan menjadi umpan lambung ke arah Sadio Mane yang langsung menyundul bola masuk ke gawang.

Belum sempat Chelsea berpikir bagaimana menyerang dengan jumlah pemain yang kurang, Kepa Arrizabalaga sudah memberikan petaka lain bagi Chelsea.

Ketika Kepa menguasai bola, ia tetap tenang saat Sadio Mane mengganggunya. Kepa menendang dan bola mengenai Sadio Mane. Bola bergulir di depan gawang dan dengan mudah diubah menjadi gol oleh Mane.

Setelah di bawah penguasaan bola Liverpool, Chelsea sempat mendapatkan angin segar di menit ke-75. Kengototan Timo Werner berbuah penalti di laga ini.

Jorginho yang selama ini punya akurasi penalti sangat bagus kembali maju sebagai algojo. Namun kali ini penalti Jorginho bisa dibendung oleh Alisson Becker dengan baik.

Chelsea's Jorginho, right, fails a penalty shot during the English Premier League soccer match between Chelsea and Liverpool at Stamford Bridge Stadium, Sunday, Sept. 20, 2020.(AP Photo/Matt Dunham, Pool)Chelsea gagal memanfaatkan momentum mencetak gol balasan usai penalti Jorginho diblok oleh Alisson Becker. (AP/Matt Dunham)

Momen penalti gagal Jorginho itu sekaligus menamatkan perlawanan Chelsea di laga lawan Liverpool. Mereka tak lagi punya kesempatan bagus di sisa laga.

Sedikit keberuntungan bagi Chelsea, Liverpool tidak benar-benar memberikan tekanan maksimal di akhir pertandingan. The Reds seolah sudah cukup puas dengan keunggulan 2-0 di tangan.

Menghadapi tim sekelas Liverpool, mustahil Chelsea bisa menang bila melakukan tiga kesalahan beruntun yaitu kartu merah, blunder Kepa, dan kegagalan penalti Jorginho.

Perubahan di Laga Berikut

Fakta bahwa lini belakang Chelsea adalah sektor terburuk di musim lalu tak bisa ditutupi lagi di laga kali ini. Frank Lampard harus bisa menemukan solusi atas masalah ini, termasuk bila membutuhkan pembelian kiper anyar untuk menggantikan posisi Kepa di bawah gawang. Nama Eduoard Mendy jadi calon kuat pengganti Kepa saat ini.

Di luar urgensi pergantian kiper, kedatangan pemain bintang jelas-jelas membuat Lampard pusing. Ia butuh waktu untuk bisa membuat pemain-pemain anyar seperti Kai Havertz dan Timo Werner bersinergi dengan sistem yang ada di Chelsea. Di laga lawan Liverpool, Havertz tak bisa berbuat banyak dan hanya tampil di babak pertama.

Sementara itu Timo Werner setidaknya masih patut dapat pujian karena tampil ngotot dan berusaha keras membongkar pertahanan Liverpool di tengah minimnya pasokan bola dari lini tengah.

Banner gif video highlights MotoGP

Di laga berikutnya,  Lampard mungkin juga bakal menurunkan nama-nama anyar lain macam Thiago Silva, Ben Chilwell, dan Hakim Ziyech.  Laga Piala Liga lawan Barnsley bisa jadi ujian untuk formasi yang diinginkan Lampard sebelum kembali bertarung di Liga Inggris menghadapi West Bromwich Albion di pekan mendatang.

(har)

[Gambas:Video CNN]