ANALISIS

Bosnia Ujian Naik Kelas Timnas Indonesia U-19

CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 19:15 WIB
Tiga pertandingan tanpa kekalahan bisa jadi merupakan hasil semu dari proses persiapan Timnas Indonesia U-19 menuju Piala Dunia. Timnas Indonesia U-19 harus terbiasa dengan lawan berkualitas. (Dok. PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga pertandingan tanpa kekalahan bisa jadi merupakan hasil semu dari proses persiapan Timnas Indonesia U-19 menuju Piala Dunia.

Kebangkitan melawan timnas Arab Saudi U-19 dan kemenangan dalam laga pertama melawan timnas Qatar U-19 melipur rasa sesak setelah anak asuh Shin Tae Yong dibantai dalam dua laga sebelumnya melawan kesebelasan Eropa, Bulgaria dan Kroasia.

Ketika menghadapi Bulgaria dan Kroasia, tim Merah Putih seperti ditelanjangi dan dibedah satu per satu kelemahannya. Perubahan pun terjadi ketika melawan Arab Saudi dan Qatar, lawan yang gaya bermainnya sedikit banyak sudah diketahui pemain dan asisten pelatih serta memiliki kekuatan yang bisa terbaca.


Selanjutnya David Maulana dan kawan-kawan akan beruji tanding menghadapi Bosnia Herzegovina, Jumat (25/9).

Sebagai kesebelasan yang berasal dari Benua Biru, nama Bosnia tidak menonjol. Tetapi setidaknya Timnas Indonesia U-19 akan kembali menghadapi lawan dengan ciri khas permainan yang mengedepankan organisasi tim, serupa dengan dua lawan pertama di Kroasia.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Mengingat tujuan akhir tim adalah tampil di Piala Dunia U-20, wajar kiranya jika Timnas Indonesia U-19 meladeni lawan-lawan yang memiliki kualitas terbaik daripada kelak menjadi bulan-bulanan ketika menjadi tuan rumah.

Terlebih dalam empat penyelenggaraan terakhir Piala Dunia U-20, timnas-timnas asal Eropa tampil sebagai kampiun. Mulai dari Prancis, Serbia, Inggris, dan terakhir Ukraina di Piala Dunia U-20 2019.

Selain mengetahui cara bermain, khususnya mengenai kerja sama tim, pertandingan melawan Bosnia juga akan menjadi ujian bagi pembenahan yang dilakukan Shin Tae Yong.

Rancangan pelatihan Shin Tae Yong yang mengutamakan fisik sudah terlihat dari sisi stamina. Setelah stamina dirasa beres oleh sang pelatih, langkah selanjutnya yang akan diambil adalah perbaikan tenaga tiap pemain.

Timnas Indonesia U-19 kalah 0-3 dari Bulgaria pada laga perdana Friendly Tournament di Stadion Igraliste NK Polet, Sveti Martin na Mauri, Sabtu (5/9)Timnas Indonesia kesulitan menghadapi lawan yang berasal dari Eropa. (Dok.PSSI)

"Dari evaluasi laga ini, masalah masih terlihat di power pemain. Power para pemain sangat kurang. Namun untuk stamina saat ini semakin membaik."

"Karena power pemain kurang, kita adakan program penguatan pemain. Jadi saat menghadapi lawan dengan postur tubuh tinggi dan kekar, kita bisa melawan mereka dengan baik," tutur Shin Tae Yong setelah pertandingan melawan Qatar.

Program yang dimaksud arsitek tim asal Korea Selatan itu mungkin akan terlihat hasilnya dalam laga melawan Bosnia.

Seandainya bisa meraih hasil bagus melawan Bosnia, maka setidaknya akan meningkatkan kepercayaan diri para pemain. Namun, kekalahan berarti tanda Timnas Indonesia U-19 untuk lebih serius lagi menjalani persiapan.

Komposisi Pemain

Kecuali dua kiper dan tiga pemain yang dikabarkan masih cedera, hampir setiap pemain sudah memiliki menit bermain di Timnas Indonesia U-19.

Dari pertandingan pertama hingga ke lima terjadi perubahan susunan pemain inti yang cukup drastis. Hanya ada dua nama yang selalu bermain dari menit pertama, yakni kiper Muhammad Adi Satryo dan gelandang Witan Sulaeman.

Perubahan dan percobaan yang dilakukan Shin Tae Yong untuk mendapatkan the winning team perlahan mulai terlihat.

Dengan formasi 4-4-2 yang selalu ditampilkan pelatih, sudah mulai diketahui nama-nama yang akan diandalkan di tiap-tiap posisi seiring kemunculan nama-nama Rizky Ridho Ramadhani, Pratama Arhan Alief Rifai, dan David Maulana sebagai pemain reguler.

Namun Shin Tae Yong juga masih memiliki waktu untuk mencoba nama lain yang masih belum mendapat kesempatan bermain seperti Andre Oktaviansyah, Jack Brown, dan Elkan Baggott.

(ptr)

[Gambas:Video CNN]