Paulo Costa: Tak Bakat Sepak Bola, Tak Terkalahkan di UFC

CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 21:02 WIB
Paulo Costa sudah dikenal sebagai anak yang sering terlibat masalah sejak kecil. Kini ia siap mewujudkan ambisi jadi juara dunia UFC. Paulo Costa akan menghadapi Israel Adesanya di UFC 253. (AFP/Joe Scarnici)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paulo Costa sudah dikenal sebagai anak yang sering terlibat masalah sejak kecil. Kini ia siap mewujudkan ambisi jadi juara dunia UFC.

Paulo Costa tumbuh di Brasil dan umumnya anak-anak di Brasil, Costa adalah penyuka sepak bola meski tak piawai memainkannya.

Di arena pertarungan, Costa kecil justru sudah banyak makan asam-garam.


"Saya selalu terlibat sesuatu di sekolah. Ada momen ketika saya keluar sekolah dan sudah ditunggu 20 orang."

"Saya tak bisa ingat hal yang terjadi, kenapa mereka menginginkan itu, namun yang saya ingat adalah saya lari sekencang yang saya bisa dan kemudian masuk supermarket untuk bersembunyi. Saat itu ada polisi dan suasana sungguh kacau," kata Costa, dikutip dari MMA Fighting.

ANAHEIM, CALIFORNIA - AUGUST 17: Yoel Romero throws a punch at Paulo Costa in the second round during their Middleweight Bout at UFC 241 at Honda Center on August 17, 2019 in Anaheim, California.   Joe Scarnici/Getty Images/AFPPaulo Costa menang atas Yoel Romero tahun lalu. (AFP/Joe Scarnici)

Hari-hari Paulo Costa dan sang kakak, Carlos Costa selalu diisi dengan sepak bola dan perkelahian. Paulo Costa sempat ikut klub sepak bola namun akhirnya ia juga masuk klub Muay Thai di usia sembilan tahun.

"Saya pikir itu awalnya adalah pertarungan di jalan. Paulo adalah pembuat masalah. Seluruh ledakan yang kalian lihat darinya saat ini adalah yang sudah ada sejak ia kecil."

"Dia adalah sosok yang sangat spesial, penuh cinta, namun memang sering mencari masalah di jalanan," tutur sang Ibu, Maria Augusta.

Setelah tak melanjutkan mimpi lain jadi pemain sepak bola, menurut Carlos Costa sang adik tak punya bakat, Paulo Costa akhirnya terjun di dunia Mixed Martial Arts profesional pada 2012.

Dalam delapan pertarungan awal, Paulo Costa selalu menang dengan catatan tujuh kali TKO dan satu kali submission.

Performa gemilang itu mengantar Paulo Costa menandatangani kontrak di bawah bendera UFC.

ANAHEIM, CALIFORNIA - AUGUST 17: Paulo Costa looks on from the side of the octagon in the first round during their Middleweight Bout at UFC 241 at Honda Center on August 17, 2019 in Anaheim, California.   Joe Scarnici/Getty Images/AFPPaulo Costa sudah sering berkelahi sejak kecil. (Joe Scarnici/Getty Images/AFP)

Debut Paulo Costa ditandai dengan kemenangan atas Garreth McLellan. McLellan hanya bertahan selama 1 menit 17 detik di hadapan Paulo Costa.

Kombinasi tendangan dan pukulan Paulo Costa membuat McLellan tersungkur. Setelah dihujani pukulan bertubi-tubi, McLellan dinyatakan kalah TKO oleh wasit.

Pukulan Paulo Costa juga jadi senjata mematikan di tiga laga berikutnya, yaitu menghadapi Oluwale Bamgbose, Johny Hendrick, dan Uriah Hall. Bamgbose tumbang di ronde pertama sedangkan dua lawan lainnya takluk di ronde kedua.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Kegagalan menang TKO/KO atau submission baru dialami Paulo Costa dalam laga lawan Yoel Romero tahun lalu. Saat itu Paulo Costa menang angka mutlak di akhir pertandingan.

Setelah laga tersebut, Paulo Costa harus menjalani operasi bisep sehingga harus absen delapan bulan. Hal itu yang akhirnya membuat Yoel Romero lebih dulu maju sebagai penantang Adesanya dan akhirnya kalah angka di laga yang terbilang membosankan.

(ptr/jun)

[Gambas:Video CNN]