UFC 253: Misi Adesanya Kembalikan Nama Besar

x, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 10:11 WIB
Reputasi Israel Adesanya sempat tercoreng di UFC 248 lantaran ia dianggap melakukan duel membosankan lawan Yoel Romero. Israel Adesanya diharapkan bertarung dengan sengit melawan Paulo Costa. ( AFP/Logan Riely)
Jakarta, CNN Indonesia --

Israel Adesanya harus mengembalikan nama besar di UFC 253 setelah sempat tercoreng akibat laga yang dianggap membosankan di duel lawan Yoel Romero.

Adesanya punya rekor yang mentereng dengan catatan 19 kali laga tak terkalahkan. Rekor KO/TKO nya pun cukup mengerikan karena ia 14 kali berhasil mengalahkan lawan dengan kemenangan KO/TKO.

Namun laga di UFC 248 lawan Romero merupakan salah satu laga yang dianggap mengecewakan penggemar.


Dalam duel lawan Romero, tidak banyak terjadi tukar pukulan antara kedua petarung. Adesanya terbilang memilih berhati-hati dan tidak asal melakukan serangan pada Romero.

LAS VEGAS, NEVADA - MARCH 07: Yoel Romero holds Israel Adesanya, losing to Adesanya in a decision in the middleweight title at T-Mobile Arena on March 07, 2020 in Las Vegas, Nevada.   Harry How/Getty Images/AFPIsrael Adesanya dianggap melakukan pertarungan membosankan lawan Yoel Romero. (Harry How/Getty Images/AFP)

Romero juga seolah berusaha menanti serangan Adesanya lantaran ia termasuk petarung tipe counter-puncher alias mengharapkan serangan balik. Namun Adesanya piawai menjaga jarak. Adesanya lalu menang lewat keunggulan poin lantaran banyak pukulan-pukulan jab nya yang masuk.

Romero langsung mengejek Adesanya usai laga tersebut dan menganggap Adesanya lebih banyak menghindar.

Adesanya mengakui bahwa laga tersebut memang membosankan. Namun ia menolak disalahkan karena Romero sebagai penantang juga bersikap pasif.

"Setelah pertarungan, saya frustrasi karena rekan dansa saya [Romero] tidak ingin berdansa."

"Saya terkena pukulan terbaiknya di ronde pertama, itu mungkin satu-satunya ronde yang ia menangkan. Ia punya poker face, namun kakinya tak bisa bohong [sudah lelah]. Saya tidak pernah berada dalam pertarungan yang membosankan karena saya berharap lebih darinya. Bahkan di ronde kelima, saya berharap dia akan mati-matian menyerang," kata Adesanya.

Sebagai juara bertahan, Adesanya menganggap dirinya tak perlu agresif seperti halnya penantan. Inilah yang tak dimiliki oleh Romero menurut Adesanya di laga tersebut.

Jelang UFC 253 saat Adesanya berjumpa Paulo Costa, performa Adesanya kembali mendapat sorotan. Paulo Costa sejauh ini dikenal sebagai petarung yang agresif dan mematikan.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Dengan latar belakang tersebut, menarik menanti sikap Adesanya di laga nanti karena sebelumya ia menganggap Romero bukan teman dansa yang baik.

Bila Adesanya kembali menunjukkan keagresifannya seperti di laga-laga sebelum lawan Romero, reputasinya sebagai salah satu petarung terbaik dan menghibur di UFC akan kembali.

(ptr/sry)

[Gambas:Video CNN]