Timnas U-19 vs Dinamo: Shin Tae Yong Harus Benahi Lini Tengah

jun, CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 15:41 WIB
Lini tengah Timnas Indonesia U-19 jadi sektor yang wajib dibenahi jelang menghadapi Dinamo Zagreb pada laga uji coba terakhir di Kroasia, Senin (28/9). Lini tengah Timnas U-19 belum maksimal. (Dok. PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lini tengah Timnas Indonesia U-19 jadi sektor yang wajib dibenahi jelang menghadapi Dinamo Zagreb pada laga uji coba terakhir di Kroasia, Senin (28/9) malam WIB.

Hal tersebut diutarakan pengamat sepak bola nasional Muhamad Kusnaeni. Menurutnya, kinerja lini tengah skuad Garuda Muda masih belum maksimal, terutama soal mengolah dan melindungi bola yang berakibat tim menjadi tertekan.

"Entah itu Brylian Aldama, David Maulana, Beckham Putra, belum punya ketenangan dalam menguasai bola. Mereka juga kurang kuat dalam melindungi bola, dan belum pintar mengalirkan bola. Pemain seperti itu yang harus dicari Shin Tae Yong," kata Kusnaeni kepada CNNIndonesia.com, Senin (28/9).


Dalam pertandingan melawan Dinamo Zagreb, ia memandang perlu memainkan gelandang yang kuat dan bisa melindungi bola.

"Jadi, harus ada pemain di tengah yang bisa pegang bola. Sambil nunggu teman-temannya mencari posisi, dia bisa lindungi bola. Dia bisa istilahnya olah bola dulu," ucapnya.

Selain itu, kekurangan yang harus diperbaiki adalah perubahan taktik. Kusnaeni mengatakan pemain Timnas U-19 masih bingung ketika taktik berubah. Meski begitu, ia mafhum kebingungan tersebut sebagai proses untuk belajar.

"Setiap pertandingan itu kan selalu terjadi perubahan taktik. Pemain Timnas U-19, mungkin karena mereka rata-rata belum pernah menjalani kompetisi di level profesional sering kali masih kagok setiap kali mengalami perubahan taktik," ucap Kusnaeni.

Banner gif video highlights MotoGP

Ia pun memberi contoh ketika pertandingan melawan Bosnia Herzegovina, Jumat (25/9). Di babak kedua Timnas U-19 menguasai penuh bola. Bahkan mengurung pertahanan Bosnia. Namun tak ada gol yang tercipta.

"Pemain kita bingung. Mengurung itu bukan pekerjaan gampang, bertahan itu sulit, mengurung juga sulit. Ketika menghadapi Bosnia kemarin pemain kita di babak kedua dalam keadaan tertinggal 0-1 lawan 10 orang, mengurung pertahanan lawan, tapi kayak bingung harus ngapain," ujarnya.

Persoalan lain adalah terkait kualitas pemain yang tidak merata. Kusnaeni menilai pemain pelapis belum bisa memberikan warna baru dan tambahan kekuatan.

Brylian Negietha Dwiki AldamaBrylian Aldama (kanan) salah satu gelandang andalan Timnas U-19. (ADAM AIDIL/AFC)

"Tapi itu bukan hal yang salah. Itu biasa dalam proses seperti ini," simpulnya.

Diketahui, pemusatan latihan di Kroasia ini sebagai persiapan Timnas U-19 tampil di Piala Asia U-19 2020 di Uzbekistan pada Oktober mendatang, serta Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia.

Kusnaeni meminta Shin Tae Yong tidak mengacu kepada pemain yang mengikuti pemusatan latihan saja. Ia meminta pelatih asal Korea Selatan itu melihat perkembangan pemain lain yang kemungkinan akan tampil bersama klubnya masing-masing. Ia menyebut nama Ardi Maulana dari Persib Bandung.

"Kalau bisa Shin Tae Yong memantau Ardi Maulana saat dia main di Persib. Ardi ini pemain terbaik di Liga 1 pro elite akademi tahun 2018 kalau enggak salah. Pemain ini kuat sekali pegang bolanya di tengah," terang Kusnaeni.

Pemusatan latihan di Kroasia bakal rampung akhir September dan PSSI berencana melanjutkan program uji coba Timnas U-19 ke Turki.

(ryn/jun)

[Gambas:Video CNN]