Nasib Messi Lebih Buruk di Tangan Koeman

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 06:07 WIB
Lionel Messi mengalami penurunan performa sejak Barcelona dilatih Ronald Koeman pada musim ini. Penampilan Lionel Messi menurun di musim ini. (AP/Joan Monfort)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lionel Messi mengalami penurunan sejak Barcelona dilatih Ronald Koeman pada musim ini. Performa Messi di musim 2020/2021 lebih buruk dibanding musim lalu.

Kekalahan Barcelona dari Getafe, 0-1, pada akhir pekan lalu makin menempatkan Lionel Messi dalam sorotan.

Sebelumnya, Messi jadi pusat perhatian karena dianggap berselisih dengan rekan setim, setelah tidak akur dengan dewan dan presiden Josep Bartomeu terkait keinginannya pergi dari Camp Nou.


Dikutip dari AS, dalam empat pertandingan awal di musim ini Messi hanya mencetak satu gol, itu pun dari titik penalti saat melawan Villarreal. Sedangkan di musim lalu, La Pulga sukses mengemas 5 gol dan memberikan 3 assist.

Selain dalam partisipasi gol untuk Blaugrana, Messi juga mengalami kemerosotan di berbagai aspek. Tembakan per laga Messi di musim ini hanya 3, dibandingkan dengan musim lalu yang mencapai 3,5 tembakan per pertandingan.

[Gambas:Video CNN]

Kontak dengan bola striker 33 tahun itu juga tidak lebih bagus dibanding 2019/2020, dengan 80,3 sentuhan di musim ini berbanding 87,4 sentuhan dengan musim lalu.

Penurunan juga terjadi pada operan kunci. Jika musim lalu Messi bisa melepaskan 2,7 operan kunci per pertandingan, kini hanya 1,5 operan kunci.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

Catatan lain yang terjadi penurunan dari Messi adalah pada aspek menciptakan peluang dan dribel.

Keributan dengan Josep Bartomeu memberikan dampak yang begitu besar terhadap performa Messi di lapangan.

Sebelum kompetisi dihentikan karena pandemi virus corona, Messi bisa mencetak 13 gol dalam 17 pertandingan. Selain itu dia bisa hattrick melawan Real Mallorca dan mencetak 4 gol ke gawang Eibar, dengan jumlah assist 8.

Tetapi ketika kompetisi dilanjutkan di tengah wabah Covid-19, Messi hanya mencetak 8 gol dalam 17 laga. Kondisi yang lebih buruk terjadi karena Barcelona kehilangan gelar La Liga dan dipermalukan Bayern Munchen 2-8.

(sry/sry)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK