Kronologi Liga 1 2020 Dibatalkan

CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 20:34 WIB
PSSI telah menggelar rapat Exco secara virtual pada Rabu (20/1) yang salah satu hasilnya membatalkan gelaran Liga 1 dan Liga 2 2020. Liga 1 2020 dibatalkan sesuai hasil rapat Exco PSSI. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

PSSI telah menggelar rapat Exco secara virtual pada Rabu (20/1) yang salah satu hasilnya memutuskan secara resmi pembatalan gelaran Liga 1 dan Liga 2 2020.

Liga 1 2020 sejatinya telah dimulai pada akhir Februari ditandai dengan laga Persebaya Surabaya vs Persik Kediri yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Setelah menyelesaikan pekan ketiga, kompetisi sepak bola level teratas di Indonesia itu terhenti lantaran pandemi Covid-19 pada pertengahan Maret.

Setelah kompetisi dihentikan, muncul wacana untuk kembali melanjutkan gelaran Liga 1 2020. Operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sempat memastikan Liga 1 2020 bakal kembali bergulir pada 1 Oktober dengan format terpusat di Pulau Jawa.


LIB juga juga sudah menentukan laga pembuka yang mempertemukan PSS Sleman vs Persebaya Surabaya. Kembali menggelar kompetisi di tengah pandemi, LIB sudah mendapatkan izin dari Satgas Penanganan Covid-19 dan telah membuat sejumlah protokol kesehatan ketat untuk menunjang kembalinya kompetisi sepak bola di Indonesia.

Bahkan pada pertengahan September PSSI telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) penyelenggaraan olahraga yang aman covid-19 dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penandatanganan MoU dilakukan secara virtual oleh Ketua BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada 17 September 2020.

Edo Febrianysah mengaku dampak psikologis setelah vakumnya Liga 1 2020 akibat virus corona mulai terasa.Liga 1 2020 sempat beberapa kali ditunda hingga akhirnya dibatalkan oleh PSSI. (Dok. Persita Tangerang)

Setelah seluruh persiapan telah rampung, tiga hari menjelang kick off pada Senin (28/9) malam Polri melalui Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono, menyatakan tidak mengeluarkan rekomendasi untuk penyelenggaraan kembali Liga 1 2020. Keputusan itu diambil dengan alasan situasi pandemi Covid-19 yang terus meningkat.

Menanggapi hal itu, Iriawan mengaku menghormati dan memahami keputusan Polri. Kemudian PSSI mengubah haluan dengan menjadwalkan agenda baru lanjutan Liga 1 pada November 2020.

Lagi-lagi, pihak kepolisian belum juga memberikan izin. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang berakhir pada 9 Desember menjadi alasan kepolisian ditambah jumlah kasus positif Covid-19 yang belum juga mereda.

Tanpa izin dari Polri Liga 1 kemudian menjadi satu-satunya kompetisi sepak bola di Asia Tenggara yang tidak terlaksana, selain Brunei yang sudah menghentikan liga setelah pandemi virus corona merebak. Sementara PSSI dan PT LIB masih terus melakukan pendekatan dengan pihak kepolisian.

[Gambas:Video CNN]

Setelah Pilkada beres, PSSI kembali berencana untuk melanjutkan Liga 1 2020 pada Februari. Klub disebut membutuhkan waktu persiapan minimal sebulan sebelum kompetisi, sembari menunggu izin dari kepolisian diterbitkan.

Namun, Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita pada 8 Januari 2021 lalu menyebut sulit buat merealisasikan Liga 1 digelar Februari 2021 menyusul pemberlakuan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali mulai 11-25 Januari mendatang.

"Kalau andaikan izin kepolisian keluar setelah tanggal 25 Januari [batas akhir pemberlakuan PPKM Jawa-Bali], tidak mungkin liga mulai di Februari. Klub butuh persiapan minimal satu bulan, kalau ditarik maju jadi 25 Februari juga tidak mungkin," kata Hadian Lukita, Jumat (8/1).

GIF Banner Promo Testimoni

Sebelumnya, LIB juga telah menjadwalkan pertemuan dengan seluruh pemilik klub Liga 1 dan Liga 2 guna membahas nasib Liga 1 di 2021 pada 15 Januari lalu. Hasilnya, mayoritas klub meminta untuk menghentikan gelaran Liga 1 2020 dan memulai musim baru Liga 1 2021.

Usulan klub ke LIB itu kemudian dibawa ke rapat Exco PSSI yang digelar secara virtual Rabu (20/1). Hasi pertemuan itu diketahui bahwa PSSI memutuskan untuk membatalkan musim kompetisi 2020-2021 karena kondisi kahar (force majeure) terkait dengan pandemi covid-19. Selain itu juga diputuskan bahwa tidak ada juara dan tidak ada degradasi di musim Liga 1 2020 yang baru berjalan tiga pekan tersebut.

Selain itu, peserta kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2021 adalah peserta kompetisi musim 2020. Sedangkan kontrak pemain diatur oleh klub mengacu kepada aturan keadaan kahar di dalam kontrak masing-masing klub.

"Berdasarkan masukan dan kemudian Exco PSSI membahasnya, akhirnya diputuskan soal kejelasan Liga 1 dan 2 itu. Exco PSSI memutuskan kompetisi Liga 1 dan 2 musim 2020 dibatalkan,'' kata Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule.

(TTF/jal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK