Gaethje Mengamuk McGregor Diperlakukan Istimewa UFC

CNN Indonesia | Kamis, 28/01/2021 13:12 WIB
Justin Gaethje mengamuk dan mengancam meninggalkan UFC setelah tahu Conor Mcgregor diperlakukan istimewa. Justin Gaethje tidak senang Conor McGregor jadi anak emas di UFC. (AFP/Douglas P. DeFelice)
Jakarta, CNN Indonesia --

Justin Gaethje mengamuk dan mengancam meninggalkan UFC setelah tahu Conor Mcgregor diperlakukan istimewa.

Petarung 32 tahun itu kesal pelatih John Kavanagh mengatakan McGregor akan kembali rematch melawan Dustin Poirier guna memperebutkan sabuk juara.

"Bagi mereka, mengatakan dia ingin memperebutkan gelar pada pertarungan berikutnya, rematch dengan Poirier, mereka benar-benar idiot," ujar Gaethje dikutip dari ESPN.


"Dia sudah diperlakukan berulang kali, dan dia tidak memanfaatkan kesempatan ini. Duel itu untuknya, itu diberikan agar dia menang. Dia ingin menjadi tuan yang ramah saat ini, tetapi Anda tahu di akan jadi brengsek jika memenangi pertarungan itu," ucap Gaethje menambahkan.

Pada kesempatan itu Gaethje yang kalah dari Khabib Nurmagomedov di UFC 254 dalam perebutan sabuk juara kelas ringan mengancam akan meninggalkan UFC jika McGregor kembali bertarung guna memperebutkan gelar juara.

[Gambas:Video CNN]

"Dia tidak akan bertarung untuk gelar juara. Saya akan berpikir untuk tidak lagi bertarung di UFC jika dia bertarung untuk gelar juara," tutur Gaethje.

Gaethje memiliki alasan kuat dengan ancamannya tersebut. Pasalnya, saat ini McGregor turun ke peringkat keenam usai kalah dari Dustin Poirier di UFC 257.

GIF Banner Promo Testimoni

"Itu tidak masuk akal. Dia duduk di posisi 6, dia memenangkan satu pertarungan sepanjang hidupnya di kelas ringan," ucap petarung berjuluk The Highlight.

"Dia memilih dan memilih siapa yang dia lawan. Saya ingin sekali melawannya, tetapi menurut saya itu bukan yang berikutnya. Tapi dia tidak akan melawan saya," kata Gaethje melanjutkan.

Menurut laporan BJPENN, Gaethje sangat senang sekali melihat McGregor terkapar dihajar Poirier di UFC 257, akhir pekan lalu.

"Saya tidak merasa kasihan padanya, saya senang dengan Poirier, saya senang Poirier pergi ke sana untuk melakukan pekerjaannya, dan menyelesaikannya. Saya suka melihat pembual itu pingsan, tidak ada yang membuat saya lebih bahagia," ujar Gaethje.

(sry/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK