Jakarta, CNN Indonesia -- Gelandang Donny van de Beek kembali jadi sorotan usai Manchester United mengalahkan West Ham United 1-0 di Stadion Old Trafford pada babak keempat Piala FA, Rabu (10/2) dini hari waktu Indonesia.
Wajah Van de Beek memelas ketika ditarik keluar pelatih Ole Gunnar Solskjaer dan digantikan Bruno Fernandes pada menit ke-73 dalam laga itu.
Dikutip dari Manchester Evening News, Solskjaer mengaku memiliki alasan kuat dengan menarik keluar Van de Beek dan memainkan Fernandes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Man United butuh tenaga baru, terutama di lini tengah. Tuan rumah memerlukan pemain yang kreatif yang bisa menciptakan peluang gol dan memberikan kemenangan.
Sosok itu tertuju kepada Bruno Fernandes. Benar saja, setelah memainkan Fernandes, MU bisa mencetak gol di babak tambahan melalui kaki Scott McTominay usai memanfaatkan assist Marcus Rashford di menit ke-97.
Berkat operan Fernandes, Fred melepaskan umpan lambung, lalu disundul Edinson Cavani. Bola liar salah dibuang pemain West Ham, kemudian direbut Rashford yang langsung dioper kepada McTominay.
Dalam beberapa kesempatan di sepanjang musim ini, Van de Beek kerap jadi perdebatan, mulai dari suporter Man United hingga pengamat sepak bola.
[Gambas:Video CNN]
Solskjaer dan MU dituding menyia-nyiakan bakat pemain asal Belanda itu. Terlebih lagi jika melihat harga beli Van de Beek yang mencapai angka 40 juta poundsterling.
Akibat dianggap diperlakukan buruk oleh MU, Van de Beek pernah dikabarkan diminta meninggalkan klub tersebut.
Di musim ini, Van de Beek memang perlu bekerja keras guna bisa mendapatkan tempat di skuat utama dan bermain secara reguler sejak menit awal.
Pasalnya, mantan pemain Ajax Amsterdam itu kini harus bersaing dengan dua gelandang senior sekelas Bruno Fernandes dan Paul Pogba untuk skema tiga gelandang yang dimainkan Solskjaer. Ditambah lagi dengan Scott McTominay yang mencetak 3 gol dalam tiga laga terakhir.
Ketika Fernandes dan Pogba dalam kondisi fit, Van de Beek harus ikhlas duduk manis di bangku cadangan.
Kalaupun Solskjaer memainkannya sejak awal pada laga berikutnya, itu semata-mata karena rotasi guna memulihkan kondisi Fernandes atau Pogba.
Di musim ini Van de Beek baru bermain dalam 25 pertandingan di semua ajang dengan mencetak 1 gol dan memberikan 1 assist. Total Van de Beek tampil sebagai starter dalam 11 pertandingan, 2 di antaranya di Liga Inggris.
Minimnya kesempatan bermain bagi Van de Beek tidak lepas dari kontribusi sang pemain. Statistik Whoscored menunjukkan, Van de Beek hanya memberikan 0,1 tembakan per laga dan 0,2 operan kunci per laga di Liga Inggris.
Sedangkan di Liga Champions 0,2 tembakan per laga dan 1 operan kunci per laga. Rating yang diberikan Whoscored kepada Van de Beek juga hanya 6,28 di Premier League, dan 6,46 di Liga Champions.
Angka yang berbeda dimiliki Paul Pogba. Gelandang asal Prancis itu mendapat rating 6,95 di Premier League karena melepaskan 3,4 tembakan perlaga serta 3 operan kunci per pertandingan dan 6,72 di Liga Champions berkat 3,3 tembakan per laga dan 2,5 operan kunci.
Sementara itu, Fernandes memiliki rating di atas 7, di kedua ajang tersebut. Itu artinya, kontribusi gelandang Portugal itu lebih bagus untuk MU.
Pengganti Ideal Paul Pogba
Donny van de Beek diklaim sebagai pengganti Paul Pogba. (AP/Martin Rickett)
Ole Gunnar Solskjaer tidak salah lebih banyak mencadangkan Donny van de Beek. Saat ini pelatih asal Norwegia itu membutuhkan pemain yang siap tempur dan langsung berlari.
Terlebih lagi Man Utd masuk dalam perburuan gelar juara Liga Inggris. MU juga berpeluang mengejar juara pada ajang lain seperti Liga Europa dan Piala FA.
Sedangkan bagi Van de Beek, dia sedang dalam masa sulit beradaptasi dengan MU dan permainan Solskjaer.
Tetapi, Solskjaer juga tidak menyia-nyiakan Van de Beek. Mantan striker MU itu justru menunggu Van de Beek bisa tampil apik dan konsisten untuk Setan Merah. Jika itu terjadi, maka Van de Beek bisa menggeser posisi yang kini ditempati Pogba atau Fernandes.
Van de Beek adalah pemain yang sangat diinginkan Solskjaer. Bahkan pelatih 47 tahun itu mengaku memburu Van de Beek sejak lama, ketika masih melatih Molde.
Solskjaer pun harus berkonsultasi dengan mantan pemain MU lain yang kini jadi CEO di Ajax, Edwin van der Sar sebelum memboyong Van de Beek ke Old Trafford.
Demi mengetahui langsung perkembangan jebolan akademi Ajax itu, Solskjaer tidak meminjamkan Van de Beek ke klub lain pada bursa transfer Januari lalu.
Saat ini Van de Beek menjadi investasi bagi Solskjaer dan MU di masa depan. Karena Solskjaer tahu, pemain ini tidak saja pintar, tetapi juga kreatif dan bisa membaca permainan.
[Gambas:Video CNN]
Van de Beek adalah pemain yang diharapkan Solskjaer bisa jadi pengganti Paul Pogba jika hengkang dari The Red Devils. Berulang kali mantan pemain Juventus tersebut diisukan akan hengkang karena tidak lagi nyaman di MU.
Hanya saja, berat rasanya bagi Solskjaer jika harus kehilangan Pogba pada musim depan, sementara Van de Beek belum juga nyetel dengan permainan MU.
Kombinasi Pogba dengan Fernandes pada musim ini sedang bagus-bagusnya. Pogba memberikan gol dan assist yang menentukan kemenangan MU dalam beberapa laga: Aston Villa, Burnley, dan Fulham.
Kemenangan itu juga yang memantapkan posisi MU di papas atas Liga Inggris musim ini, bahkan di atas juara bertahan Liverpool.
Sudah tiga musim Man United puasa gelar sejak terakhir kali juara Liga Europa dan Piala Liga Inggris 2016/2017. Pada musim lalu, MU kehilangan trofi usai tersingkir di tiga semifinal.
Sebagai salah satu raksasa di Liga Inggris dan tim besar Eropa, tidak semestinya MU kehilangan trofi dalam waktu yang lama.
Akan tetapi, untuk bisa terlibat dalam persaingan gelar juara, Man United butuh skuad yang mapan dan solid.
Kombinasi Pogba dan Fernandes bisa jadi pembuka jalan juara bagi MU. Keduanya cukup klop dalam permainan, bukan lagi ikut dalam perjudian dengan memainkan Van de Beek yang seperti masih mencari jati diri di Old Trafford.
Satu-satunya jalan bagi Van de Beek untuk bisa mendapat tempat sebagai starter adalah membayar kepercayaan Solskjaer dengan tampil apik dan memberikan dampak langsung bagi hasil pertandingan MU, baik lewat assist maupun gol.