Enggak Peduli Rekor, Guardiola Fokus ke Man Utd

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 07:57 WIB
Menang 4-1 atas Wolves, Man City membukukan catatan 28 laga tanpa kalah. Namun Pep Guardiola memilih membahas Man Utd. Pep Guardiola ketika bertemu Ole Gunnar Solskjaer. (AP/Paul Ellis)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kemenangan atas Wolverhampton Wanderers pada pekan ke-27 membuat Manchester City menorehkan 28 pertandingan tanpa kalah, namun Pep Guardiola lebih memilih membicarakan Manchester United usai laga. 

Rekor 28 laga beruntun tanpa kalah menyamai catatan pada 2017. Selain itu skor 4-1 melawan Wolves juga membuat Man City unggul 15 poin atas Man Utd di klasemen.

Alih-alih membicarakan kemenangan dan rekor sebagai topik perbincangan usai laga, Guardiola malah menegaskan perihal Man Utd yang bakal menjadi lawan Gabriel Jesus dan kawan-kawan pada akhir pekan mendatang.


"Manchester United adalah satu-satunya hal yang saya pedulikan. Kita akan berpikir soal rekor dan segalanya setelah liga selesai, jadi [yang menjadi perhatian adalah] Man United," kata Guardiola dalam wawancara dengan BT Sports.

[Gambas:Video CNN]

Guardiola optimistis mengarungi sisa 11 laga di Liga Inggris termasuk menjalani derby Manchester di Stadion Etihad.

"Juara saat ini adalah Liverpool, jadi mahkotanya masih bersama mereka. Kami ada di posisi terbaik saat ini untuk mengambilnya dan kami akan mencobanya tetapi mereka masih jadi juara," ucap Guardiola.

"Kami ingin memenanginya dan mempertahankannya pada musim selanjutnya. Masih ada 33 poin yang akan dipertaruhkan. Besok lawan kami [Man Utd] akan bermain, kami memiliki istirahat satu atau dua hari dan bersiap menghadapi Manchester United di kandang," sambungnya.

Guardiola tak segan memberi apresiasi kepada anak asuhnya yang bisa bangkit dan saat ini menjadi kandidat juara terkuat di Liga Inggris. Mantan pelatih Barcelona itu menyebut skuad The Citizens bermain luar biasa.

Banner Testimoni

Kendati demikian mantan gelandang timnas Spanyol itu masih menganggap permainan Man City yang terburu-buru menjadi nilai minus.

"Kadang kami ingin menciptakan situasi begitu cepat. Padahal itu butuh proses. Lebih banyak mengumpan dan lebih kalem," tukas Guardiola.

(nva/jal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK