Cerita Erick Thohir Beli Persis Solo

CNN Indonesia | Minggu, 21/03/2021 03:24 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir membeli saham Persis Solo bersama putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep. Menteri BUMN Erick Thohir mengaku kangen dengan sepak bola sehingga memutuskan membeli saham Persis Solo hingga Oxford United. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan membeli saham Persis Solo karena rindu dengan dunia sepak bola. Selain Persis Solo, Erick juga membeli saham Oxford United di Inggris.

"Kangen bola," kata Erick dalam keterangan resmi, Sabtu (20/3).

Erick mengaku pihaknya juga ingin memperbaiki manajemen Persis Solo dan Oxford United. Ia juga akan melakukan regenerasi di dua klub sepak bola tersebut.


"Memperbaiki manajemen, melakukan regenerasi, membuat keduanya lebih baik. Bukan hal yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin," ujarnya.

Khusus Persis Solo, kata Erick, dirinya ingin mengikuti jejak ayahnya mulai berjuang di Kota Solo. Ia pun menempatkan putranya, Mahendra Agakhan Thohir atau akrab disapa Aga sebagai komisaris Persis Solo.

"Solo adalah kota pertama ayah saya berjuang terpisah dari keluarga untuk sekolah," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Erick membeli sekitar 20 persen saham Persis Solo. Selain Erick, Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), membeli sekitar 40 persen saham klub bola yang berbasis di Surakarta itu.

Kesepakatan pembelian itu sudah diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Persis Solo Saestu (PSS). RUPSLB juga menetapkan Aga, putra Erick menjadi komisaris dan Kaesang sebagai direktur utama Persis Solo.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Sementara untuk Oxford United, Erick membeli melalui konsorsium yang dibangunnya bersama Anindya Bakrie, putra politikus Golkar Aburizal Bakrie. Erick dan Anindya membeli saham milik pengusaha asal Thailand, Sumrith 'Tiger' Thanakarnjanasuth.

Komitmen pembelian saham sudah dipublikasi dan rencananya transaksi akan selesai dalam seminggu ke depan. Bila resmi, Erick dan Anindya akan menguasai sekitar 51 persen saham sekaligus menjadi pemilik mayoritas klub Kota London yang sudah berusia 126 tahun itu.

(uli/fra)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK