Legenda Badminton: Sistem Skor 5x11 Untungkan Pemain Eropa

CNN Indonesia | Kamis, 08/04/2021 17:00 WIB
Mantan pebulutangkis tunggal putra nasional, Haryanto Arbi mengaku tidak setuju dengan perubahan poin 5x11 karena bisa menguntungkan para pemain Eropa. Aksi ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dalam sebuah turnamen. (Foto: Dok. Humas PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan pebulutangkis tunggal putra nasional, Haryanto Arbi mengaku tidak setuju dengan perubahan poin 5x11 karena bisa menguntungkan para pemain Eropa.

Legenda badminton Indonesia itu mengatakan perubahan poin menjadi 5x11 kurang cocok untuk permainan pemain Asia khususnya.

"Saya tidak setuju karena permainannya jadi cepat. Keindahan rally panjangnya jadi tidak ada. Menurut saya malah jadi menguntungkan pemain Eropa untuk menguasai bulutangkis dunia," kata Haryanto Arbi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (8/4).


Peraih gelar juara All England 1993 dan 1994 itu menilai para pebulutangkis Asia lebih menguasai saat sistem skor 15 diikuti dengan pindah tempat. Namun, ketika sistem skor berubah menjadi 2x21 kekuatan justru lebih berimbang.

Selain itu, perubahan poin 5x11 juga dianggap pebulutangkis berjuluk 'Smash 100 Watt' itu bisa menghilangkan keindahan dalam permainan olahraga tepok bulu ini.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

"Kalau poin 15, ketahuan kita [pemain Indonesia] menang dari segi kekuatan dan stamina. Tapi kalau diubah ke poin 21 kan mesti lebih konsentrasi. Kalau poin 15 kan dituntut main cepat. Pemain kita tipikal pemain cepat tapi tingkat akurasi, penempatan bola lebih bagus pemain Eropa," jelasnya.

Ketika masih aktif sebagai pemain, lanjut Haryanto Arbi, butuh waktu 45 menit sampai 1 jam untuk menyelesaikan satu gim untuk mencari kemenangan di dalam dua set.

"Logikanya sekarang kan siapa saja yang mati bola lawannya dapat poin. Kalau dulu, kalau ada yang mati bola harus pindah bola dulu. Siapa yang servis baru dapat poin. Buat penonton kalau menurut saya juga maunya kan menikmati pertandingan yang agak lama. Karena mereka mau melihat idolanya main rally panjang, tidak mati-mati bola lebih menarik daripada 2-3 pukulan mati. Nanti baru eaa eaa sudah habis. Beda lah," ujar Haryanto Arbi.

Sebelumnya Federasi Badminton Dunia (BWF) mengonfirmasi bahwa Indonesia melalui PP PBSI telah mengajukan proposal perubahan sistem skor pertandingan badminton. Proposal tersebut akan dibahas dalam agenda NWF Annual General Meeting (AGM) ke-82 pada 22 Mei 2021.

Proposal perubahan sistem skor yang dimaksud adalah dari semula 3x21 poin menjadi 5x11 poin. Untuk skema pertandingan tidak mengalami perubahan, yakni tetap menggunakan format rally point.

Jika proposal perubahan sistem ini disetujui, maka sistem ini akan mulai diterapkan setelah Olimpiade 2021 di Tokyo.

[Gambas:Video CNN]

(rhr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK