Liga 1 dengan Penonton, GeNose Jadi Salah Satu Opsi

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 12:36 WIB
PT LIB sedang mengkaji secara saksama kemungkinan Liga 1 2021 dengan penonton dan penggunaan GeNose jadi salah satu opsi. Ilustrasi penggunaan GeNose. (CNN Indonesia/ Chandra Erlangga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Instruksi Presiden Joko Widodo agar Liga 1 2021 bisa disaksikan penonton disikapi cepat oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB). Salah satu opsi yang sedang dikaji LIB adalah calon penonton Liga 1 2021 akan dites dengan menggunakan GeNose.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, Jumat (16/4). Lukita mengatakan opsi penonton untuk Liga 1 2021 sedang dikaji dengan saksama. PT LIB juga akan meminta pendapat kepada Kementerian Kesehatan.

"Sejauh ini kami masih mengkaji, karena kajian ini buat kami harus komprehensif betul. Jangan sampai setengah-setengah. Karena kami mengkajinya sampai penonton yang bisa masuk, apakah sudah divaksin, atau antigen, atau GeNose," kata Lukita kepada CNNIndonesia.com.


GeNose merupakan merupakan alat deteksi Covid-19 melalui embusan napas yang dikembangkan peneliti Universitas Gajah Mada (UGM). GeNose menjadi salah satu opsi dalam kajian yang sedang dilakukan LIB.

"Kalau GeNose bisa disebut tidak begitu mahal, tapi alatnya masih terbatas. Kami lagi coba cari informasi. Kalau alatnya nanti masih ada, ya akan kami gunakan. Contoh, kalau misalkan harganya Rp20 ribu masih bisa nanti ditambahkan ke tiket. Masih terjangkau," ucap Lukita.

Lebih lanjut PT LIB akan berkonsultasi dengan banyak pihak, termasuk Kemenpora dan Satgas Covid-19 baik daerah maupun nasional. Operator kompetisi yang saham emasnya milik PSSI ini juga sedang menimbang kemungkinan pekan-pekan awal Liga 1 2021 tanpa penonton. Seiring berjalannya kompetisi, kemungkinan penonton hadir di stadion akan dikaji secara mendalam.

"Ini masih jadi kajian komprehensif dari kami. Jangan sampai nantinya ada cluster baru Covid-19 dari sepak bola. Yang jelas kami berbarengan mengkajinya dengan Kemenkes, Kemenpora. Semuanya bareng-bareng. Biar rekomendasinya jelas. Vaksin juga, sejauh mana percepatan vaksin di masyarakat," katanya.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

"Apakah nanti tidak ada penonton dulu, bertahap nantinya ada penonton. Itu jadi bagian rancangan dan kajian. Kebetulan kami belum bertemu pak Menpora. Insya Allah hari ini bertemu di Sleman. Kami akan bahas hal tersebut," ucap Lukita menambahkan.

Kabar baiknya, Lukita menjelaskan, selama Piala Menpora 2021 belum ditemukan kasus Covid-19. Hanya ada kasus reaktif, dan itu pun berada di luar lingkup pemain. Hal ini membuat PT LIB membuka wacana sistem bubble diterapkan dalam kompetisi mulai Juli mendatang.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Luluk, sapaan akrab Lukita, protokol kesehatan dengan dan tanpa penonton akan jauh berbeda. Karenanya segala hal terkait penonton harus dijabarkan dengan baik dan benar sebelum mengambil langkah.

"Misalnya untuk infrastruktur harus lebih detail pintu masuknya seperti apa. Database-nya harus jelas. Mungkin nanti di tiket harus ada nama, yang selama ini tidak ada nama. Kalau cuma nomor tiket di kursi kan tidak bisa. Harus ada nama. Yang penting, siapa yang masuk tahu. Jadi kalau ada apa-apa bisa dengan mudah di-tracing," katanya.

Soal format kompetisi juga sedang ditimbang matang. Format bubble seperti Piala Menpora 2021 terbukti ampuh, dalam artian tidak menimbulkan kasus Covid-19, bisa menjadi opsi. Namun, sistem liga akan tetap kompetisi, bukan turnamen.

"Tim juga mungkin dalam kondisi pandemi tidak semua finansialnya baik. Apakah nanti seperti Piala Menpora lagi, tapi bukan berarti home tournament. Ada bubble to bubble. Bukan klaster pandemi, tapi klaster tim. Ini sedang kami rancang," ucap Lukita.

(abd/har)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK