Presiden UEFA Ceferin Diklaim Menaikkan Gaji Sendiri

CNN Indonesia | Jumat, 23/04/2021 11:41 WIB
Presiden UEFA Aleksander Ceferin diklaim menaikkan gajinya sendiri di saat bersamaan mengusulkan pemotongan gaji karyawan di masa pandemi Covid-19. Gaji Aleksander Ceferin naik di masa pandemi Covid-19. (AFP PHOTO / ARIS MESSINIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden UEFA Aleksander Ceferin diklaim menaikkan gajinya selama pandemi Covid-19. Sementara, dia juga membuat kebijakan pemotongan gaji akibat wabah virus corona tersebut.

Laporan soal kejanggalan kebijakan Ceferin itu ramai di media sosial Twitter pada Jumat (23/4) pagi waktu Indonesia.

Pasalnya, belum lama ini Ceferin dan UEFA mengeluarkan kebijakan keras berupa hukuman kepada klub-klub serta pemain yang terkait European Super League.


Salah satu faktor sejumlah klub seperti Real Madrid, Barcelona, Juventus, hingga Manchester United mendirikan European Super League karena kompetisi yang digagas UEFA di bawah kepemimpinan Ceferin telah usang. Sementara, 12 klub itu mendirikan Super League guna mendapatkan penghasilan lebih besar guna menghidupi kebutuhan klub.

Dikutip dari media Spanyol, Vozpopuli, Ceferin meningkatkan pendapatan untuk dirinya ketika seluruh aspek termasuk sepak bola Eropa terdampak pandemi Covid-19.

Pria asal Slovenia itu menerima kompensasi sebesar 2,42 juta franc Swiss (2,19 juta euro) atau setara dengan Rp38,289 miliar.

[Gambas:Video CNN]

Pendapatan Ceferin itu meningkat 450 ribu euro dari yang diterima tahun sebelumnya, yang hanya 1,92 juta euro.

Sementara itu, pada saat yang sama, Ceferin mengusulkan pemotongan gaji karyawan UEFA mencapai 20 persen pada periode Mei hingga Juli guna mengurangi dampak krisis tersebut.

FILE PHOTO: Florentino Perez, chairman of Spain's biggest builder ACS, speaks at the start of the company's extraordinary shareholder meeting in Madrid November 19, 2010. REUTERS/Sergio Perez/File PhotoFlorentino Perez Presiden European Super League. (REUTERS/Sergio Perez)

Komite Kompensasi UEFA pun menyetujui pengurangan gaji itu secara sukarela sebesar 20 persen pada bulan Mei hingga Juli 2020 untuk pegawai senior.

Pandemi Covid-19 membuat pendapatan UEFA menurun drastis hingga 21 persen. Pada laporan 31 Juni 2020, penurunan tercatat hingga 3,038 juta euro.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Selain soal meningkatnya pendapatan Ceferin sebagai orang nomor satu UEFA di masa krisis Covid-19, mantan Presiden Federasi Sepak Bola Slovenia itu juga mengalami peningkatan gaji setiap tahunnya sejak menjabat pada 2016/2017.

Menurut Vozpopuli, gaji Ceferin pada tahun pertama berjumlah 1,56 juta franc Swiss atau setara Rp24,678 miliar, berdasarkan laporan UEFA.

Gaji tersebut sempat bertahan di angka yang sama pada musim berikutnya. Tetapi kemudian meningkat menjadi 1,92 juta franc Swiss pada musim 2018/2019. Terakhir, gaji Ceferin dalam satu tahun bernilai 2,42 juta franc Swiss.

Secara total, Ceferin mendapatkan pendapatan sebagai Presiden UEFA sekitar 7,46 juta franc Swiss atau 6,76 juta euro.

(sry/har)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK