Conte Sebut UEFA Serakah, Tolak Super League

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 18:20 WIB
Pelatih Inter Milan Antonio Conte mendukung sekaligus mengkritik UEFA terkait kemunculan European Super League. Antonio Conte menyebut UEFA serakah. (AP/INA FASSBENDER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Inter Milan Antonio Conte mendukung sekaligus mengkritik UEFA terkait kemunculan European Super League. Conte menganggap UEFA serakah dan mengekploitasi pemain.

Inter merupakan salah satu klub pendiri European Super League yang dibuat untuk menandingi Liga Champions UEFA. Klub berjuluk La Beneamata itu kemudian memutuskan untuk mundur setelah mendapat banyak penolakan.

Conte menolak kehadiran Super League, tapi mantan pelatih Juventus itu juga mengkritik UEFA. Conte menganggap UEFA telah mengekploitasi pemain demi mendapat keuntungan besar.


Conte berharap UEFA bisa menerapkan meritokrasi, yakni sistem yang memberikan kesempatan untuk meraih banyak hal berdasarkan kemampuan atau prestasi.

"Sebagai olahragawan, kita tidak boleh melupakan tradisi. [Liga Champions] ini adalah sejarah dan harus dihormati. Kita tidak boleh melupakan hasrat untuk olahraga, dan olahraga harus meritokrasi. Kita bekerja untuk menang dan mendapatkan sesuatu. Meritokrasi harus selalu menjadi yang pertama dan terpenting," ujar Conte dikutip dari AS.

"UEFA juga harus melakukan refleksi. Mereka mengatur turnamen, mengambil semua pendapatan dan hanya mengeluarkan sebagian kecil untuk tim yang benar-benar ambil bagian dalam turnamen ini," ucap Conte.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

UEFA merespons kehadiran European Super League dengan mengumumkan format baru Liga Champions mulai 2024. Conte tidak mempermasalahkan format Liga Champions yang digunakan, hanya ingin UEFA lebih menghargai tim yang terlibat.

"Para pemain diperas seperti lemon dengan jadwal ketat dan mendapat hasil sangat sedikit dari pertandingan itu. UEFA perlu mempertimbangkan remunerasi yang lebih baik. Klub berinvestasi pada pelatih dan pemain, jadi mereka berhak mendapatkan sebagian dari pendapatan [UEFA] yang mereka bantu menghasilkannya," ucap Conte.

[Gambas:Video CNN]

"Jika Anda mendapatkan 10 dan menyimpan tujuh untuk diri sendiri, memberikan hanya tiga untuk orang lain, hal itu benar-benar tidak adil. Saya pikir pembagian merata perlu dipertimbangkan kembali," sambung Conte.

Conte bukan satu-satunya pelatih yang mengkritik UEFA. Pelatih Barcelona Ronald Koeman menyebut UEFA 'mata duitan' meski juga menolak European Super League.

(har/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK