Badminton Eropa Dukung Skor 5x11 yang Diusulkan Indonesia

jal, CNN Indonesia | Rabu, 19/05/2021 16:27 WIB
Badminton Eropa memberikan dukungan terkait perubahan sistem skor 5x11 yang juga diusulkan oleh Indonesia. Ilustrasi Badminton. (Istockphoto/undefined undefined)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badminton Eropa memberikan dukungan terkait perubahan sistem skor 5x11 yang juga diusulkan oleh Indonesia.

Proposal perubahan skor itu telah diajukan oleh PP PBSI dan Federasi Badminton Maladewa ke Badminton World Federation (BWF). Proposal tersebut akan dibahas dan sekaligus dilakukan voting dalam agenda Rapat Tahunan ke-82 pada 22 Mei 2021.

Proposal perubahan sistem skor yang dimaksud adalah dari semula 3x21 poin menjadi 5x11 poin. Untuk skema pertandingan tidak mengalami perubahan, yakni tetap menggunakan format rally point.


Badminton Eropa mengungkapkan setidaknya empat alasan yang membuat mereka mendukung perubahan sistem skor tersebut. Mulai dari alasan lebih banyak pertandingan akan memberikan lebih banyak laga sengit, waktu pertandingan yang singkat akan membuat puncak permainan lebih cepat, durasi pertandingan yang lebih singkat, dan pertandingan yang tidak seimbang akan berlangsung lebih cepat.

Oleh karena itu, Badminton Eropa akan merekomendasikan kepada anggota-anggota mereka untuk memberikan suara mereka mendukung perubahan sistem skor.

"[Empat] elemen di atas akan meningkatkan pengalaman penonton dalam menyaksikan pertandingan. Perubahan ini dapat menarik basis penggemar yang lebih besar dan menyediakan produk siaran yang lebih baik. Sebagai dampaknya akan meningkatkan nilai komersial," bunyi pernyataan resmi Badminton Eropa.

Banner Video Highlights MotoGP 2021

Wacana perubahan sistem penilaian sudah digulirkan BWF sejak 2014 silam. Namun, perubahan sistem penilaian ini selalu ditolak para anggota, baik pada Rapat Tahunan 2016 maupun 2018.

Pada RUPS Tahunan 2018 di Bangkok, banyak peserta rapat termasuk Indonesia menolak perubahan sistem penilaian ini.

Wacana perubahan sistem penilaian sudah digulirkan BWF sejak 2014 silam. Namun, perubahan sistem penilaian ini selalu ditolak para anggota, baik pada Rapat Tahunan 2016 maupun 2018.

Pada RUPS Tahunan 2018 di Bangkok, banyak peserta rapat termasuk Indonesia menolak perubahan sistem penilaian ini. Dari 252 pemegang suara, sebanyak 129 menyetujui perubahan format skor 5x11. Sedangkan, 123 suara menolak.

[Gambas:Video CNN]

(jal/rhr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK