Arema Soal Liga 1 Ada Degradasi: Kami Patuh Pada PSSI

CNN Indonesia | Rabu, 26/05/2021 22:06 WIB
Arema FC mengaku patuh pada keputusan PSSI yang telah memutuskan kompetisi Liga 1 2021/2022 tetap memberlakukan sistem degradasi. Arema FC menerima keputusan PSSI soal adanya degradasi di Liga 1. (Foto: ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Arema FC akan mengaku patuh pada keputusan PSSI yang telah memutuskan kompetisi Liga 1 2021/2022 tetap memberlakukan sistem degradasi.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, memastikan kompetisi Liga 1 2021/2022 tetap memberlakukan degradasi.

Keputusan tersebut diambil setelah melakukan diskusi dengan Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam rapat Emergency Exco Meeting serta berkonsultasi dengan FIFA dan AFC, Selasa (25/5).


Manajemen Arema FC memberikan respons terkait keputusan PSSI yang menetapkan format kompetisi Liga 1 musim 2021-2022.

"Tentunya PSSI telah on the track dalam memutuskan hal yang substansi dalam penyelenggaraan kompetisi di era pandemi ini, salah satu juga sistem bubble yang akan menjadi keputusan sistem penyelenggaraanya,"ucap Media Officer Arema FC, Sudarmaji dikutip dari laman Arema FC, Rabu (26/5).

Banner Live Streaming MotoGP 2021

"Sejak awal Arema FC sebenarnya sudah menyatakan sikap. Yakni patuh pada keputusan terbaik PSSI termasuk keputusan tertinggi pada kongres tahunan nanti. Oleh karena itu kami mengikuti perkembangan dan wacana yang ada dan Arema FC fokus menjaga izin penyelenggaraan kompetisi agar benar-benar terealiasi serta konsentrasi pada penerapan protokol kesehatan," ungkap Sudarmaji menambahkan.

Keputusan PSSI tersebut menurut Sudarmaji merupakan bagian dari proteksi untuk melindungi kualitas kompetisi.

"Tentunya ini juga menjadi bagian dari proteksi agar kontinuitas kompetisi terjaga dari potensi penularan pandemic," ujar Sudarmaji.

"Klub kini juga akan fokus tentang itu sekaligus bekerja keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya. PSSI tentu memiliki formula yang ideal yang nantinya membantu kinerja klub untuk tetap kompetitif dalam mengikuti kompetisi," kata Sudarmaji menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(rhr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK