PROFIL TIM EURO 2020

Timnas Swedia Berguru ke Prancis dan Portugal

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 15:42 WIB
Timnas Swedia mendapat pelajaran berharga dari Prancis, Portugal, Kroasia, dan Denmark sebelum mentas di Euro 2020 (Euro 2021). Timnas Swedia akan berupaya menyajikan kejutan di Euro 2020. (AFP/JONATHAN NACKSTRAND)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Swedia telah diberi pelajaran oleh Prancis, Portugal, Kroasia, dan Denmark pada tahun 2020. Hal ini yang membuat pelatih Swedia, Janne Andersson percaya diri menatap Euro 2020 (Euro 2021).

Ia dengan tegas mengatakan Swedia tak gentar dengan persaingan Grup E yang diisi Spanyol, Polandia, dan Slovakia. Malahan, Andersson percaya diri bisa membawa Swedia lolos dari babak grup.

"Kami telah bermain melawan beberapa tim terbaik di dunia tahun lalu: Spanyol, Prancis, Kroasia dan Portugal. Saya pikir kami telah memainkan permainan yang bagus dan belajar banyak dari pengalaman ini," kata Andersson, dilansir dari World Soccer.


Selama 2020, timnas berjulukan The Blue and Yellow ini melakoni 8 pertandingan. Hasilnya, 6 kali kalah dan hanya 2 kali menang. Walau rapornya merah, Andersson menyebut tim asuhannya semakin berkembang.

Buktinya, dalam tiga laga pada 2021, yang 2 di antaranya adalah pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022, berakhir dengan kemenangan. Kekalahan demi kekalahan pada 2020 dijadikan bahan evaluasi oleh Andersson.

"Kami tahu bahwa kami harus tampil di level teratas. Mudah-mudahan, kami dapat menggunakan apa yang telah kami pelajari untuk menjadi tim yang lebih baik dan lebih tajam di Piala Eropa 2020," ucap pelatih 58 tahun ini.

Dalam persaingan Piala Eropa 2020, Andersson punya satu striker yang namanya sedang naik daun: Alexander Isak. Pemain Real Siciedad ini melesakkan 17 gol dari 34 pertandingan di Liga Spanyol musim ini.

Satu striker Swedia lainnya yang mulai jadi sorotan adalah anak legenda Swedia Henrik Larsson, Jordan Larsson. Bersama Spartak Moscow di Liga Rusia, Jordan yang kini berusia 23 tahun, mulai matang.

Untuk lini tengah, Swedia berporos Italia. Maksudnya, gelandang yang sedang menonjol semuanya tampil di Serie A 2020/2021. Mereka itu adalah Albin Ekdal, Mattias Svanberg, dan Dejan Kulusevski.

Banner Testimoni

Nama terakhir bisa dibilang satu-satunya bintang di skuad Swedia. Bersama Juventus, Kulusevski jadi tulang andalan sang pelatih, Andrea Pirlo. Musim ini, pemuda 21 tahun tersebut melakoni 46 pertandingan, mencetak 7 gol dan assist.

Jika lini tengah Swedia menjanjikan, tidak dengan lini pertahanan. Andersson belum bisa 'move on' dari pemain-pemain gaek, karena memang tak banyak pemain muda menjanjikan.

Hanya Victor Lindelof yang musim ini lumayan gemilang bersama Manchester United. Sejatinya ada Emil Krafth yang membela Newcastle United dan Ludwig Augustinsson di Werder Bremen, tetapi keduanya tak tampil memukau.

Kapasitas kiper Swedia pun meragukan. Dari 3 nama yang dipanggil Andersson, kesemuanya tak punya jam terbang mumpuni bersama klub. Mereka hanya pemain pelapis yang ditampilkan saat menghadapi lawan-lawan yang dianggap lemah.

[Gambas:Video CNN]

"Singkatnya, jadilah yang terbaik ketika dalam posisi bebas. Berusaha keras untuk memiliki sikap terbaik, organisasi terbaik di lapangan, dan persiapan terbaik," ucap Andersson soal filosofi sepak bolanya di Swedia.

Di Euro 2020, Swedia akan menghadapi tim favorit juara Spanyol (14/6), Slovakia (18/6), dan Polandia (23/6).

Skuad Swedia di Piala Eropa 2020

Kiper: Karl-Johan Johnsson, Kristoffer Nordfeldt, Robin Olsen.

Belakang: Emil Krafth, Victor Lindelof, Marcus Danielson, Martin Olsson, Ludwig Augustinsson, Pontus Jansson, Filip Helander, Mikael Lustig, Andreas Granqvist.

Tengah: Emil Forsberg, Ken Sema, Viktor Claesson, Dejan Kulusevski, Sebastian Larsson, Albin Ekdal, Kristoffer Olsson, Jens-Lys Cajuste, Mattias Svanberg, Gustav Svensson.

Depan: Marcus Berg, Alexander Isak, Robin Quaison, Jordan Larsson.

(abd/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK