PROFIL TIM EURO 2020

Siklus Emas 20 Tahunan Timnas Prancis

jun, CNN Indonesia | Sabtu, 12/06/2021 15:00 WIB
Timnas Prancis ingin mengulang siklus emas 20 tahunan, yakni menggandeng gelar Piala Dunia dan Euro. Kehadiran Karim Benzema bikin lini serang Prancis makin mengerikan. (REUTERS/ERIC GAILLARD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pepatah Prancis mengatakan, "L'histoire se repete." Artinya, sejarah mengulang dirinya sendiri. Dan, di Euro 2020 [Euro 2021] Timnas Prancis ingin mengulang siklus emas 20 tahunan.

Siklus itu telah terbukti pada 2018. Les Bleus, sebutan timnas Prancis, mengangkat trofi Piala Dunia 2018 di Rusia setelah 20 tahun sebelumnya (1998) mengangkat trofi yang sama di rumah sendiri, Paris.

Kebetulan, selepas Piala Dunia 1998 Prancis menjuarai Piala Eropa 2000. Setelah 20 tahun berlalu dari episode manis di Rotterdam, Belanda tersebut, Prancis ingin mengulangnya di Wembley, Inggris.


Situasi Prancis saat ini dan 20 tahun silam juga hampir mirip. Jika pada 2000 Prancis punya Thierry Henry sebagai striker muda dan Zinedine Zidane sebagai konduktor lini tengah, kini ada Kylian Mbappe dan Paul Pogba.

Asa Prancis untuk mengawinkan gelar Piala Dunia dan Piala Eropa ini pun bukan perkara mustahil. Selain Prancis, negara lain yang pernah mengawinkan trofi mayor ini adalah Spanyol pada 2010 dan 2012.

Modal Si Ayam Jago untuk membenarkan siklus tersebut pun sangat logis. Saat ini Prancis menempati posisi ke-2 di peringkat FIFA, di bawah Belgia. Dalam dua tahun terakhir, rapor penampilan Prancis pun hijau.

Selama 2020-2021, Antoine Griezmann dan kawan-kawan melakoni 11 pertandingan. Hasilnya, 8 kali menang, 2 kali imbang, dan sekali kalah. Dari pertandingan itu Prancis mengoleksi 23 gol dan 9 kali kebobolan.

Pada 2019, saat bersaing di Grup H babak kualifikasi Piala Eropa 2020, penampilan Prancis pun meyakinkan. Dari 10 pertandingan mereka meraih 8 kemenangan, sekali imbang dan kalah. Prancis mengoleksi 25 gol dan 6 kebobolan, dengan Olivier Giroud sebagai top skor (5 gol).

Untuk posisi penjaga gawang, Prancis punya 2 kiper yang performanya stabil. Hugo Lloris tampil penuh selama semusim bersama Tottenham Hotspur, sedangkan Steve Mandanda hanya sekali absen, yakni tampil 37 kali semusim bersama Marseille.

Selanjutnya semua bek yang dipanggil di bawah 30 tahun. Kuartet bertahan Prancis kemungkinan ditempati Benjamin Pavard (Bayern Munich), Raphael Varane (Real Madrid), Clement Lenglet (Barcelona), dan Lucas Hernandez (Bayern Munchen).

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Jika Deschamps mempertahankan formasi 4-2-3-1, lini tengah hampir pasti jadi milik Paul Pogba (Manchester United) dan N'Golo Kante (Chelsea). Adapun serep yang punya kualitas tak kalah matang adalah Adrien Rabiot (Juventus).

Beralih lini depan, Prancis punya 8 penyerang yang 3 di antaranya adalah striker murni. Musim ini, bersama klubnya masing-masing kedelapan lini depan Prancis ini total menggelontorkan 154 gol. Mbappe jadi yang terproduktif dengan 42 gol semusim.

Jumlah gol lini depan Prancis ini yang tertajam dari kontestan Piala Eropa 2020 lainnya. Namun, ketajaman di klub tidak selalu berbanding lurus dengan performa di Timnas. Olivier Giroud adalah contohnya.

Musim ini Giroud menyumbang 20 gol untuk Chelsea. Walau koleksi golnya kalah dari Mbappe, tetapi ketajamannya bersama timnas Prancis jauh lebih tinggi. Selama 2019-2021 Giroud menyumbang 11 gol, sedangkan Mbappe hanya 6 gol.

"Dengan kualitas, kecerdasan, dan bakat para pemain, kami akan bisa mencapai hal lebih di sini [Piala Eropa 2020]," kata Deschamp soal komposisi lini depan Prancis saat pengumuman skuad, dilansir dari ESPN. Adapun yang menyita perhatian adalah kembalinya Karim Benzema. Sempat terusir dari timnas Spanyol karena tak diinginkan Deschamps, performa moncer bersama Real Madrid membuatnya kembali dipanggil.

Namun, Prancis harus tampil apik sejak awal karena tergabung di grup neraka, Grup F Piala Eropa 2020. Lawan pertama Prancis adalah Jerman (15/6), lantas Hungaria (19/6), dan terakhir Portugal (23/6).

Skuad Prancis di Euro 2020

Kiper: Hugo Lloris, Steve Mandanda, Mike Maignan.

Belakang: Lucas Digne, Leo Dubois, Lucas Hernandez, Presnel Kimpembe, Jules Kounde, Clement Lenglet, Benjamin Pavard, Raphael Varane, Kurt Zouma.

Tengah: N'Golo Kante, Thomas Lemar, Paul Pogba, Adrien Rabiot, Moussa Sissoko, Corentin Tolisso.

Depan: Wissam Ben Yedder, Karim Benzema, Kingsley Coman, Ousmane Dembele, Olivier Giroud, Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, Marcus Thuram.

(abd/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK