3 Tanda Inggris Kalah dari Kroasia di Euro 2020

jun, CNN Indonesia | Minggu, 13/06/2021 17:28 WIB
Berikut tiga tanda timnas Inggris kalah dari Kroasia pada laga perdana Grup D Euro 2020 (Euro 2021) di Stadion Wembley, Minggu (13/6). Timnas Inggris berpotensi terjungkal di laga perdana Grup D Euro 2020. (AFP/DENIS LOVROVIC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di atas secarik kertas, timnas Inggris memang jadi salah satu kandidat juara Euro 2020 (Euro 2021). Namun, Kroasia bisa bikin kejutan sekaligus membalikkan prediksi.

The Three Lions kali ini diberkati dengan pemain bintang yang tersebar di kompetisi elite Eropa, termasuk Jadon Sancho yang gemilang bersama Borussia Dortmund di Bundesliga.

Namun, Kroasia juga dihuni pemain berpengalaman macam Luka Modric. Mereka sukses mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia 2018.


Sempat unggul melalui gol tendangan bebas Kieran Trippier, Inggris kalah dari Kroasia setelah Ivan Perisic dan Mario Mandzukic membalikkan keadaan menjadi 1-2.

Skuad arahan Gareth Southgate berniat membalas kekalahan dari Kroasia di turnamen resmi. Mereka tentu punya modal untuk mewujudkan ambisinya itu.

Hanya saja, Vatreni bisa membuat kejutan pada laga perdana Grup D Euro 2020 yang digelar di Stadion Wembley, London, Minggu (13/6).

Berikut tanda-tanda Inggris kalah dari Kroasia di fase grup Euro 2020.

England's defender Harry Maguire heads the ball during the 2018 FIFA World Cup European Qualifying football match between Lithuania and England at the LFF Stadium in Vilnius on October 8, 2017. (Photo by Adrian DENNIS / AFP)Harry Maguire belum pulih dari cedera. (Adrian DENNIS / AFP)

1. Maguire Absen

Kekuatan pertahanan Inggris masih meragukan lantaran Harry Maguire masih diragukan tampil karena belum benar-benar pulih dari cedera.

Tyrone Mings kemungkinan bakal diplot sebagai pengganti Maguire di jantung pertahanan Inggris bersama John Stones yang jadi pilihan utama sejak Piala Dunia 2018.

Meski demikian duet kedua pemain ini belum teruji. Miskoordinasi berpotensi terjadi dan bisa jadi celah untuk dieksploitasi lini serang Kroasia yang mengandalkan bintang AC Milan Ante Rebic.

[Gambas:Video CNN]

2. Lini Tengah Kalah Matang

Croatia's midfielder Luka Modric (R) fights for the ball with the Cyprus'  forward Marios Ilia  during the FIFA World Cup Qatar 2022 qualification Group H football match between Croatia and Cyprus at the HNK Rijeka Stadium, in Rijeka, on March 27, 2021. (Photo by Denis LOVROVIC / AFP)Playmaker andalan timnas Kroasia Luka Modric. (AFP/DENIS LOVROVIC)

Bukan rahasia umum bahwa lini tengah Kroasia lebih matang dari Inggris. Keberadaan pemain terbaik FIFA 2018, Luka Modric, bisa bikin Kroasia lebih dominan.

Selain Modric, Kroasia punya gelandang sarat pengalaman macam Marcelo Brozovic dan Ivan Perisic yang sukses membawa Inter Milan juara Liga Italia serta Mate Kovacic juga berhasil mengantar Chelsa juara Liga Champions.

Keempat pemain ini jadi tumpuan lini tengah Kroasia dalam beberapa tahun terakhir. Artinya chemistry dan kolektivitas mereka sudah tidak diragukan lagi.

Sementara Inggris akan mengandalkan "wajah baru" seperti Jack Grealish, Phil Foden, Jadon Sancho, dan Mason Mount. Keempat pemain ini memang gemilang di klubnya masing-masing, namun penampilan mereka belum teruji di level internasional.

Praktis hanya Jordan Henderson dan Declan Rice yang kaya pengalaman di laga internasional.

3. Mental

England's Mason Mount, center, celebrates after scoring his side's second goal during the UEFA Nations League soccer match between England and Belgium at Wembley stadium in London, Sunday, Oct. 11, 2020. (Neil Hall/Pool via AP)Mason Mount wajah baru di timnas Inggris. (AP/Neil Hall)

Mentalitas bertanding masih jadi persoalan klasik timnas Inggris. Performa pemain muda sering kali melempem saat mentas di turnamen bergengsi macam Piala Eropa.

Terlebih skuad Inggris kali ini lebih banyak dihuni talenta muda yang masih setengah matang. Harry Kane dan Raheem Sterling harus bisa mendongkrak mental kompatriot mereka jika ingin menjaga asa juara.

Banner Euro 2020

Sementara Kroasia rata-rata dihuni pemain matang yang kaya jam terbang di turnamen internasional. Sebagian besar pemain mereka sudah berjuang bersama-sama sejak Piala Dunia tiga tahun silam.

Mental pemain sering kali jadi penentu kemenangan pada masa kritis. Hal ini telah dibuktikan Kroasia saat mengalahkan Inggris lewat gol krusial pada masa injury time di semifinal Piala Dunia 2018.

(jun/rhr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK