ANALISIS

Inggris Jangan Senang Dulu, Jalan Masih Panjang

Nova Arifianto, CNN Indonesia | Senin, 14/06/2021 01:56 WIB
Timnas Inggris menyudahi kutukan tak pernah menang di laga pertama Euro, namun perjalanan menuju juara Euro 2020 (Euro 2021) masih panjang. Inggris masih harus menjalani enam pertandingan lagi sebelum menjadi juara Euro 2020. (Pool via REUTERS/CATHERINE IVILL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Inggris akhirnya menyudahi kutukan tak pernah menang di laga pertama Euro, namun masih jauh untuk memandang The Three Lions sebagai kandidat juara Euro 2020 (Euro 2021).

Duel melawan Kroasia di laga pertama sudah dipandang sebagai laga berat bagi skuad The Three Lions yang merupakan unggulan utama di Grup D.

Head to head antara Inggris dan Kroasia tidak begitu timpang. Meski dalam dua laga sebelumnya yang terjadi di UEFA Nations League skuad Vatreni selalu kalah, bayangan pilu soal kekalahan di semifinal Piala Dunia 2018 ada di benak Inggris.


Tak cuma soal lawan yang membuat waswas, rekor tanpa menang di sembilan pertandingan pertama Piala Eropa juga seperti fakta yang miris bagi Inggris.

Pada hari H, Gareth Southgate mempercayakan starter pada pemain yang berada pada kondisi prima. Tak ada Harry Maguire dan Jordan Henderson dalam 11 pertama.

Formasi 1-4-2-3-1 jadi pilihan Southgate. Tyrone Mings, Declan Rice, Kalvin Philips, Phil Foden, dan Mason Mount dipercaya bermain bersama pemain-pemain yang sudah lebih sering seperti Harry Kane, Raheem Sterling, John Stones, Kyle Walker, dan Kieran Trippier.

[Gambas:Video CNN]

Kroasia seperti diprediksi menampilkan skuad berpengalaman. Ivan Perisic, Andrej Kramaric, Domagoj Vida, Mateo Kovacic, Luka Modric, dan Marcelo Brozovic dipercaya sejak menit pertama.

Menghadapi Kroasia yang bermain dengan 1-4-3-3, Inggris lebih terlihat memainkan formasi 1-4-1-4-1. Hanya Rice yang main sebagai gelandang bertahan, sementara Philips bermain lebih ke depan bersama Mount, Foden, dan Sterling.

Nafsu Inggris melakukan 'killing the game' terlihat sejak menit awal. Inggris tampak menjanjikan. Peluang Foden yang mengenai tiang gawang membunyikan alarm Kroasia.

Belum sempat berbenah, gawang Kroasia kembali dalam tekanan. Peluang Sterling dan tembakan jarak jauh Philips membuat suporter tuan rumah berapi-api.

Banner Euro 2020

Di saat Inggris terus menerus menciptakan peluang, Kroasia tetap tampil tenang dan menyiasati dengan menurunkan tempo.

Perlahan, Kroasia mendekati sepertiga akhir lapangan. Hanya saja skuad asuhan Zlatko Dalic tak cukup cakap bermain di area ini.

Walker, Stones, Mings, dan Trippier beberapa kali mampu mengepung Rebic atau Perisic di depan.

Kroasia yang Lemah dan Sinar Terang Philips

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK