Inter Milan Bantah Henti Jantung Eriksen Dampak Covid

CNN Indonesia | Senin, 14/06/2021 14:41 WIB
Direktur Inter Milan, Giuseppe Marotta, membantah dugaan gelandang Christian Eriksen pingsan akibat dampak Covid-19. Ilustrasi gelandang Denmark, Christian Eriksen, dibawa ke rumah sakit setelah pingsan dalam pertandingan Piala Eropa 2020 melawan Finlandia. (AP/Friedemann Vogel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Inter Milan, Giuseppe Marotta, membantah dugaan yang menyebut Christian Eriksen pingsan dalam pertandingan pembuka Piala Eropa Euro 2020 (Euro 2021) karena dampak infeksi virus corona (Covid-19).

"Dia (Eriksen) tidak terinfeksi Covid-19 dan belum menjalani vaksinasi," kata Marotta kepada Rai Sport, seperti dikutip Reuters, Senin (14/6).

Eriksen yang berusia 29 tahun pingsan pada menit ke-42 saat membela Denmark di pertandingan babak penyisihan melawan Finlandia. Saat itu tim medis kesebelasan Denmark langsung melakukan penanggulangan karena dia dikhawatirkan mengalami serangan jantung.


Eriksen lantas dilarikan ke rumah sakit dan saat ini dirawat dalam kondisi stabil.

Menurut informasi yang diperoleh Marotta, kondisi Eriksen saat ini dalam pengawasan penuh tim dokter Denmark. Namun, dia tetap meminta informasi terbaru tentang kondisi salah satu pemain di klubnya itu.

"Seluruh tim medis Inter terus berkoordinasi dengan mereka (Denmark) sejak awal," ujar Marotta.

Pernyataan Marotta diperkuat oleh salah satu dokter tim Inter Milan, Piero Volpi.

"Dalam beberapa hari ke depan dia (Eriksen) akan menjalani serangkaian pemeriksaan. Namun, yang terpenting adalah dia dalam kondisi baik," kata Volpi seperti dikutip Gazetta dello Sport.

Volpi juga membantah kabar simpang siur yang menyebut Eriksen mengalami masalah kesehatan.

"Tidak pernah ada masalah yang disembunyikan, baik saat dia di Tottenham ataupun Inter. Di Italia kami melakukan pemeriksaan menyeluruh dan ketat," ujar Volpi.

Pakar jantung dari Universitas St. George London yang juga merangkap dokter spesialis di kesebelasan Inggris, Tottenham Hotspur, Sanjay Sharma, menyatakan Eriksen tidak memiliki gangguan jantung saat bermain dengan klub itu di Liga Primer.

Akan tetapi, pada Minggu kemarin laporan Daily Mail menyebut Sharma menyatakan ada kemungkinan sejumlah pemain sepak bola mengalami efek samping akibat infeksi Covid-19. Salah satunya diduga bisa mengalami gangguan pada jantung.

Meski begitu, Sharma menyatakan hasil pemeriksaan kesehatan Eriksen di Spurs sejak 2013 menyatakan sang gelandang dalam kondisi sehat. Namun, kejadian pada laga pembuka Euro 2020 membuatnya bertanya-tanya apakah ada prosedur yang terlewat dalam proses pemeriksaan sehingga gangguan kesehatan Eriksen tidak terdeteksi sejak dini.

"Saat saya melihat kejadian itu, saya mengatakan dalam hati, 'Ya Tuhan, apakah ada sesuatu yang terlewatkan?' Namun saya memeriksa kembali semua hasil tes dan nampak baik-baik saja," ujar Sharma.

Banner Euro 2020

"Sejak awal kami mengontraknya, tugas saya adalah mengawasi kondisi fisiknya (Eriksen) dan kami melakukan pemeriksaan rutin setiap tahun. Jadi menurut hasil tes terakhir pada 2019, kondisinya normal dan tidak ada gangguan terhadap fungsi jantung. Saya berani bersumpah karena saya yang melakukan pemeriksaannya," lanjut Sharma.

Secara terpisah, mantan gelandang kesebelasan Bolton Wanderers, Fabrice Muamba, ikut angkat bicara mengenai insiden yang dialami Eriksen. Dia mengatakan kejadian itu kembali membuka kenangannya ketika dia mengalami serangan jantung saat berlaga dalam pertandingan Piala FA pada 2012 silam.

Akibat hal itu, Muamba terpaksa harus gantung sepatu di usia yang cukup muda, yakni 24 tahun.

"Hal itu membangkitkan kembali kenangan tentang kejadian yang saya alami. Hanya bisa melihat dari kejauhan dan tidak tahu apa yang terjadi. Hal seperti itu menakutkan, tetapi tim medis layak diberikan pujian atas tindakan mereka terhadap Eriksen. Saya gembira melihat seluruh anggota tim melindunginya. Saya berharap dia baik-baik saja," kata Muamba.

[Gambas:Video CNN]

(ayp/jal)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK