Menpora: Markis Kido Pahlawan Bulutangkis Indonesia

CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 12:29 WIB
Menpora Zainudin Amali menyebut sosok mendiang Markis Kido sebagai motivasi dan contoh buat atlet lain yang masih aktif bermain. Prestasi Markis Kido di dunia badminton layak menjadi contoh atlet lain di Indonesia. (Foto: AFP/LIU JIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyebut sosok mendiang Markis Kido sebagai motivasi dan contoh buat atlet lain yang masih aktif bermain.

Legenda bulutangkis Indonesia, Markis Kido meninggal dunia diduga karena serangan jantung saat bermain bulutangkis di GOR Petrolin, Tangerang, Senin (14/6). Peraih medali emas ganda putra Olimpiade 2008 bersama Hendra Setiawan itu menghembuskan napas terakhir di usia 36.

"Masyarakat olahraga khususnya Cabor bulutangkis pasti sangat kehilangan karena dia bisa menjadi contoh dan motivasi bagi para atlet yunior maupun senior yang masih aktif bermain. Selamat jalan pahlawan bulutangkis Indonesia," kata Menpora.


Menurut Menpora Amali, Kido adalah pahlawan bulutangkis yang banyak memberikan jejak prestasi untuk mengharumkan nama Indonesia. Tak hanya medali emas Olimpiade 2008, tapi juga menyapu bersih medali emas multievent.

Multievent pertama yang dimenangi Kido/Hendra adalah emas SEA Games 2005 di Filipina. Di partai final, Kido/Hendra mengalahkan ganda putra Indonesia lain, Luluk Hadianto/Alvent Yulianto 15-8, 7-15, 15-6.

Bahkan, Kido/Hendra mencatatkan meraih tiga medali emas ganda putra di SEA Games. Selain edisi 2005, Kido/Hendra juga juara di SEA Games 2007 Thailand dengan mengalahkan Hendri Kurniawan Saputra/Hendra Wijaya 21-17, 21-12 dan SEA Games 2009 Laos usai menumbangkan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dari Malaysia 21-17, 21-17.

Setelah sukses di SEA Games, Kido/Hendra menambah prestasi mereka dengan meraih medali emas Olimpiade 2008. Pada pesta olahraga terbesar di dunia itu, Kido/Hendra mengalahkan pasangan tuan rumah Cai Yun/Fu Haifeng 12-21, 21-11, 21-16.

Usai juara di Olimpiade 2008, Kido dan Hendra memutuskan keluar dari Pelatnas Cipayung. Saat itu, Kido keluar dari pelatnas karena alasan kesehatan, hipertensi atau darah tinggi.

Banner Euro 2020Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Meski tidak lagi di Pelatnas Cipayung, bukan berarti Kido/Hendra tidak bisa berprestasi. Tampil secara profesional, Kido/Hendra juara Asian Games 2010 di Guangzhou dengan menumbangkan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong 16-21, 26-24, 21-19.

"Sebagai Menpora tentu saya merasa bersedih atas meninggalnya Markis Kido. Ia adalah mantan atlet bulutangkis yang telah mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Almarhum pernah berada di puncak prestasinya yaitu meraih medali emas untuk ganda putra di Olimpiade Beijing tahun 2008 berpasangan dengan Hendra Setiawan," kata Menpora Amali.

Bermain bulutangkis bersama rekan-rekan sejawat masih sering dilakukan Markis Kido meski tak lagi berstatus sebagai atlet nasional. Termasuk ketika ia sudah mendekati ajalnya.

(rhr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK