Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Italia bisa dipastikan tetap bernafsu memburu kemenangan saat bersua Wales pada laga terakhir Grup A Euro 2020 (Euro 2021) di Stadion Olimpico, Roma, Minggu (23/6).
Italia hanya membutuhkan dua laga untuk melapangkan jalan ke fase gugur. Berkat penampilan meyakinkan, Gli Azzurri berhasil mengalahkan Turki dan Swiss dengan skor identik 3-0.
Turki dan Swiss dibuat tidak berkutik oleh Italia. Skuad asuhan Roberto Mancini tampil nyaris tanpa cela sepanjang 90 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertahanan Italia terbukti masih cukup solid saat Giorgio Chiellini cedera dan digantikan Francesco Acerbi pada laga melawan Swiss. Penampilan Manuel Locatelli juga semakin impresif di lini tengah dengan dua golnya ke gawang Swiss.
Di lini depan, Ciro Immobile terus unjuk ketajaman soal urusan membobol gawang lawan. Begitu pula dengan kinerja Domenico Berardi sebagai penyerang sayap kanan yang patut diapresiasi.
 Ciro Immobile jadi mesin gol mematikan timnas Italia. (Pool via REUTERS/MIKE HEWITT) |
Berkaca pada dua laga awal, hampir semua pemain Italia yang dimainkan Mancini bermain sesuai ekspektasi selayaknya sekumpulan pemain dari tim kandidat juara. Chiellini dan kawan-kawan datang dengan mentalitas yang tepat, memiliki rasa lapar untuk menang, dan didukung racikan taktik apik ala Mancini.
Rasa lapar akan kemenangan itu tampak semakin jelas saat Italia mengalahkan Swiss. Kendati sudah unggul 2-0, Italia belum merasa puas dan terus memburu gol ketiga hingga mendekati akhir pertandingan.
Gol itu pun datang dari kaki Immobile. Tendangan keras penyerang Lazio itu sedikit dari luar kotak penalti bersarang ke pojok kanan Swiss yang dikawal, Yann Sommer.
Rasa lapar dan tekad sapu bersih di fase grup itu bakal jadi ancaman buat Wales. Meski sudah lolos, Italia akan tetap memburu kemenangan karena mereka bukan tim yang senang bisa meraih satu poin.
Rotasi pemain yang kemungkinan bakal dilakukan Mancini juga tidak akan mengurangi daya ledak Italia di laga melawan Wales. Juara Piala Eropa 1968 itu masih punya banyak amunisi untuk mengalahkan The Dragons yang ikut memburu satu tiket ke 16 besar.
Italia masih punya Andrea Belotti dan Federico Chiesa di lini depan. Marco Verratti yang sejatinya langganan starter juga sudah dalam kondisi yang lebih baik, dan di lini belakang mereka punya pemain muda dengan mental juara yakni Alessandro Bastoni.
Baca lanjutan artikel ini di halaman berikutnya...
Wales Andalkan Koneksi Bale dan Ramsey
Gareth Bale akan jadi andalan Wales. (Pool via REUTERS/RICCARDO ANTIMIANI)
Andrea Belotti dari segi kemampuan tidak kalah dengan Ciro Immobile yang jadi pilihan utama Roberto Mancini sebagai targetman. Penyerang berusia 27 itu merupakan mesin gol andalan Torino selama enam musim terakhir.
Begitu pula dengan Federico Chiesa yang begitu diandalkan oleh Andrea Pirlo di Juventus pada musim lalu. Chiesa memiliki kecepatan, umpan yang baik, dan naluri gol yang cukup tinggi sebagai penyerang sayap.
Sedangkan kemampuan Marco Verratti dalam mengomandoi lapangan tengah tak perlu diragukan. Satu kekurangan pemain Paris Saint-Germain itu hanya sifat temperamentalnya yang seringkali sulit untuk dibendung dan bisa merugikan tim.
Di luar itu, Verratti adalah gelandang idaman pelatih manapun. Ia memiliki visi bagus, akurasi umpan yang impresif, dan ketenangan saat menguasai bola. Adapun Bastoni adalah pemain muda yang turut andil dalam sukses Inter Milan merengkuh scudetto musim lalu.
 Marco Verratti berpeluang tampil di laga Italia vs Wales. (AP/Antonio Calanni) |
Dengan sederet pemain-pemain ini, upaya Italia mengejar kesempurnaan di fase grup kemungkinan besar bisa diwujudkan. Satu hal lain yang tak kalah penting buat Italia adalah tidak meremehkan koneksi Gareth Bale dan Aaron Ramsey di timnas Wales pada laga nanti.
Bale dan Ramsey telah memberikan pelajaran berharga kepada Turki. Keduanya jadi bintang dalam kemenangan 2-0 Wales atas Turki.
Ramsey bahkan seharusnya bisa mencetak lebih dari satu gol andai bisa lebih tenang di depan gawang lawan. Gelandang Juventus itu setidaknya dua kali bisa menjangkau umpan terukur Bale yang lebih banyak berperan sebagai kreator serangan saat melawan Turki.
Bale juga menunjukkan mental juara di laga tersebut. Pemain berusia 31 itu tetap tampil tenang meski gagal mengeksekusi penalti.
Pemain yang musim lalu dipinjamkan ke Tottenham Hotspur itu memberikan dua assist. Satu untuk Ramsey dan satu untuk Connor Roberts pada masa injury time babak kedua.
Wales bakal mengerahkan segenap kemampuan mereka untuk menodai catatan sempurna Italia. Akan tetapi misi itu tidak akan mudah karena Italia kini sedang di atas angin dan sudah siap untuk menghadapi tim manapun demi mengejar titel juara Euro 2020 (Euro 2021).
[Gambas:Video CNN]