Jakarta, CNN Indonesia -- Situasinya menang atau ancaman tersingkir bagi Spanyol saat melawan Slovakia pada laga terakhir Grup E Euro 2020 (Euro 2021), Rabu (23/6). Namun, Luis Enrique masih harus mengatasi teka-teki yang belum terjawab hingga dua laga Euro 2020 berlalu.
Timnas Spanyol dicemooh pendukung sendiri saat ditahan imbang Polandia 1-1 pada laga kedua Grup E, 19 Juni. Datang ke Euro 2020 sebagai salah satu tim favorit menjadi juara, Tim Matador terlihat krisis di atas lapangan.
Tiga kali juara Euro itu terlihat tidak percaya diri dan kurang agresif di atas lapangan. Spanyol juga tidak jeli dalam penyelesaian akhir di depan gawang lawan, dan kini mereka dalam posisi terancam gagal lolos ke fase gugur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan banyak talenta hebat di liga-liga Eropa, Spanyol sejak awal tidak diprediksi harus bekerja keras hingga pertandingan terakhir Grup E untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Terlebih di atas kertas Spanyol seharusnya unggul atas Swedia, Slovakia, dan Polandia.
Namun, yang terjadi Spanyol justru tampil buruk di dua laga awal. Hanya satu gol tercipta dalam 2 pertandingan melawan Swedia dan Polandia. Padahal skuad La Furia Roja melepaskan 28 tembakan dengan 10 di antaranya on target.
Spanyol juga mendominasi penguasaan bola di dua laga terakhir hingga mencapai 72 persen. Lalu apa yang salah dengan Spanyol di Euro 2020?
 Luis Enrique kemungkinan besar masih akan mempercayai Alvaro Morata.(REUTERS/Marcelo Del Pozo) |
Sejak awal persiapan Spanyol ke Euro 2020 sudah bermasalah. Salah satu masalah adalah Spanyol tidak punya striker tajam. Praktis hanya Alvaro Morata yang bisa diandalkan Enrique untuk menjadi penyerang tengah Spanyol.
Keputusan Enrique yang tetap mempercayai Morata menjadi starter saat melawan Polandia, usai tampil buruk saat ditahan imbang Swedia, memang membuahkan hasil. Morata mencetak gol ke gawang Polandia, tapi permainan striker Juventus itu tidak lepas dari cemoohan.
Morata masih dianggap tidak pantas menjadi starter Spanyol karena membanyak buang peluang. Teka-teki ini yang harus diselesaikan Enrique untuk laga melawan Slovakia. Tetap memainkan Morata atau melakukan rotasi?
Secara statistik di dua laga Euro 2020, Morata terbilang kurang tajam. Tiga shot on target dari 7 tembakan hanya membuahkan satu gol. Salah satu peluang emas yang dibuang Morata adalah ketika gagal memanfaatkan bola rebound penalti Gerard Moreno saat melawan Polandia. Padahal Morata tinggal menyontek bola di depan gawang Polandia.
Hanya ada satu jawaban bagi Enrique jika ingin mencadangkan Morata saat melawan Slovakia, yakni memainkan Mikel Oyarzabal. Tapi, Oyarzabal juga bukan penyerang tengah yang tajam.
Sejak era David Villa dan Fernando Torres berakhir, Spanyol tidak pernah punya penyerang tengah yang berstatus bomber. Skuad Spanyol di Euro 2020 justru melimpah pemain yang bertipe winger. Sialnya, Enrique bukan pelatih yang biasa menggunakan strategi false nine. Mantan pelatih Barcelona itu lebih gemar menerapkan 4-3-3 dengan penyerang tengah.
Jika Enrique tetap memberi kepercayaan kepada Morata, maka sistem permainan di sekitar mantan pemain Real Madrid itu yang harus dibenahi. Lini tengah Spanyol harus lebih memanjakan Morata untuk bisa mencetak gol.
Menurunkan Thiago Alcantara sejak awal laga bisa jadi opsi berbeda bagi Spanyol. Thiago bisa lebih mengontrol dan punya visi menyerang yang lebih baik daripada Koke atau Pedri.
Baca lanjutan artikel ini di halaman kedua...
Kehilangan Sosok Pemimpin
Timnas Spanyol butuh kepemimpinan Sergio Busquets. (REUTERS/MARCELO DEL POZO)
Selain menurunkan Thiago saat melawan Slovakia di laga terakhir Grup E Euro 2020 (Euro 2021), Luis Enrique juga berpeluang memainkan Sergio Busquets yang sudah bergabung dengan skuad Spanyol setelah pulih dari Covid-19.
Kehadiran Busquets tidak hanya membuat lini tengah Spanyol lebih stabil dan aman, tapi juga memberi dorongan motivasi kepada pemain lain yang minim pengalaman di turnamen bergengsi.
Busquets merupakan pemain paling senior di skuad Spanyol saat ini, baik secara usia dan pengalaman. Gelandang Barcelona itu bisa jadi metronom permainan Spanyol, yang terlihat tanpa ritme di dua laga awal.
Kehadiran Cesar Azpilicueta di lini belakang juga bisa menambah kepercayaan diri Spanyol. Kapten Chelsea itu tidak dimainkan di dua laga awal, tapi media-media Spanyol meyakini Azpilicueta akan menjadi starter.
"Kami tidak sabar menjalani pertandingan melawan Slovakia. Kami bermain di rumah sendiri, dan ini situasi hidup-mati. Pemain tahu caranya memberi respons. Saya yakin jika kami bersatu, termasuk suporter, kami bisa lolos," ujar Azpilicueta dikutip dari Reuters.
Menguasai lini tengah wajib dilakukan Spanyol. Pasalnya, Slovakia akan menumpuk lima gelandang di lini tengah. Ketenangan dan kolaborasi Busquets serta Thiago akan jadi kunci.
Setelah lini tengah dikuasai, Spanyol tinggal mengeksploitasi sisi sayap pertahanan Slovakia dengan target melayani Morata, tanpa harus membuat sang striker sering turun untuk menjemput bola.
Prediksi Line Up Pemain Slovakia vs Spanyol
Slovakia: Martin Dubravka; Peter Pekarik, Lubomir Satka, Milan Skriniar, Tomas Hubocan; Jurac Kucka, Patrik Hrosovsky; Lukas Haraslin, Marek Hamsik, Robert Mak; Ondrej Duda.
Spanyol: Unai Simon; Cesar Azpilicueta, Aymeric Laporte, Pau Torres, Jordi Alba; Marcos Llorente, Sergio Busquets, Thiago Alcantara; Gerard Moreno, Alvaro Morata, Adama Traore.
[Gambas:Video CNN]