Suasana Hati Tim Bulutangkis Jelang Olimpiade di Saat Pandemi
CNN Indonesia
Kamis, 08 Jul 2021 17:36 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra jadi unggulan 1-2 di Olimpiade. (Arsip PBSI)
Kepala Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi menyebut ada perubahan yang signifikan khususnya untuk pasangan Kevin/Marcus. Pasangan berjuluk Minions yang menjadi unggulan pertama di Olimpiade itu disebut sudah sangat siap untuk tampil.
Sedangkan untuk Ahsan/Hendra, Herry IP menyebut masih butuh sedikit waktu untuk lebih mematangkan persiapan, terutama Hendra yang mengalami masalah di kakinya. Namun, hal itu masih bisa dikejar pada persiapan akhir di Kunomoto.
"Saya optimistis ada 10 hari waktu latihan di Kunamoto bisa meningkatkan performa mereka, bisa fokus lagi. Ada 10 hari untuk persiapan terakhir sebelum masuk kampung atlet di Tokyo," ujar Herry IP.
Menyoal lawan, Herry IP yakin semua tim negara-negara yang lolos juga telah mempersiapkan atletnya semaksimal mungkin. Karena itu pembicaraan mengenai peluang akan lebih mudah setelah drawing ditentukan.
"Untuk mengatasi pressure pemain, apalagi memang ganda putra ditargetkan supaya bisa berikan medali, yang harus saya atur suasana mental mereka saat hari H-nya. Mungkin untuk 10 hari di Kumamoto tidak terlalu tegang, tapi saat hari pertama main, karena sudah lama tak tanding. Hasil undian menentukan seberapa jauh pemain bisa bicara di turnamen. Itu aspek tersendiri lagi."
"Untuk mengatasi mental saat pertandingan, menurut saya itu dibagi beberapa tahapan. Babak pertama kualifikasi pool, masuk 8 besar, kalau sampai hari semifinal dan final, itu jauh lebih urgent dan penting untuk atur suasana hati pemain," terang Herry IP.
Jonatan Christie dan Anthony Ginting bakal jadi andalan di nomor ganda putra. ( AP/Zac Goodwin)
Herry IP pun yakin dirinya bisa menjaga suasana mental pemain lantaran sudah mengenal karakteristik masing-masing pemain.
"Setiap pemain berbeda. Ada yang harus dikasih semangat, ada yang tidak perlu kita banyak ngomong. Saya sudah ada catatan khusus harus seperti apa. Saya sudah beberapa kali ikut pertandingan seperti All England atau Kejuaraan Dunia, jadi ada pengalaman," tuturnya.
Anthony Ginting sebagai salah satu atlet yang hadir di konferensi pers mengakui bahwa doa pada Tuhan juga jadi bagian penting dalam upaya meraih prestasi di tengah pandemi.
"Kalau menurut saya untuk menyikapi pertandingan di tengah pandemi itu, selain jaga protokol ya berserah juga. Virus atau musuh kita ini tak kelihatan, jadi kuasa doa juga penting di masa-masa kayak begini."
"Persiapan segala macam sudah oke, sudah cukup lama juga. Meski tak main di All England, dari situ persiapan ke Olimpiade sudah lama dilakukan. Jadi so far sudah siap. Sekarang tinggal finishing di minggu terakhir, itu penting. Jaga fokus segala macam. Di Kumamoto juga nanti akan ada simulasi, feeling, perasaan untuk di bawa ke pertandingan," ucap Ginting yang bakal melakoni debut tampil di Olimpiade.
Bila Ginting melakoni debut di Olimpiade, Greysia bakal menjalani Olimpiade ketiga dalam kariernya.
"Jadi di sana saya nothing to lose. Kalau masih dikasih kesempatan, saya gunakan sebaik mungkin, keluarga juga tetap mendukung. Persiapan sejauh ini sudah oke, tinggal menunggu saja mau berangkat sambil di Kumamoto lebih [dipersiapkan] lagi," tutup Greysia.
(ttf/ptr)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tim Bulutangkis Indonesia akan berangkat menuju Olimpiade Tokyo 2020 dengan penuh keyakinan dan harapan agar mampu menuntaskan misi meneruskan tradisi emas Olimpiade.
Bulutangkis masih menjadi cabang olahraga (cabor) yang dijagokan untuk membawa pulang medali emas dari Olimpaide Tokyo 2020 yang digelar di masa pandemi Covid-19.
Dari total 28 atlet plus satu yang lolos, bulutangkis menyumbangkan 11 atlet ke Olimpiade Tokyo 2020 yang akan digelar mulai 23 Juli sampai 8 Agustus mendatang. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie dari kategori tunggal putra, Gregoria Mariska Tunjung dari tunggal putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu di ganda putri, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di ganda putra serta pasangan ganda campuran yang diwakili Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.
"Ini memang tidak mudah ya, akhir-akhir ini angka Covid-19 melonjak. Tapi untuk persiapan, puji syukur persiapan anak-anak di setiap sektor bersama pelatih-pelatih yang begitu berpengalaman saya lihat maksimal. Karena situasi begini, justru menguntungkan karena dari pelatih dan anak-anak bisa fokus," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Rionny Mainaky, Rabu (7/7).
Rencananya, seluruh atlet bulutangkis Indonesia akan bertolak ke Jepang pada Kamis (8/7) mendatang. Mereka akan lebih dulu tiba di Kumamoto untuk menjalani persiapan terakhir dan aklimatisasi sebelum tampil di Olimpiade pada 19 Juli mendatang.
Praveen/Melati bakal jadi andalan Indonesia di nomor ganda campuran. (Dok. PBSI))
"Saya harap persiapan, lanjutan di Kumamoto bisa bikin kita lebih maksimal. Lebih teratur protokol kesehatan dari hotel ke tempat latihan. Konsentrasi anak-anak saya rasa sudah baik. Saya harap di Olimpiade ini bisa tampil dengan baik untuk bisa mengemban harapan meraih medali emas. Kami bersama pelatih akan berjuang habis-habisan di Tokyo," tegas Rionny optimisme.
Lewat status kategori 1 negara dengan risiko tinggi penularan Covid-19, kontingen Indonesia diwajibkan untuk melakukan tes swab PCR minimal tiga hari sampai tujuh hari berturut-turut sebelum keberangkatan dan menjalani karantina tujuh hari dengan swab PCR dimulai sejak tiba di Jepang. (NOC) memastikan atlet yang diketahui positif Covid-19 14 hari sebelum keberangkatan tidak akan ikut dalam penerbangan ke Tokyo, Jepang.
Rionny yakin ke-11 atlet bulutangkis yang akan berangkat ke Olimpiade sampai saat ini dalam keadaan sehat jelang keberangkatan. Setelah terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Jakarta, tim bulutangkis sudah menjalani karantina dan isolasi mandiri di Pelatnas Cipayung dan itu membuat pemain menjadi lebih fokus.
"Saya lihat mereka benar-benar siap. Setiap ketemu pemain, saya bilang kita sudah berjuang maksimal, kita harus tetap jaga protokol kesehatan, dibantu harus tekun dan berdoa setiap detik minta semua yang ke Tokyo agar bisa bertanding dan kembali ke Tanah Air."
"Saya tekankan kita sudah siap dan yakin, dan ditambah doa itu menambah keyakinan kita. Itu yang saya sampaikan ke anak-anak. Sudah lama kita tidak tanding, lawan-lawan kekuatan sampai di mana kita juga tidak tahu. Kita tetap analisis walaupun pakai video yang sudah lama," tegas Rionny.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Tumpuan Nomor Ganda Putra
Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra jadi unggulan 1-2 di Olimpiade. (Arsip PBSI)
Kepala Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi menyebut ada perubahan yang signifikan khususnya untuk pasangan Kevin/Marcus. Pasangan berjuluk Minions yang menjadi unggulan pertama di Olimpiade itu disebut sudah sangat siap untuk tampil.
Sedangkan untuk Ahsan/Hendra, Herry IP menyebut masih butuh sedikit waktu untuk lebih mematangkan persiapan, terutama Hendra yang mengalami masalah di kakinya. Namun, hal itu masih bisa dikejar pada persiapan akhir di Kunomoto.
"Saya optimistis ada 10 hari waktu latihan di Kunamoto bisa meningkatkan performa mereka, bisa fokus lagi. Ada 10 hari untuk persiapan terakhir sebelum masuk kampung atlet di Tokyo," ujar Herry IP.
Menyoal lawan, Herry IP yakin semua tim negara-negara yang lolos juga telah mempersiapkan atletnya semaksimal mungkin. Karena itu pembicaraan mengenai peluang akan lebih mudah setelah drawing ditentukan.
"Untuk mengatasi pressure pemain, apalagi memang ganda putra ditargetkan supaya bisa berikan medali, yang harus saya atur suasana mental mereka saat hari H-nya. Mungkin untuk 10 hari di Kumamoto tidak terlalu tegang, tapi saat hari pertama main, karena sudah lama tak tanding. Hasil undian menentukan seberapa jauh pemain bisa bicara di turnamen. Itu aspek tersendiri lagi."
"Untuk mengatasi mental saat pertandingan, menurut saya itu dibagi beberapa tahapan. Babak pertama kualifikasi pool, masuk 8 besar, kalau sampai hari semifinal dan final, itu jauh lebih urgent dan penting untuk atur suasana hati pemain," terang Herry IP.
Jonatan Christie dan Anthony Ginting bakal jadi andalan di nomor ganda putra. ( AP/Zac Goodwin)
Herry IP pun yakin dirinya bisa menjaga suasana mental pemain lantaran sudah mengenal karakteristik masing-masing pemain.
"Setiap pemain berbeda. Ada yang harus dikasih semangat, ada yang tidak perlu kita banyak ngomong. Saya sudah ada catatan khusus harus seperti apa. Saya sudah beberapa kali ikut pertandingan seperti All England atau Kejuaraan Dunia, jadi ada pengalaman," tuturnya.
Anthony Ginting sebagai salah satu atlet yang hadir di konferensi pers mengakui bahwa doa pada Tuhan juga jadi bagian penting dalam upaya meraih prestasi di tengah pandemi.
"Kalau menurut saya untuk menyikapi pertandingan di tengah pandemi itu, selain jaga protokol ya berserah juga. Virus atau musuh kita ini tak kelihatan, jadi kuasa doa juga penting di masa-masa kayak begini."
"Persiapan segala macam sudah oke, sudah cukup lama juga. Meski tak main di All England, dari situ persiapan ke Olimpiade sudah lama dilakukan. Jadi so far sudah siap. Sekarang tinggal finishing di minggu terakhir, itu penting. Jaga fokus segala macam. Di Kumamoto juga nanti akan ada simulasi, feeling, perasaan untuk di bawa ke pertandingan," ucap Ginting yang bakal melakoni debut tampil di Olimpiade.
Bila Ginting melakoni debut di Olimpiade, Greysia bakal menjalani Olimpiade ketiga dalam kariernya.
"Jadi di sana saya nothing to lose. Kalau masih dikasih kesempatan, saya gunakan sebaik mungkin, keluarga juga tetap mendukung. Persiapan sejauh ini sudah oke, tinggal menunggu saja mau berangkat sambil di Kumamoto lebih [dipersiapkan] lagi," tutup Greysia.