Jakarta, CNN Indonesia -- Pagelaran Euro 2020 (Euro 2021) bukan saja soal pertarungan tim-tim serta pemain-pemain terbaik, tetapi juga munculnya sejumlah petisi konyol di turnamen tersebut. Berikut beberapa petisi aneh yang muncul selama Euro 2020.
Euro 2020 menghasilkan Italia sebagai juara setelah mengalahkan Inggris 3-2 dalam adu penalti. Adu penalti itu terjadi usai kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan.
Selama penyelenggaraan Euro 2020, beragam insiden terjadi. Sebut saja pingsannya gelandang Denmark Christian Eriksen di lapangan saat melawan Finlandia karena henti jantung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelakuan bintang Portugal Cristiano Ronaldo menyingkirkan dua botol Coca-cola yang jadi sponsor Euro 2020 juga menyita perhatian banyak pihak.
Bahkan, kelakuan Ronaldo itu memunculkan kritik beberapa pihak dan juga bahan guyonan dari pemain lain.
 Insiden Cristiano Ronaldo dan Coca-coca jadi salah satu peristiwa yang disorot di Euro 2020. (Handout via REUTERS/HANDOUT) |
Selain peristiwa-peristiwa di atas, beberapa kejutan dalam pertandingan mewarnai Euro 2020. Denmark yang sudah di ujung tanduk saat di fase grup bisa melangkah hingga semifinal.
Timnas Prancis juga jadi salah satu tim yang dikejutkan dalam turnamen ini setelah kalah adu penalti 4-5 dari Swiss di babak 16 besar.
Di luar kejadian-kejadian penting baik di dalam maupun di luar lapangan, hadir juga petisi dari penggemar yang dianggap aneh. Petisi-petisi itu meminta sejumlah pertandingan Euro 2020 diulang.
3 Petisi Konyol di Euro 2020:
1. Prancis vs Swiss
Duel Prancis vs Swiss di babak 16 besar adalah pertandingan pertama yang memunculkan petisi dari penggemar. Petisi itu dibuat seorang warga Prancis, Pierre lewat laman Leslignesbougent.org. Pierre ingin duel Prancis vs Swiss di babak 16 besar diulang.
Pierre membuat petisi itu karena melihat peristiwa yang janggal dalam adu penalti Prancis vs Swiss. Saat Kylian Mbappe yang jadi penendang terakhir Prancis mengeksekusi bola, kiper Swiss Yann Sommer sudah tidak berdiri pada garis gawang.
Hal itu dianggap sebagai pelanggaran dan berpotensi diulangnya penalti tersebut. Akan tetapi, wasit dan hakim garis tetap mengesahkan penalti Mbappe yang ditepis Sommer. Swiss pun menang dan lolos ke perempat final.
Hanya saja, meski petisi tersebut sudah ditandatangani lebih dari 252 ribu orang, petisi itu harus dicabut dari lamannya.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya...
Kontroversi Picu Munculnya Petisi di Euro 2020
Laga Italia vs Inggris di final Euro 2020 juga memunculkan petisi. (AP/Laurence Griffiths)
2. Inggris vs Denmark
Setelah petisi di Prancis vs Swiss, muncul juga kejadian serupa pada laga Inggris vs Denmark di semifinal Euro 2020. Beragam kontroversi pada pertandingan itu membuat fan menghadirkan petisi agar Inggris vs Denmark diulang.
Petisi yang dibuat Cris Pinto di laman Change.org itu muncul karena penalti yang didapat Harry Kane pada menit ke-102. Keputusan penalti tersebut dianggap tidak tepat, lantaran Raheem Sterling diklaim melakukan diving.
"Kami ingin membatalkan keputusan penalti melawan Denmark. Itu adalah keputusan yang salah, perlu kontak untuk menjadi penalti, dan itu sama sekali tidak ada kontak," bunyi isi petisi tersebut.
"Jika ini ditolak, itu akan menunjukkan kegagalan UEFA dan permainan sepak bola yang indah," ucapnya menambahkan.
3. Italia vs Inggris
Partai final Euro 2020 Italia vs Inggris tidak luput dari kejadian petisi yang ingin pertandingan tersebut diulang. Adalah Sharon Guilmen yang ingin laga final itu diulang setelah banyak ketidakadilan yang diterima The Three Lions.
Salah satu yang disorot Guilmen adalah kartu kuning Giorgio Chiellini setelah menarik kaus Bukayo Saka. Guilmen berpendapat, pelanggaran itu seharusnya berbuah kartu merah.
Bukan hanya suporter Inggris saja yang berharap laga itu diulang, namun juga terdapat warga Italia yang memiliki keinginan serupa.
Sampai berita ini dibuat, sudah lebih dari 94 ribu orang yang mendandatangani petisi itu agar duel Italia vs Inggris diulang.
[Gambas:Video CNN]