Aksi Eko Yuli Irawan menyumbang medali perak bagi Indonesia di Olimpiade Rio 2016. (AFP/STOYAN NENOV)
Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia kembali berharap bisa meraih medali dari arena angkat besi di Olimpiade Tokyo, mengikuti jejak keberhasilan yang diperoleh sejakOlimpiade 2000.
Selain cabang olahraga badminton, angkat besi adalah andalan Indonesia di pesta olahraga empat tahunan. Terbukti sejak Olimpiade Sydney, angkat besi tak pernah absen menyumbang medali.
Total ada enam perak dan enam perunggu yang disumbangkan cabor angkat besi untuk Indonesia di Olimpiade. Diawali kegemilangan Lisa Rumbewas yang kemudian diteruskan generasi Eko Yuli Irawan dan kawan-kawan.
Kini tim angkat besi Indonesia kembali mengandalkan perpaduan lifter-lifter senior dan junior dalam persaingan kelas dunia.
Berikut lima atlet angkat besi Indonesia yang akan tampil di Olimpiade Tokyo 2020:
1. Eko Yuli Irawan
Eko sudah tidak asing dengan atmosfer Olimpiade, begitu pula dengan podiumnya. Pria asal Lampung ini sudah tiga kali meraih medali di Olimpiade dan menjadi salah satu atlet Indonesia yang mengoleksi medali Olimpiade terbanyak.
Catatan prestasi gemilang Eko diawali pada Olimpiade 2008 yang berlanjut ke Olimpiade 2012, dan Olimpiade 2016. Setelah dua kali meraih perunggu, pada Olimpiade lima tahun lalu Eko menempati peringkat kedua dan berhak atas medali perak.
Di Olimpiade Tokyo, Eko akan bertanding di kelas yang berbeda dari tiga edisi Olimpiade sebelumnya. Jika di Olimpiade 2008 Eko tampil di kelas 56 kilogram dan naik ke kelas 62 kilogram pada 2012 dan 2016, maka kali ini Eko akan berlaga di kelas 61 kilogram.
Di kelas tersebut Eko akan menghadapi lawan berat dari lifter China, Li Fabin, serta andalan Vietnam, Thach Kim Tuan.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya...
Atlet Junior Unjuk Gigi
Windy Cantika Aisah tampil di kelas 49 kilogram putri. (ANTARA/Nyoman Budiana)
2. Windy Cantika Aisah
Windy adalah harapan baru dari angkat besi Indonesia. Sejak dua tahun lalu, Windy sudah mencuri perhatian dengan keberhasilan menyabet emas SEA Games 2019.
Setelah itu konsistensi prestasi Windy juga terlihat dengan keberhasilan menjadi juara dunia Kejuaraan Junior angkat besi 2021 yang berlangsung Mei lalu.
Beberapa pesaing berat Windy di kelas 49 kilogram adalah Hou Zhihui dari China dan Saikhom Mirabai Chanu asal India.
Indonesia seperti tak pernah kekurangan talenta angkat besi baik di sektor putri. Nurul Akmal menjadi salah satu bukti.
Nurul yang akan tampil di kelas di atas 87 kilogram merupakan peraih perak di ajang Islamic Solidarity Games 2017 dan peraih perunggu di kejuaraan Piala Qatar 2019.
4. Rahmat Erwin Abdullah
Di saat Eko Yuli sudah memasuki usia kepala tiga, Indonesia memiliki Rahmat yang baru berusia 20 dan akan tampil di Olimpiade Tokyo.
Dalam tiga tahun terakhir Rahmat cukup meyakinkan dengan mempersembahkan emas di ajang SEA Games 2019 dan Kejuaraan Dunia Junior 2019 dan 2020.
Sama seperti pesaing di kelas lain, Rahmat juga akan menghadapi lifter China sebagai rival. Shi Zhiyong merupakan pemegang rekor snatch serta clean & jerk di kelas yang diikuti Rahmat.
5. Deni
Deni merupakan salah satu atlet angkat besi senior yang dimiliki Indonesia, seangkatan dengan Eko Yuli. Deni juga pernah tampil di Olimpiade 2012 dan 2016, namun belum mempersembahkan medali.
Emas Universiade 2011 serta SEA Games 2013 dan 2017 jadi pembuktian prestasi Deni yang akan tampil di kelas 67 kilogram pada Olimpiade Tokyo.
Chen Lijun dari China serta Javier Mosquera dari Kolombia diperkirakan menjadi lawan tangguh bagi Deni.