Syed Saddiq, Sosok Antagonis di Mata Suporter Indonesia

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 14:17 WIB
Mantan Menpora Malaysia Syed Saddiq yang sedang didera kasus korupsi dikenal sebagai sosok antagonis oleh suporter Timnas Indonesia. Menpora Malaysia Syed Saddiq jadi sosok antagonis di mata suporterTimnas Indonesia. (ADEK BERRY/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Menpora Malaysia Syed Saddiq sedang didera kasus korupsi. Bagi suporter Timnas Indonesia, Syed dikenal sebagai sosok antagonis. 

Syed lahir di Johor, Malaysia pada 6 Desember 1992 dari ayah berpaspor Singapura dan ibu seorang pengajar bahasa Inggris. Bakat politik Syed menonjol sejak masa kuliah. Salah satunya ketika berhasil menang ajang debat Benua Asia pada 2015.

Kemenangan tersebut membuat nama Syed harum di penjuru Malaysia. Namanya makin tenar saat terlibat dengan 23 anak muda Malaysia lainnya, dalam upaya menjatuhkan Najib Razak dari kursi perdana menteri karena kasus korupsi 1MDB.


Berbekal ketenaran itu, lelaki yang sempat mendapat beasiswa dari Oxford University pada 2016 ini terpilih menjadi pemimpin organisasi Angkatan Bersatu Anak Muda (Armada). Ini merupakan organisasi sayap dari partai Pribumi Bersatu (Bersatu).

Pada 2018, ia ikut kontestasi politik sebagai calon anggota parlemen Malaysia di wilayah pemilihan Muar, Johor. Citra dan personanya yang muda dan kritis disukai publik Muar sehingga ia terpilih menjadi anggota parlemen.

Namun Syed tak sempat merasakan kursi anggota dewan legislatif. Pasalnya, Syed langsung ditunjuk menjadi Menpora oleh Mahathir Mohamad yang terpilih kembali menjadi Perdana Menteri Malaysia. Syed naik dari dari koalisi Pakatan Harapan.

Kepercayaan ini membuat Syed tampil menjadi menteri termuda dalam sejarah politik Malaysia, 25 tahun. Sebagai sosok muda, Syed banyak tampil di media sosial dan ikut terlibat dalam hal-hal sentimentil yang melibatkan suporter.

Pada 5 September 2019 contohnya, saat timnas Malaysia tandang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022, Syeq ikut tampil. Ia datang ke Jakarta untuk mendukung Harimau Malaya.

Dalam pertandingan itu Timnas Indonesia kalah 2-3 yang memicu kericuhan. Tak ayal ratusan suporter Malaysia jadi sasaran amuk. Syed yang berbaur dengan fan Malaysia lainnya terpaksa dievakuasi ke lorong stadion.

Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Imam Nahrawi bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq untuk menyampaikan langsung permohonan maaf di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (6/9).Syed Saddiq bertemu dengan Menpora Indonesia saat itu Imam Nahrawi. (CNN Indonesia/ Michael Josua Stefanus)

Lewat media sosial, Syed lantas mengutuk kejadian tersebut. Ia meminta Indonesia meminta maaf atas kejadian tersebut. Bersama FAM (federasi sepak bola Malaysia), Syed lantas mengadukan kejadian ini ke FIFA.

Menpora RI saat itu, Imam Nahrawi, lantas meminta maaf dengan perilaku kurang terpuji suporter Indonesia. Imam kemudian mengundang Syed bertatap muka agar peristiwa tersebut tidak menjadi preseden buruk di kemudian hari.

Sayang kicauan Syed di media sosial sudah memicu pro dan kontra. Ada kelompok masyarakat Indonesia dan Malaysia yang mendukung tetapi tak sedikit yang menghujatnya. Ia dianggap sebagai sosok antagonis yang membuat situasi makin memanas.

Benar saja, saat giliran Indonesia melawat ke Stadion Bukit Jalil pada 19 November 2019, kekerasan dan intimidasi dialami suporter Merah Putih. Bahkan, ada fan Indonesia yang dikeroyok saat sudah berada di luar stadion.

Karenanya warganet Indonesia meminta Syed meminta maaf seperti yang dilakukan Menpora Imam Nahrawi. Syed malah menyebut video suporter Indonesia dipukuli sebagai berita palsu. Ia pun meminta polisi mengusut kejadian tersebut tanpa minta maaf.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Karena tindakanitu, publik Indonesia lantas meramaikan tanda pagar #ShameonYouSyedSaddiq. Beberapa pekan kemudian Syed Saddiq akhirnya memintaa maaf melalui Twitter miliknya dan berjanji akan mengusut kasus pengeroyokan suporter Indonesia.

Namun, Citra antagonis dari suporter Indonesia sudah kadung melekat pada sosok Syed. Bahkan, unggahan Syed di media sosial kerap dicela suporter Indonesia.

(abd/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK