Poirier Soal McGregor: Lemah dan Banyak Alasan

CNN Indonesia | Jumat, 23/07/2021 09:00 WIB
Petarung UFC, Dustin Poirier, mengomentari Conor McGregor sebagai sosok petarung yang lemah dan banyak alasan. Dustin Poirier ketika berhadapan dengan Conor McGregor di UFC 264. (REUTERS/STEVE MARCUS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Petarung UFC, Dustin Poirier, mengomentari Conor McGregor sebagai sosok petarung yang lemah dan banyak alasan.

Poirier membukukan keunggulan 2-1 atas McGregor setelah menang pada partai puncak UFC 264 yang berlangsung dua pekan lalu.

Poirier meraih kemenangan setelah McGregor mengalami patah kaki. Usai hasil diumumkan, McGregor menyatakan Poirier tak layak menang dan mengajak petarung berjuluk The Diamond itu bertarung untuk kali keempat.


UFC 264 juga diramaikan dengan ancaman-ancaman McGregor kepada Poirier dan keluarga.

"Langsung saja, menurut saya secara mental itu lemah. Itu lemah, banyak alasan, tetapi saya tidak akan terlalu jauh melihat video mengenai itu dan apa yang orang katakan karena saya pulang ke rumah kembali ke keluarga saya," kata Poirier.

Petarung peringkat pertama penantang juara kelas ringan UFC itu tak ambil pusing dengan ocehan-ocehan McGregor. Pada pertarungan Poirier vs McGregor di UFC 257, Poirier pun mendengar alasan-alasan dari sang lawan.

"Ya ada banyak alasan juga saat itu. Katanya dia sudah siap bertinju. Dia tidak fokus ke mixed martial arts. Dia sudah siap melawan Manny Pacquiao. Banyak alasan," kata Poirier dikutip dari MMA Fighting

Banner Testimoni

Satu hal yang membuat Poirier heran adalah McGregor masih bisa berkata-kata saat sedang terduduk menjalani perawatan untuk kakinya yang patah sesaat setelah duel UFC 264.

"Cukup mengejutkan. Tetapi orang ini memang seperti tidak ada batas saat berbicara. Saya terkejut dengan kaki yang patah dan terduduk dia masih berbicara, tetapi soal isi omongannya saya tidak terkejut karena dia mengeluarkan kata-kata gila setiap saat," ucap Poirier.

[Gambas:Video CNN]

(nva/ptr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK